Di sinilah semuanya bermula: Dua lembar Kertas Usang dan 100 Mimpi

Bissmillahirrahmanirrahim…

Masih teringat jelas bagaimana aku menuliskan kalimat-kalimat itu pada dua lembar kertas buram setelah tiba di kamar asrama Tingkat Persiapan Bersama di IPB sore itu. Baru saja  DKM Al Hurriyah usai menyelenggarakan acara Achievement Motivation Trainer (AMT) dengan menghadirkan seorang pembicara yang sangat luar biasa, Ustadz Aris Ahmad Jaya. Sosok yang di kemudian hari banyak menginspirasiku mencapai hal-hal menakjubkan yang semula hanya terlintas di mimpi belaka.

Untuk kesekian kalinya aku dibuat begitu takjub dengan penampilan dan materi motivasi yang diberikannya.

“Banyak orang yang memiliki mimpi, namun mimpinya itu akhirnya tetap menjadi impian dan khayalan belaka. Alasannya adalah karena mereka menuliskan mimpi-mimpi mereka di dalam ingatan saja. Padahal ingatan manusia itu terbatas. Akibatnya kebanyakan dari mereka itu lupa dengan mimpinya. Dan ketika ingat kembali, waktu mereka telah habis. Dan hanya penyesalan yang dirasa.”

Demikian kurang lebih kata-kata yang beliau sampaikan sebagai pembuka materi beriringan dengan tampilan slide di layar dan backsound yang sangat menawan. Kemudian dengan setengah menghentak beliau berteriak!

“Ubah! Ubah cara pandang anda! Ubah bagaimana anda menuliskan mimpi-mimpi anda. Jangan tulis dalam ingatan anda yang terbatas, karena hal itu ibarat anda menulis di atas pasir. Ketika angin bertiup, hilanglah tulisan itu. Tuliskan secara nyata. Di atas kertas. Tuliskan mimpi-mimpi anda di atasnya. Tempatkan dimana anda akan sering melihatnya. Jika anda ragu… tulis saja 100 target yang ingin anda capai selama di IPB!”

Alunan backsound dari speaker yang memainkan musik instrumental gubahan komponis terkenal Jepang, Kitaro berjudul Koi itu seolah turut menyihir kata-kata yang beliau ucapkan hingga mampu merasuk ke dalam dada setiap peserta yang hadir. Masing-masing peserta seolah tersihir oleh suasana. Semuanya khusyuk mendengarkan kata demi kata dari Sang Trainer, termasuk diriku yang dengan serius mencatat kata-kata tersebut dalam buku catatan.

“…dan nanti anda akan lihat. Bagaimana luar biasanya Allah mewujudkan setiap mimpi-mimpi itu, jauh lebih luar biasa daripada yang bisa anda bayangkan… tuliskan segera, dan suatu hari yang akan anda lihat dari tulisan anda itu hanyalah coretan-coretan. Coretan karena anda telah mencapainya…”

Dan itulah yang aku lakukan. Di atas dua lembar kertas buram itulah aku menuliskannya. 100 target. Target-target sederhana hingga impian-impianku, tanpa banyak berpikir rumit, aku benar-benar menuliskan apa yang terlintas di pikiranku saat itu, seperti yang Ustadz Aris katakan waktu itu. Dan jadilah, 100 target itu. Aku tempel di pintu lemari bajuku hingga setiap saat aku bisa melihatnya. Ada kepuasan tersendiri ketika melihatnya. Namun tak sedikit juga yang berkomentar setiap kali melihat target-target yang tertulis di sana.

