Ingin S2 ke Jepang? Silakan baca ini dulu sebagai wawasan :D

Bissmillah…

Note:

“Tulisan ini saya pindahkan dari blog lama saya di http://www.danangap7.multiply.com yang akan ditutup per 1 Desember 2012 nanti karena providernya menutup layanan blog multiply. Ada banyak tulisan yang mungkin perlu saya selamatkan mengingat beberapa tulisan tersebut sepertinya cukup bermanfaat jika dapat dibaca oleh orang lainnya di masa depan” (Danang, 2012) <<< efek penulisan thesis S2 kemarin :p

Berhubung akhir-akhir ini banyak yang menanyakan hal yang kurang lebih sama kepada saya:

“…Apa yang kira-kira perlu disiapkan untuk bisa mendapatkan beasiswa S2 ke Jepang…?”

Insya Allah akan saya uraikan jawabannya di sini, insya Allah.

Hajimemashou…

Persiapan yang baik adalah persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari secara matang dan terencana. Namun jika Anda baru menyiapkan sekarang-sekarang ini, insya Allah tetap bisa mencobanya.

Hal yang perlu disiapkan:

  1. Persiapan mental dan spiritual.

Jika Anda saat ini adalah mahasiswa tingkat awal (1, 2, dan 3)… maka Anda masih memiliki waktu yang sangat cukup untuk menyiapkan diri. Jika Anda adalah mahasiswa tahun terakhir atau bahkan sudah lulus… insya Allah Anda masih bisa mencoba dan mempersiapkan diri. Persiapan yang diperlukan di sini adalah terkait dengan pembentukan karakter, pola pikir, dan manajemen diri. Mungkin akan ada yang menyeletuk:

“Walah mau persiapan sekolah ke luar negeri aja repot gitu…?”

Maka saya dengan tegas akan menjawab:

“Ya tentu, agar kita tidak repot sendirinya nanti selama di sana”.

Pembentukan karakter ini penting agar setiap orang nantinya memiliki komitmen dan prinsip diri selama berada di negeri asing. Tidak melebur dan hancur, namun mampu menyerap hal-hal positif selama di sana, mengembangkannya, dan mendayagunakannya untuk hal-hal yang lebih baik nantinya.

Pembentukan karakter dan pola pikir juga bermaksud agar masing-masing orang yang ingin studi di luar negeri nantinya tidak hanya berpikir bahwa ke sana itu hanya sekedar “jalan-jalan, gengsi, menikmati budaya, merasakan berbagai musim dan lainnya”… namun agar setiap individu sadar bahwa tujuan ke negeri di luar sana adalah untuk: BELAJAR. Bahwa di balik indahnya “jalan-jalan” menikmati sakura, tebalnya salju, indahnya musim gugur, atau budaya Jepang yang sangat khas… ada sebuah tanggung jawab besar yang jauh lebih penting yaitu bagaimana bisa menyelesaikan studi dengan hasil terbaik yang bisa dilakukan. Perbedaan pola pikir dan pola kerja antara Jepang dan Indonesia…inilah Character Shock utama yang pasti akan dirasakan, namun justru jarang dipersiapkan dalam menghadapinya.

Anda bisa memulai persiapan tahap ini dengan melatih diri untuk hidup secara teratur, terencana, kerja keras dan disiplin. Di Jepang nantinya Anda mungkin akan berhadapan dengan kondisi akademis yang berbeda. Jika basis Anda nantinya adalah penelitian di Lab, bisa jadi keseharian Anda nantinya hanya akan dipenuhi dengan kegiatan di Lab yang kadang terasa monoton dan menjemukan. Dari pagi hingga malam, bahkan ketika Anda tidak ada kegiatan khusus di Lab pun… Anda akan merasakan bahwa Anda harus berada di Lab. Bahkan kadang ketika sabtu dan minggu sekalipun. Meski nantinya hal seperti ini sifatnya kondisional tergantung Lab Anda sendiri.

So… biasakan diri Anda dengan kondisi-kondisi seperti ini, kerja keras berdasarkan target dan rencana, hidup teratur (misal membiasakan membuang sampah pada tempat sampah, memisahkan sampah berdasarkan jenisnya) dan lainnya. Insya Allah itu akan sangat membantu Anda nantinya.

2.    Persiapan Kemampuan Diri / Skills

Hal pertama yang perlu disiapkan adalah: Kemampuan Komunikasi. Dalam hal ini paling tidak bahasa Inggris. Zaman sekarang berbahasa secara pasif saja tidaklah cukup, harus dilengkapi keaktifan berkomunikasi secara verbal. Dan ini tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Jika Anda punya alokasi dana untuk ikut kursus Bahasa Inggris, maka saya sarankan untuk ikut. Pilih kursus yang benar-benar bisa membantu Anda meningkatkan kemampuan Anda berbahasa Inggris. Beruntunglah mereka yang sejak SD atau SMP mendapatkan pelajaran bahasa Inggris, memahami bahwa bahasa Inggris suatu saat nanti akan sangat diperlukan, sehingga kemudian benar-benar serius mendalaminya dan mendapatkan manfaatnya sekarang.

Sayangnya banyak yang ketika SD – SMA dapat pelajaran Bahasa Inggris, namun justru main-main dan baru menyadari sekarang bahwa ternyata bahasa Inggris benar-benar diperlukan. Semoga Anda tidak termasuk di dalam kelompok orang-orang ini.

