A Road to Dreams: Pedoman Melanjutkan Studi S2 ke Jepang (Bagian 4 – FINISHED)

Bissmillah… melanjutkan tulisan bagian 3 yang terpotong sebelumnya.

Bagian 4 ini saya akan share tentang pengalaman wawancara saat mendaftar program beasiswa Monbukagakusho (MEXT) 2010 melalui jalur U to U.
Pada tulisan bagian 3, saya telah menceritakan sedikit mengenai proses pemenuhan syarat-syarat administrasi serta pengirimannya. Nah bagian ini merupakan tahap berikutnya setelah berkas kita semuanya telah lengkap dan dikirim ke Jepang.
Wawancara pada jalur U to U akan dilakukan langsung oleh calon sensei / professor kita. Baik melalui telefon, chatting, maupun E-mail. Calon sensei biasanya akan memberitahukan kapan wawancaranya akan dilakukan melalui E-Mail terlebih dahulu. Kemudian beliau akan memberitahukan melalui apa wawancara akan dilakukan.
Jika wawancara akan dilakukan melalui telefon, maka bersiaplah menyiapkan telefon/HP dalam kondisi optimal, jika melalui chatting, maka siapkanlah pula koneksi internet yang baik, jika melalui E-Mail maka siapkan pula kemampuan membalas email dengan cepat dan baik.
Ada pernah kejadian seorang kakak kelas bercerita bahwa ada rekannya yang akan melakukan wawancara dengan Professornya melalui jaringan telefon. Sayang seribu sayang, sinyalnya putus-putus, hingga akhirnya Professornya memutuskan pembicaraan sebelum wawancara selesai… dan ia gagal diterima.
Wawancara yang saya lakukan adalah melalui E-Mail. Professor saya meminta saya untuk stand by pada jam 8.00-10.00 pagi waktu Jepang, atau jam 6.00-8.00 waktu Indonesia. Maka saya menyiapkan seluruh perlengkapan yang diperlukan, seperti laptop, modem, dan nuansa sekitar saya yang fresh agar ketika wawancara nantinya saya dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
Ba’da subuh saya sudah stand by di depan laptop sambil menunggu wawancara yang dilakukan melalui E-Mail. Sempat ketar-ketir juga kalo proses wawancara yang sedikit gak lumrah ini akan terkendala oleh jaringan internet di Indonesia yang kadang bisa menjadi sangat lambat.
E-Mail pertama saya terima yang isinya menanyakan apakah saya sudah siap untuk wawancara atau belum. Segera saya me-reply-nya secepat mungkin dan menekan link, Send.
Tak lama kemudian wawancara dilakukan. Pertanyaan diajukan satu persatu, dan satu persatu pula saya membalasnya dengan cepat. Pertanyaannya adalah seputar diri saya dan tujuan ke depannya. Misal:
1. Tell me about yourself,
2. Why do you want to study in Japan ?
3. What is your expectation after graduation ?
4. Can I expect you to do your best during your master course so that you can continue to doctoral degree ?
hingga ke pertanyaan yang lebih rilex, seperti:
1. Do you like Sushi ?
2. So, you have married and want to bring your wife with you?
3. Have to taste Gyoza in Utsunomiya ?
dan lainnya.
Wawancara dilakukan tidak lama, sehingga terkesan bahwa wawancara yang saya lakukan waktu itu sekedar formalitas saja, Wallahu’alam.
Keesokan harinya Sensei memberitahukan bahwa beliau sudah mengirimkan surat ke Monbukagakusho (MEXT) dan meyakinkan saya bahwa biasanya tidak akan menjadi kendala untuk mendapatkan beasiswanya. Dan saya diminta untuk bersabar hingga ada pengumuman resminya.
Saya baru memperoleh informasi tentang kepastian Monbukagakusho pada awal Juli 2010 dan mendapatkan dokumen resmi melalui Pos seminggu kemudian. Dokumen tersebut digunakan untuk mendapatkan VISA ke Jepang.
Well, that’s all. Sederhana bukan? Dari tulisan bagian 1 hingga 4, saya telah berusaha menjelaskannya sesederhana mungkin langkah yang saya tempuh untuk mendapatkan beasiswa MEXT melalui jalur U to U. Ini hanyalah salah satu cara yang bisa dilakukan, rekan-rekan mungkin akan menemukan cara yang lainnya.
Pengurusan VISA
 