Buat apa Nang kamu nulis repot-repot begitu”. “Sombong banget sih lo…” atau bahkan dengan nada meremehkan “Udah Nang, ini mah bukan lagi zamannya untuk bermimpi. Realistis sedikitlah

Setelah begitu banyak komentar, akhirnya aku melepas dua lembar kertas itu dan memindahkannya di atas tempat tidurku hingga setiap akan tidur atau bangun pagi aku bisa melihatnya. Setidaknya komentar-komentar itu tak lagi terdengar setelah itu.
Aku baru benar-benar menyadari bahwa dua lembar kertas itu kini sudah begitu usangnya… usang oleh berbagai macam coretan-coretan di atasnya, dan usang oleh keringat di tanganku setiap kali memegangnya. Tapi yang pasti… kini setiap aku melihatnya kembali yang bisa aku katakan adalah: “Subhanallah…Luar biasa…”

Apa yang aku tuliskan di atas dua lembar kertas itu, yang dahulu begitu banyak orang yang mencemooh dan meremehkannya… kini… satu persatu tanpa aku sadari benar-benar terwujud. Dan benar… seberapapun luar biasanya rencana dan kalimat yang kutuliskan di atasnya… rencana Allah jauh lebih luar biasa, persis seperti yang dikatakan Ustadz Aris waktu itu.

Mahasiswa Berprestasi.. Meski awalnya hanya aku tuliskan setelah mendengar cerita Mas Anuraga Jayanegara, dan terinspirasi dari majalah-majalah mahasiswa.Ternyata… tak aku sangka aku akan bisa mencapainya, bahkan hingga tingkat nasional dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang begitu bergengsi dan MTQ Mahasiswa Nasional… tak aku sangka aku bisa ke sana dengan cara-cara luar biasa dan tak terkira, padahal mulanya semua itu terinspirasi dari penuturan penuturan kakak tingkat atau teman-teman di kampus.

Setiap kali mengingat semua itu, sepenggal lirik Nasyid dari Justice Voice yang terinspirasi dari surat Ar Rahman terdengar begitu nyaring di kepalaku

”…Nikmat yang manakah lagi yang akan kau dustai, setelah begitu banyak nikmat yang Ia beri…

Dan kini ketika menatap dua lembar kertas usang yang hampir tercerai berai itu… delapanpuluhtiga. Ya… target nomor 83 bertuliskan

Aku ingin melanjutkan sekolah keluar negeri setelah tamat IPB!”

Tapi tahukah apa yang terjadi?…semuanya seolah terulang kembali… seberapapun luar biasanya rencana yang kita buat… rencana Allah jauh lebih luar biasa…

Burung besi kebanggaan bangsa itu akhirnya mendarat di Narita International Airport. Sambil menunggu pilot selesai memarkirkan Sang Garuda, negeri para Samurai dulu itu terlihat begitu dingin dari jendela pesawat yang basah oleh air hujan. Mungkin musim gugur telah hadir di bulan ini seperti yang aku baca di internet sebelumnya.

Dikejauhan perlahan tampak tulisan berwarna merah menyala. Yokoso Japan. Yang di kemudian hari aku ketahui artinya sebagai: “Selamat Datang di Jepang”. Kututup buku catatan dan dua lembar kertas usang bertuliskan 100 targetku dengan coretan-coretannya itu… air mata ini menetes dengan perihnya dan panasnya mata. “Nikmat yang manakah lagi yang akan kau dustasi Nang?!“… hanya tarikan nafas panjang yang bisa aku lakukan…

Seolah suara merdu Celine Dion dalam video motivasi tentang para peserta paralympic, olimpiade bagi orang-orang yang cacat namun mampu mengukir sejarah itu, yang diputar Ustadz Aris 2 tahun lalu itu terdengar kembali… Realize the Power of The Dreams… ternyata Allah membukakan jalan bagiku ke Jepang… sebelum tamat dari IPB…

Dan dimulailah jejak-jejak ini… dibuat….

Pembuat Jejak.

