A Road to Dreams: Pedoman Melanjutkan Studi S2 di Jepang (Bagian 1)

Bissmillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah… akhirnya kesempatan untuk menulis kembali terbuka lebar setelah pengumuman resmi beasiswa Monbukagakusho untuk S2 di University of the Ryukyus (Ryudai) diberitahukan kepada saya. Saya menunggu hal ini sebelum mempublish hal ini agar apa yang saya tuliskan ini akan sinkron dengan apa yang saya lakukan dan saya dapatkan.
Insya Allah, dalam tulisan kali ini saya akan mencoba share pengalaman pribadi langkah-langkah yang saya tempuh untuk bisa mendapatkan beasiswa studi S2 ke Jepang dari pemerintah Jepang melalui Monbukagakusho (MEXT). Langkah-langkah yang saya tempuh sifatnya fleksibel dan relatif. Bagi sebagian orang mungkin akan terkesan mudah, namun bagi sebagian lainnya mungkin cukup ribet. Silakan di”saring” sendiri manfaatnya ya, kemudian aplikasikan dengan cara teman-teman sendiri yang mungkin lebih baik dari cara saya.
Tulisan ini akan terbagi menjadi beberapa bagian, karena saya berusaha menerangkan sebaik mungkin langkah-langkah yang saya lakukan untuk memperjuangkan impian ini. Mohon maaf jika kemudian rekan-rekan sekalian mendapatkan kata-kata atau kalimat atau hal lain yang kurang berkenan di dalamnya, semoga bisa dimaklumi.
Bagaimana Semua Bermula…
Sekembalinya saya dari Jepang bulan Agustus 2008 silam untuk mengikuti program pertukaran pelajar IPB-Jepang (student exchange) di Utsunomiya University (selanjutnya saya beri nama U-Dai) selama 1 tahun (2007-2008), saya mulai berpikir bahwa menuntut ilmu di negeri orang merupakan salah satu kesempatan yang sangat berharga dan tak boleh disiakan, dan saya yakin menjadi impian banyak orang.
Namun, saya juga menyadari bahwa untuk bisa kuliah di luar negeri hambatan pertama yang pasti dipikirkan oleh banyak orang adalah: BIAYA! (Bagi yang gak punya masalah dengan biaya maka cukup di sini aja baca tulisannya😛 hehehe).
Maka saya mendaftar alternatif paling mungkin untuk menjawab problem di atas, yaitu:
1. Menikah dengan akhwat anak orang kaya yang kedua orang tuanya sudah tua renta dan penyakitan serta akhwatnya itu anak tunggal… dengan harapan dapat kecipratan warisan (Na’udzubillah…kalo jalan ini mah selain susah dan kurang ajar betul… juga niatnya jadi gak bener hehehe…)
2. Ikut sayembara berhadiah jutaan rupiah seperti iklan di TV… (Tapi ini kayaknya juga nantinya malah kurang berkah… :p)
3. Buat rakit sendiri kemudian pergi berlayar ke Jepang… jadi imigran gelap, terus daftar masuk ke universitas… (Gedombreng… ini cara yang paling salah… selain bakal susah bin sulit… juga belum tentu sampai ke Jepang… :p
4. Nah, yang paling serius adalah… ikut seleksi beasiswa🙂.
Kita langsung abaikan alternatif 1-3… dan langsung fokus ke no 4!
Banyak beasiswa yang tersedia untuk membantu kelancaran studi S2 ke Jepang. Baik dari pemerintah Jepang (Monbukagakusho) atau juga dari Swasta, misalnya perusahaan Jepang. Setiap pemberi beasiswa memiliki tata cara seleksi yang berbeda-beda. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui secara detail ketentuannya masing-masing.
Sepulang dari Jepang saya masih menyisakan 1 tahun akhir di IPB yang belum kelar, alhasil saya menjadi salah satu dari sedikit mahasiswa “tua” yang masih berkeliaran di kampus, pusing mikirin sisa kuliah, penelitian, dan ngejar-ngejar dosen untuk segera seminar dan sidang skripsi. Selama waktu itu, saya mempersiapkan banyak hal untuk mengejar kesempatan studi S2 ke luar negeri.
Saya berpikir, lulusan S1 di negeri ini sudah begitu banyak, saking banyaknya lulusan S1 seolah gelar sarjana strata satu itu dah gak terlalu berarti di negeri ini. Buat nyari kerja aja susah banget. Kadang gak tega membayangkan bagaimana teman-teman yang hanya punya kesempatan lulus SMA waktu mencari kerja. Dari sana saya berpikir bahwa agar bisa menjadi manusia terhormat dunia-akhirat… maka salah satu yang bisa dilakukan adalah menjadi orang yang memiliki ilmu a.k.a ilmuwan hehehe.
Meski teman saya punya pendapat sendiri bahwa menjadi entepreuneur adalah salah satu jalan lainnya untuk menjadi terhormat dunia-akhirat. So… it’s up to you, what you want to become.
Sambil kuliah di semester 9 dan 10 IPB dan juga melakukan penelitian untuk skripsi, saya menyempatkan untuk mencari info sebanyak-banyaknya tentang kemungkinan adanya tawaran seleksi beasiswa. Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan internet terus ketik… http://www.google.com… terus obrak-abrik di sana sini. Memang cukup sulit mencari info yang tepat kalo kita hanya mengetikkan keyword: “beasiswa”… akan ada lebih dari 7.790.000 kemungkinan hasil searching.
Kalo pake keyword: “scholarships”… akan kita temukan lebih dari 31 juta kemungkinan… tepar-tepar dah…😛
So, kuncinya adalah… “spesifikkan impian dan tujuanmu”
Sebelum saya mencari melalui google.com, sebelumnya saya sudah menkerucutkan tujuan yang ingin saya cari. Yaitu:
1. saya ingin kuliah S2 di eropa dengan negara tujuan Jerman dan beasiswa yang paling mungkin adalah melalui DAAD Jerman atau ikut Erasmus Mundus
2. saya ingin kuliah S2 di Jepang dengan dua kemungkinan, yaitu: balik ke U-Dai atau cari universitas lainnya.
Dua hal itulah yang kemudian membantu saya mencari apa yang saya inginkan melalui Google.com…
So… insya Allah kita lanjutkan tulisan ini di kesempatan yang lain ya insya Allah…
“The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams” (E. Roosevelt)

23 thoughts on “A Road to Dreams: Pedoman Melanjutkan Studi S2 di Jepang (Bagian 1)

  1. lanjutkaan!!!

    hmm, itu impian antum gak kurang ya ka
    kalo gak salah, bukannya S2 ke jepang sekalian istrinya diboyong…
    mbanya ntar gimana ka?
    ikut S2 juga tah???

    Semoga selalu bisa berbagi hikmah dari tiap perjalanan antum

  2. Maaf baru sempat baca commentnya.
    Well… itu tergantung dari setiap program Erasmus Mundusnya. Karena setiap program EM punya panitia sendiri dengan syarat-syaratnya sendiri. Teman saya saat ini tengah menempuh S2 EM langsung setelah lulus S1-nya kemarin. Langsung tanpa ada jeda harus kerja 2 tahun dahulu.

  3. menginspirasi sekali mas,,,,
    bagus buat memacu kami2 ne,,,,,,,,,
    d tggu kelanjutannya mas,,,,
    tpi fbnya kebnyakn tmennya jd ga bsa add mas,,,,,
    mhn sgra d prbaki,,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s