Pengurusan VISA dilakukan di Kedutaan Jepang atau Konsulat Jepang. Kebetulan wilayah yurisdiksi pengurusan VISA saya harus dilakukan di Kedutaan Jepang yang terletak di wilayah Thamrin, Jakarta. Karena jalur yang saya tempuh adalah U to U maka saya harus mengurus semuanya sendiri, berbeda dengan jalur G to G yang biasanya akan diuruskan.
Formulir yang harus disiapkan adalah:
1. Surat resmi penerimaan (Letter of Acceptance / LOA)  dari Universitas / Professor  di Jepang beserta fotokopinya (2-3 copy)
2. Foto ukuran 4,5 x 4,5 cm, 3 x 4 cm , 4 x 6 cm (bawa secukupnya dan sebagai cadangan)
3. Fotokopi seluruh berkas yang kita kirimkan ke Jepang saat mendaftar (2-3 copy)
4. Passpor asli dan fotokopinya
5. KTP asli dan fotokopinya
Setibanya di kedutaan Jepang, awalnya saya kira akan mengurus di loket pengurusan VISA setelah mengambil nomor antrian dari mesin. Ternyata setelah beliau mengetahui bahwa saya adalah penerima beasiswa MEXT, saya diminta oleh petugasnya untuk menuju lantai dua ke ruangan Perpustakaan.
Di sana sudah ada beberapa orang yang juga tengah mengurus VISA, namun kebanyakan dari jalur G to G yang datang untuk konsultasi.
Petugas yang mengurusi VISA sangat baik dan sangat jelas menerangkan apa yang perlu saya lakukan. Hati-hati mendengarkan instruksi pengisiannya, soalnya kalau salah ngisi padahal sudah diberitahukan oleh petugas itu… wah siap-siap kena tegur dengan bahasa yang baik namun tajam, mendalam, menusuk hati. Beberapa orang yang berdiri mengantri di depan saya menjadi buktinya… so please pay attention.
Saya diminta mengisi form VISA dari MEXT dan menyiapkan berkas yang harus saya serahkan ke bagian itu (fotokopi berkas lengkap yang pernah kita kirimkan ke Jepang sebelumnya). Setelah itu barulah kita diminta mengurus VISA di lantai 1.
Alhamdulillah… untuk penerima beasiswa MEXT, biaya VISA-nya digratiskan🙂. VISA akan selesai dalam waktu maksimal 4 hari kerja🙂. Misal saya mengurusnya Senin, Kamisnya sudah bisa diambil. Perlu dicatat pengurusan VISA dilakukan pagi hari jam 08.00-12.00 WIB. Siang hari hanya untuk mengambil VISA dan tidak bisa untuk mengurus VISA.
Well done…
Tulisan berikutnya saya akan sedikit membahas seputar pertanyaan yang muncul setelah saya menulis bagian 1-3.
Question and Answer (Q & A)
1. Apakah surat rekomendasi harus dari rektor universitas? Apakah bisa dari yang lain?
Tidak harus. Tergantung kebutuhan. Namun akan sangat baik jika memiliki surat pengantar dari rektor tempat kita menuntut ilmu. Mengapa demikian? Karena jika menggunakan jalur U to U, maka kita perlu menyadari bahwa program ini adalah program antar universitas, dimana rektor (president) dari univ. di Jepang mengirimkan kita surat penerimaan dan akan baik apabila rektor universitas kita yang memberikan surat pengantar bagi kita.
Masalahnya terkadang untuk mendapatkan surat dari rektor atau pejabat penting di kampus termasuk dekan fakultas tidak mudah juga. Pengalaman saya dan beberapa orang, pejabat penting kampus itu tidak mau memberikan rekomendasi karena mereka tidak kenal kita. Dan itu merupakan hal wajar yang harus kita terima. Soalnya, pemberi rekomendasi akan “terikat tanggung jawab” oleh surat rekomendasi yang ia berikan nantinya kepada universitas di Jepang tentang diri kita. Oleh karena itu, biasanya surat rekomendasi hanya diberikan oleh orang yang saling mengenal. Misalnya dosen pembimbing.
Apabila pihak Jepang tetap meminta kita mendapatkan surat rekomendasi dari pejabat di kampus, sementara pejabatnya tidak kenal kita bagaimana dong? Trik yang bisa dilakukan adalah meminta bantuan dosen pembimbing atau dosen senior di jurusan kita untuk mengkomunikasikannya ke pejabat kampus yang dimaksud. Dan ini yang saya lakukan, dan Alhamdulillah berhasil.
Bisa. Rekomendasi tidak harus dari pejabat kampus, bisa juga dari atasan tempat kita bekerja, pejabat terkait aktivitas kita, yang penting beliau mengenal kita dengan baik.
2. Bagaimana mencari informasi tentang kemungkinan adanya kesempatan mendapat beasiswa Monbukagakusho (MEXT) jalur U to U atau G to G?
Di tulisan bagian 1-3 sudah saya jelaskan. Anda bisa memperoleh informasi tentang beasiswa MEXT dari situs kedutaan Jepang di Indonesia untuk jalur G to G. Sementara jalur U to U bisa Anda cari dengan browsing satu persatu situs universitasnya atau bertanya dengan kakak kelas / mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di universitas di Jepang. Mengenai prosedurnya, silakan dibaca kembali tulisan bagian 1-3.
Any Question? May be I can help to find the answer.