Yokoso Japan… Narita Airport, 2 Oktober 2007

53 thoughts on “Di sinilah semuanya bermula: Dua lembar Kertas Usang dan 100 Mimpi

  1. wisss…. ebattthhh,,,,,
    pernah jg ngelakuin ini, aku tempel di atas kalender di atas tembok kamar, nggak nyampe 100 sih targetnya….
    juga… ttg info lomba2 yg pengen ak ikuti aku tempel pengumumannya di lemari biar ak gak nunda buat kerjain tu lomba. n tyt dari lomba2 yg pengumumannya g ak tempel akhrnya lupa dan nggak jadi ikut lomba…

  2. assalamualaikum nang….

    wah ketmu lagi di multiply setelah berlaga bersama di MAPRES 2007. SeLamat ya udah jadi yg terbaik diantara yg terbaik. aku senang bisa kenal dan py tmn mapres like u

    boleh tau mimpi apa yg belum terwujud dari 100 mimpi itu?
    dulu aku pernah menuliskan smuanya di buku harian aku, smua target. tp ada satu tahun off dimana itu berarti target2 lain berdasar urutan waktu gk bisa terwujud. mungkin beda cara dari ALLAH buat bikin mimpi kita terwujud. dan …apapun yang terjadi, TETAP SEMANGAT ^_^

  3. Asw, Wah dah jadi novelnya belum bro “Sang Pembuat Jejak” keliatannya bagus Bro…:)
    Bro kalo Sampeyan jadi ketua TW gimana bro? INi saatnya Sampeyan membuat jejak, salah satu target sampeyan kan jadi Ketua TW, selamat yee Plak plok plek… he he he afwan tangannya kepleset….

  4. Wah… kalo “gila” dia sepertinya lebih “gila” hehehe… kisah-kisah yang dituliskannya bagus sekali penggunaan kata-kata dalam kalimat dan keseluruhan ceitanya. Sungguh menawan dan menarik. Belum lagi hasil foto-fotonya juga lebih bagus dan berkarakter🙂
    Mengapa fotografi? Karena fotografi emang asik hehehe…
    Mungkin karena saya orangnya cenderung visual kali ya baik dalam perencanaan dan keseharian, visualisasi itu penting bagi saya… dan fotografi bisa melatih visualisasi itu… ah entahlah… hehehe

  5. aslm'alaikm maz…saya telat nih baru lihat video yg anda bwt ttg 100 mimpi tu(bru lihat beberapa hari kemarin), sangat menginspirasi sekali…dan membuat saya semangat
    kebetulan saya baru msuk universitas tahun ini, dan dapet tugas bkin poster 100 mimpi
    semoga bisa terwujud, sama seperti impian2 maz yg dh ditulis di kertas tu..amiin🙂 doakan ya

  6. Saya sudah membuktikannya. Mimpi itu nyata, ya mimipi-mimpi itu nyata benarlah kata sang Arsitektur Peradaban Mesir beliau berkata “Mimpimu hari ini adalah kenyataan untuk esok hari”. Syukron jazakallah khoir kang danang atas jejak-jejak mimpinya. Semoga saya dan teman2 yang lainnya bisa menciptakan jejak-jekak mimpi terbaru kami.

  7. Assalamu'alaikum.. Kalo boleh tau, Apa saja sih 100 impian kakak yang dulu kakak tulis di 2 lembar kertas usang itu dan yg sekarang sudah menjadi kenyataan? Beneran, saya pengen tau.. tolong dibales ya…

  8. subhanallah, ternyata untuk meraih impian & cita2 dengan cara ditulis dikertas telah di dahului oleh mas Danang🙂

    berarti saya harus menemukan cara baru untuk cita2 saya (tidak menulis dikertas seperti mas Danang, saya mau nulis seluruh mimpi saya di blog) ^_^

    • Menuliskan impian hanyalah salah satu metode saja, bisa berhasil dan bisa juga tidak bagi sebagian orang lain. Menuliskannya pun bisa dimana saja, bisa di kertas, bisa di komputer, bisa di blog atau web pribadi (sudah banyak yang melakukannya), dan saya juga bukan orang pertama yang melakukan metode menuliskan impian di kertas. Sudah ada banyak orang yg melakukannya dan berhasil🙂