26 thoughts on “A Road to Dreams: Pedoman Melanjutkan Studi S2 ke Jepang (Bagian 4 – FINISHED)

  1. jazakalloh khoir,Mas..
    simple writing,but I don't about the reality and fact..

    hufft.. If I have question,I'll ask you.. Would you mind helping me.?

  2. IT'S my BIG QUESTION>
    HOW CAN I HAVE A GREAT CV LIKE YOURS???

    *Iknow your answer. 'Just Dreaming and realize it….'
    There's nothing to be laughed, if my dream can bring me to the top of the world.

    hehe.izin publish quotenya ya kak.

    terkait ini, ad satu hal yang mo dtanya.via PM yak..afwan merepotkan kak.

  3. Assalamu'alaikum mas danang. Alhamdulillah akhirnya ana menemukan web ini. ana mau berminat sekali melanjutkan S2 ke jepang mas. alhamdulillah prestasi ana di kuliah selama ini msh diatas rata-rata. ana kuliah di bidang IT (Teknik informatika) UIN Suska Riau.. yg ingin ana tanyakan
    1. apakah perlu akreditasi kampus dlam beasiswa ini?
    2. ana msh krg mengerti dgn profesor yg mau menerima di Lab nya😀. karena ana kuliah di bidang IT apakah sama dgn situasi mas danang harus memiliki recomendasi profesor agar diterima di Laboratoriumnya?
    Jazakllah khair mas sebelumnya…

    Best regard

    Sonya meitarice

  4. Terima kasih sudah singgah di Blog saya.

    1. Setahu saya akrerditasi kampus tidak diperlukan jika menggunakan jalur U to U. Namun bisa saja akreditasi kampus diperlukan jika menggunakan jalur seleksi lainnya, misal melalui seleksi dari perusahaan.

    2. Di luar negeri, dalam hal ini khususnya Jepang, setiap departemen / jurusan memiliki lab dimana mahasiswa pasca sarjana (S2/S3) berafiliasi di kampus sesuai dengan bidangnya dan pembimbingnya, termasuk IT dan bahkan jurusan sosial dan bahasa pun memiliki Lab.

    Lab yang saya maksud di sini mungkin lebih luas pengertiannya dibanding yang dipahami orang pada umumnya. Lab di sini adalah sebuah ruangan tempat profesor/pembimbing dan mahasiswa bimbingannya berkumpul sehari-harinya, berdiskusi, istirahat, dll tanpa harus memakai jas lab atau aturan resmi, dll. Untuk praktikum biasanya ada lab praktikum khusus.

    Jika antum menggunakan jalur U to U atau kadang jalur lainnya juyga, maka antum harus mendapatkan izin atau rekomendasi profesor untuk bisa diterima di lab-nya dan menjadi bimbingannya.

    Tanpa itu, antum tidak akan memiliki afiliasi bidang nantinya.

  5. assalamu'alaykum danang senpai.. salam kenal sy Arin, lulusan Arsitektur ITS '09.
    Alhamdulillah sy menemukan blog ini.. sgt menginspirasi.. terutama tulisannya yg tentang impian.. =) yeah, it's better to be beaten than give up before try..

    Tahun ini sy mencoba untuk apply monbukagakusho yg jalur GtoG dg topik proposal mengenai Disaster Mitigation, dan field yg sy ambil adalah Urban Planning. Tapi sayangnya masih blm berhasil..

    Sy berniat untuk mencoba lg dan mempersiapkan diri dg lbh baik, untuk itu bolehkah sy mnta tolong senpai untuk nge-share dokumen monbukagakusho senpai yg telah sukses lulus seleksi? Sekedar sebagai pembanding untuk cara pengisian form yg benar, sebab sy agak kesulitan & kebingungan untuk mengisi form-nya secara benar. sy rasa aplikasi yg sy kirim kmarin masih bnyak yg salah.. Jika tidak berkeberatan senpai bs mengirim k email sy: artarina@ymail.com

    jazakallah khoir.. (_ _)

  6. Mohon maaf untuk form pengisian milik saya tidak bisa saya share karena di sana terdapat data-data pribadi saya.

    Saya rasa semua petunjuk pengisian form pendaftarannya cukup jelas, tinggal mengikuti saja, bahkan ada rekan saya yang tidak mengisi dengan lengkap form-nya (misal belum punya passpor), bisa lolos. Untuk penjelasan pengisiannya ada di sini:

    http://www.studyjapan.go.jp/en/toj/toj0307e.html

    Apakah Anda pegawai/dosen di ITS? Pegawai Pemerintah? Atau pegawai di sebuah instansi/lembaga resmi?

    Salah satu prioritas seleksi G to G adalah Anda harus terdaftar di salah satu hal di atas sebagai pegawai/staf/dosen dll.

    Selain itu paling tidak Anda sudah memiliki kontak dengan profesor di jepang yang akan menerima Anda nantinya.

    Silakan dicermati kembali penjelasan persyaratan seleksi Monbukagakusho G to G.

    Ganbare🙂

  7. hmm so desu ne..daijobu desu..
    klo begitu bolehkah sy tanyakan langsung? hal2 yg sy bingungkan antara lain:
    1. Family name. Jika tdk punya family name apakah dikosongi saja atau diisi dg nama belakang?

    2. Pada isian mengenai 'term you wish to study in japan', jika qta memilih opsi 'by the end of master's degree course completion', apakah itu berarti beasiswa research student ini bs diperpanjang hingga k tahap master degree?

    3. Pada form field of study & study program, pd isian nomor 1 (present field of study), apakah qta diminta untuk menjelaskan study program qta saat d jepang atau study qta in the past?
    Isian Sy kmarin menjelaskan tentang field studi sy d jepang, tp dlm slh satu forum d internet sy pernah mmbaca bahwa yg diminta adalah penjelasan mengenai studi yg pernah qta lakukan sebelumnya. Sy jd bingung, bukankah mengenai past study sdh diminta penjelasannya pd bagian awal form aplikasi?

    4. Apakah pd form field of study senpai jg menyertakan timetable?

    jazakallah khoir atas kesediaannya menjawab…
    gomen merepotkan.. (_ _)'

    Oia sy bukan pegawai resmi/ dosen d ITS. saat ini posisi sy adalah sebagai research staff d Lab of Architectural Science & Technology d ITS.. dan sy juga belum mngontak sensei d jepang, walaupun saat ini d lab tempat sy bekerja sedang ada collaboration research dg sensei dr Kyoto university, tp karena bidang yg sy idamkan adalah urban planning, sy jd blm “mengambil langkah lebih lanjut” dg sensei dr kyoto ini (-_-)'

  8. Akan saya coba jawab, setiap tahunnya formnya ada perubahan meskipun sedikit.

    1. Family name. Jika tdk punya family name apakah dikosongi saja atau diisi dg nama belakang?

    Isi dengan nama belakang saja. Misal kalo saya family namenya: Prabowo dan nama depannya : Danang Ambar.

    2. Pada isian mengenai 'term you wish to study in japan', jika qta memilih opsi 'by the end of master's degree course completion', apakah itu berarti beasiswa research student ini bs diperpanjang hingga k tahap master degree?

    Term you wish to study in Japan itu berarti kapan kita mau mulai belajar di jepang. Jika Anda pilih “by the end of master's degree course completion” itu berarti Anda memulai studi di Jepang jika sudah selesai S2, yang berarti Anda ke Jepang untuk S3.

    3. Pada form field of study & study program, pd isian nomor 1 (present field of study), apakah qta diminta untuk menjelaskan study program qta saat d jepang atau study qta in the past?