      Yang penting bukan menuliskannya di mana… tapi bagaimana bisa mewujudkan setiap impian yang dituliskan itu😀

  9. Subhanallah, terimakasih atas ralat dan pencerahannya mas. InsyaAllah jejak yang telah mas buat di Jepang bisa saya ikuti dan di perbaharui! Amin ^_^

    Oh ya mas, selamat atas wisuda S2nya mas, n semoga berjaya di Doktoralnya (maaf terlambat)🙂

    kira2 tulisan terbarunya mas Danang yang belum tercapai apa ya?😀

  10. Assalamualaikum mas Danang,saya wiliandi mahasiswa IPB angkatan 49 terimakasih buat video dan artikelnya sungguh menginspirasi. Oya mas boleh minta foto mimpi-mimpi yang mas Danang tulis dikertas ga ? saya ingin tahu dan juga ingin menambah wawasan impian-impian super mas Danang. Ditunggu ya mas.Terima kasih.

    • Waalaikumussalam. Saya sudah tidak punya kertas list 100 impian… itu sudah bertahun2 lalu, sudah tercerai-berai. Tidak ada yang istimewa dari kertas itu, karena yang membuat apa yg tertulis di kertas itu jadi nyata atau tidak adalah ikhtiar dan do`a kita. Kita bisa menuliskan berapapun banyak impian, tapi tanpa ikhtiar dan do`a daftar impian di atas kertas itu hanya akan jadi tulisan saja. So… segera bergerak cari tahu apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai impian2 itu.

  11. hebat sekali mas danangg superrrr!! semoga ALLAH memberi kmudahan bagi kita semua untuk mencapai harapan kita melalui mimpi2 kita

  12. Ass.wr.wb. Maaf mas Danang, saya sdh pernah liat videonya di you tube tapi sekarang kok sudah tidak bisa di download. Kalau boleh tau bagaiman cara mendapatkan videonya mas Danang untuk saya berikan ke anak didik saya. Terima kasih sebelumnya.

  13. assalamualaikum kakak
    bagaimana caranya sesuatu ya kita impikan sperti kak danang bisa tercapai

  14. saya hadir disini terkesan dengan tayangan video saudara oleh motivator saya di Malaysia. Saya mencari di youtube tapi sayang tiada sound due to copyrighted.

  15. sangat inspiratiff.. saya senang membaca blog ini semoga saya dan kita semua bisa seperti danang,, amiin

  16. baca kisahnya pak danang bikin saya merinding. kisah bapak sangat menginspirasi saya. saya percaya suatu hari nanti allah akan mewujudkan impian saya juga. amiin…

  17. Perkenalkan saya bagas dari sma al islam
    Saya sangat terharu ketika saya membuat 100 harapn di atas kertas namun sebelum saya melihat video kakak. Ketika itu pelajaran BK mulai guru saya berkata tentang 100 harapan di atas kertas dan saya berpikir untuk mencoba membuat walaupun teman saya ada yg tertawakan saya tapi saya tetap menulis walaupun belum 100 harapan saya tertulis semua dan alhamdullilah 1 harapan dari 7 harapan saya yg baru saya tulis menjadi nyata. Pelajaran BK saya menampilkan video motivasi kakak. Awalnya saya tidak menangis hingga sampai lagu berganti lagu jepang saya menangis ketika melihat usaha kakak yang gigih untuk tujuan kak dan hasil yang kakak dapat. Saya sangat bersyukur atas rahmat Allah yg menyedarkan saya untuk memiliki tujuan dalam hidup saya. Terima kasih

  18. Sungguh indah saat mimpi-mimpi terwujud, dan tak terasa kertas itu mulai penuh coretan… Jepang🙂 semoga aku pun dapat kesana, sangat memotivasi akhi😀 makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s