    Present study berarti apa yang saat ini kita kerjakan terkait dengan bidang yang akan kita ambil di Jepang nanti. Misal kalo Disaster Mitigation, berarti apa yang saat ini Anda lakukan terkait dengan bidang itu. Kalo past study itu aktivitas belajar apa saja yang telah Anda lakukan selama S1. Kalo dimintanya adalah deskripsi, jelaskan saja bidang fokus utama saat S1 Anda tentang apa dan kaitkan mengapa kita mau ngambil S2 di bidang itu, misal… karena ingin mendalami bidang S1 dengan kuliah S2.

    4. Iya, saya sertakan time table dan bagan alur apa yang ingin saya lakukan di Jepang.

    Untuk point 3 dan 4… maka keberadaan calon Professor (sensei) di Jepang yang mau menerima kita sangat penting, karena beliaulah yang nanti akan membantu dalam pengisian form aplikasi ini.

    Yang saya lakukan adalah mencari Sensei dulu yang mau menerima saya, kemudian mengisi form aplikasi dan keperluan lainnya, setelah itu saya kirimkan ke Sensei untuk beliau periksa isiannya, terus beliau kirimkan kembali ke saya melalui E-Mail untuk diserahkan ke panitia seleksi.

  9. assalmualaikum….
    mas danang….
    saya mahasiswa D3 jurusan manajemen pemasaran…
    saya ingin melanjutkan study ke jepang…
    bisa minta bantuannya tentang info2 apa saja yang harus saya pelajari…
    karena jujur saya bingung mencari infonya….
    syukron.

  10. Saya rasa jika Anda membaca tulisan saya dari bagian 1-4, Anda akan mengerti apa saja yang harus dipenuhi karena saya menuliskannya secara detail. Tapi itu semua jalur untuk lanjut S2 ke Jepang.

    Anda bisa membaca tulisan saya berikutnya yang berjudul: “Persiapan umum yang diperlukan untuk Seleksi Beasiswa S2 ke Jepang…”

    namun itu juga untuk lanjut S2…

    Untuk lulusan D3 saya yakin ada jalurnya, namun mohon maaf saya kurang tahu. Silakan ke kedutaan Jepang untuk bertanya lebih lanjut.

  11. Assalamualaikum mas danang..
    sungguh besar jiwa mu mas masih mau memberikan sedikit ilmu kepada kami semua.
    mudah-mudahan ilmu tersebut bermanfaat sampai akhir hayat dan berguna bagi siapa saja.
    disini saya ingin menanyakan “saat datang ke jepang apa yang anda rasakan?” adaptasi sih pasti kan tetapi adaptasi dengan sensei, apa yang wajib kita lakukan?”
    please reply..
    thx

  12. Adaptasi dengan sensei sifatnya ya fleksibel tergantung dari kondisi yang dihadapi. Sesuaikan dengan sifat dan kemauan sensei. Biasanya dari awal kontak sensei melalui email kita paling enggak sudah punya gambaran seperti apa sensei kita nanti.

    Ada sensei yang easy going ada juga yang sangat strict, tinggal disesuaikan saja. Sebaiknya menuruti apa yang sensei inginkan selama batasan itu memang masih wajar untuk dilakukan dan tidak bertetangan dengan akidah. Karena “nasib” studi kita selama di Jepang itu sensei yang menentukan.

    Pastinya di Jepang disiplin dan kerja keras harus dilakukan. Banyak mahasiswa Indonesia yang pada awalnya kesulitan beradaptasi dengan sistem “kerja dan belajar” di lab yang kadang menghabiskan waktu > 10 jam perhari bahkan sabtu dan minggu pun tak libur. Tapi lama2 terbiasa.

  13. Assalam alaikum wr.wb.

    Hai danang,
    Saya Widi, dan banyak mendengar tentang kamu dari Pak Kaswadji, kebetulan beliau adalah pembimbing tesis master saya di IPB. tulisan kamu sangat menarik dan membantu menjawab banyak pertanyaan khususnya dari saya sendiri. saat ini saya juga sedang melamar untuk program OIMAP, dibawah lab. Prof. Hidaka. sebelumnya, saya baca Danang bisa berkomunikasi via email dengan panitia OIMAP, tapi saya kok tidak mendapatkan alamat email dari guideline yang tersedia, karena saya juga ingin menanyakan apakah mereka telah menerima dokumen saya atau belum. Apakah saya bisa mengetahui alamat email tersebut? berapa lama sejak dokumen kita diterima kemudia kita bisa mengetahui hasilnya seleksi berkasnya? apakah yang memberitahu pihak panitia atau calon prof. kita langsung? terimakasih untuk informasinya.

    Salam,

    Widi

  14. Waalaikumussalam wr. wb.

    Salam kenal Mbak Widi :)… jika masih sering ketemu dengan Pak Kas, salam hangat dari saya untuk beliau ya. Beliau sosok yang banyak membantu saya ketika di IPB dulu😀

    Oh ga ada ya? Waktu zaman saya dulu ada soalnya dibawah alamat surat panitia. Namun jika tidak adapun, Mbak widi bisa mencari alamat emailnya di situs ini: http://www.sci.u-ryukyu.ac.jp/index.php?id=336 (bahasa Jepang).

    Sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu Mbak Widi ketahui:
    Mbak Widi mendaftar OIMAP untuk program master (S2) atau program doktor (S3)?

    Utk program master (S2), nantinya ada 7 mahasiswa yang akan diterima di sini melalui beasiswa monbusho. Biasanya dari Indonesia ada 1-2 mahasiswa yang diterima dengan asal universitas yang berbeda. Untuk program doktor (S3), total mahasiswa yang akan diterima adalah 4 orang, namun yang diterima ke sini lewat seleksi OIMAP yang di internet biasanya hanya 1 orang saja, karena biasanya yang diprioritaskan untuk OIMAP program S3 ini adalah mereka yang sebelumnya sudah S2 melalui OIMAP di sini (Atau dari 7 orang mahasiswa S2 OIMAP akan diseleksi 3 terbaik untuk lanjut S3 OIMAP, sementara 1 orang diambil dari luar program OIMAP melalui seleksi).
    Dari semua ini, seleksi terpenting adalah sebelumnya sudah menjalin komunikasi dengan professor di Ryudai dan tentunya mendapat persetujuan darinya untuk bergabung dengan lab professornya.
    Jika ke sininya lewat beasiswa Dikti atau non Monbusho, biasanya otomatis akan diterima, tanpa banyak seleksi🙂

    Untuk proses pengiriman berkas dari Indonesia ke Okinawa (lewat EMS) sekitar 3-5 hari (biasanya 3 hari kerja). Nanti biasanya panitia akan menghubungi Mbak Widi jika berkasnya sudah diterima, atau mbak widi bisa juga bertanta langsung kepada mereka. Proses seleksinya ada 2:

    1. Seleksi internal kampus (untuk menentukan 7 calon potential utk S2 dan 1 calon potensial utk S3). Hasilnya tidak akan dipublish atau diberitahu, kecuali Prof yang Anda hubungi memberitahu mbak Widi mengenai hasil tahap ini.

    2. Seleksi final untuk menentukan apakah para calon yang terpilih pada tahap 1 mendapat beasiswa monbusho atau tidak. Hasil inilah yang nanti akan dipublish (dikirim lewat email dan surat resmi ke Indonesia untuk pengurusan Visa, dll) Sekitar bulan Juni atau Juli, Insya Allah.

    Semuanya akan diberitahukan lewat email panitia.

    Yang mendaftar ke Lab Hidaka sensei saat ini ada sekitar 3-4 orang termasuk Mbak Widi kabar-kabarnya :)… semoga berhasil ya Mbak🙂

  15. danang,
    terimakasih atas jawabannya yang sangat informatif,
    saya akan mencoba menanyakan langsung ke panitia di alamat yg danang berikan.
    Betul, kompetisi ini sangat ketat, menurut prof. Hidaka hanya ada 1 kursi yg tersedia. Oya?bagaimana danan g bisa tau kalau saya juga adalah salahsatu applicant?apakah diumumkan secara terbuka? Kalau boleh saya tau, dari mana saja 3 org lain tsb? Hitung hitung kekuatan saingan nih hehe. Tapi,saya cukup sadar diri kok,apalagi proposal kemaren byk yg harus diubah.
    Pak Kas juga motivator utama saya selama di ipb,juga sekarang,saya sudah tdk ketemu beliau sejak tahun lalu,kita doakan semoga beliau terus diberi kesehatan.
    Apabila ada yg didengar lg tentang info oimap tolong beritau ya.
    Terimakasih danang,salam untk keluarga.

  16. Assalammualaikum mas Danang,, saya mau bertanya, jadi di universitas manapun di jepang harus melalui serangkaian proses tersebut yah (kontak professor, dll)? kemudian apakah mas Danang tau di University mana yang mempunyai program s2 Biologi, baik itu biologi murni maupun pendidikan biologi? hitung-hitung untuk mempermudah fokus agar tidak scattered ke mana-mana mas, terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s