Namun cukupkah pasif dan aktif dalam berbahasa Inggris? Ternyata belum… karena rata-rata persyaratan yang diajukan oleh pemberi beasiswa saat ini biasanya mencantumkan adanya bukti resmi kemampuan berbahasa Inggris ini. Misalnya TOEFL, TOEIC, atau IELTS dengan standar skor yang telah ditetapkan oleh pemberi beasiswa. Misalnya untuk TOEFL… biasanya yang diminta adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang diakui secara resmi secara internasional dengan skor minimal rata-rata adalah 550.

Dan bagi sebagian orang hal ini memerlukan perjuangan ekstra dalam mencapainya bukan hanya mempersiapkan untuk memenuhi standar minium skor tersebut… tapi juga finansial untuk bisa mendaftar mengikuti tes-nya.

So… persiapkan yang terbaik secara matang dan terencana… jauh-jauh hari.

Apakah kemampuan bahasa Jepang diperlukan dalam seleksi? Tentang ini sifatnya kondisional dari masing-masing panitia seleksi. Ada yang tidak mensyaratkan, ada yang mensyaratkan untuk lulus tes kemampuan bahasa Jepang setelah nanti berada di Jepang, dan lain-lain. Jika memang punya basic bahasa Jepang, alhamdulillah itu akan jauh lebih baik nantinya.

Kemampuan berkomunikasi akan sangat membantu Anda nantinya dalam survival selama di Jepang. Bahkan jauh hari sebelum berada di Jepang, misalnya komunikasi dengan calon Professor.

Hal kedua adalah… persiapan skill yang sesuai dengan bidang Anda saat ini atau bidang yang akan diambil nantinya ketika di Jepang. Misalnya… Jika Anda adalah mahasiswa biologi… maka paling tidak Anda memiliki skill dalam bidang anatomi makhluk hidup. Jika nantinya kerja Anda akan banyak di Lab… Anda harus menyiapkan diri untuk dapat memenuhi ketentuan perilaku di Lab (Laboratory Manner)… dan itupun membutuhkan skill.

3. Persiapkan Proposal / rencana penelitian dan studi

Ini merupakan syarat utama yang pasti selalu ada ketika Anda ingin melamar beasiswa studi S2 ke Jepang atau negara lainnya. Tentunya dalam bahasa Inggris. Bahkan gagasan utama dalam rencana riset/studi ini bisa menjadi penentu lolos atau tidaknya Anda untuk diseleksi.

Menyusun proposal riset itu gampang-gampang-mudah. Tergantung dari masing-masing individunya. Mengenai detail penyusunan proposal riset pasti dapat Anda temukan di kampus Anda masing-masing. Jadi silakan bertanya ke dosen atau kakak kelas yang saat ini sedang menyusun tugas akhir tentang hal ini.

Yang jelas, usahakan menyusun tema proposal riset ini yang sesuai dengan bidang Lab / Prof yang ingin Anda tuju dan sebaiknya berkaitan dengan bidang S1 anda saat ini. Itu akan mempengaruhi penilaian. Dari mana datangnya ide? Dari membaca buku, jurnal ilmiah, majalah, diskusi dengan dosen atau kakak kelas, dan lainnya. So persiapkan dengan cara terbaik.

4. Persiapkan Calon Professor (Sensei) yang akan dituju

Di Jepang, kedudukan Professor atau Sensei terhadap mahasiswanya (khusunya anggota Lab-nya) itu sangat penting. Bahkan ada istilah “guyonan serius” : “Nasib studimu di Jepang itu berada di tangan Sensei”.

Hal ini wajar karena memang sensei-lah yang menjadi guarantor kita selama studi di Jepang. Jika sensei sudah mengatakan: “Oke saya akan mengundang Anda untuk studi di Lab saya”… maka insya Allah Anda sudah mendapatkan tiket untuk studi ke Jepang. Oleh karena itu carilah Prof / Sensei sejak jauh2 hari.

Bagaimana mencari sensei yang tepat? Banyak caranya, yang saya lakukan adalah mencari alamat email masing-masing sensei di situs universitasnya. Saya baca publikasi dan bidang keahliannya. Jika cocok, saya kemudian mengirimkan email beserta proposal riset yang sudah saya buat sebelumnya.

Terkadang butuh proses dan kesabaran. Saya butuh waktu 2 tahunan untuk mendapatkan sensei yang tepat. Orang lain mungkin bisa mendapatkan lebih cepat. Semuanya kondisional. Yang pasti harus diusahakan. Lebih detailnya tentang ini bisa Anda baca di tulisan saya yang berjudul:

“A Roads to Dreams: Pedoman Melanjutkan S2 ke Jepang” di Blog saya : http://www.danangap7.multiply.com

5.    Persiapkan surat rekomendasi dari dosen/universitas

Di Jepang, surat rekomendasi memiliki peran penting dalam menilai calon mahasiswa. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memiliki seseorang yang mengenal Anda dengan dekat (Dosen / Pejabat Kampus) yang bisa merekomendasikan diri Anda secara kuat ke calon Prof / Universitas / Panitia Seleksi.

Anda bisa menyiapkan diri dengan membangun hubungan yang baik dengan dosen Anda di kampus, mulai dari sekarang.

6.    Persiapkan untuk mendaftar seleksi beasiswa

Anda bisa mengikuti berbagai macam seleksi beasiswa. Selama Anda tahu info kapan pembukaan seleksi itu dibuka. Anda bisa mencari tahu di situs kedutaan Jepang, situs perusahaan Jepang (misal Panasonic, Fujitsu, Hitachi, dll), bisa dari pengumuman di kampus, diskusi dengan dosen atau kakak kelas, atau lainnya. Anda bisa mencoba cara saya yaitu nyari satu-satu di Google… meski butuh usaha ekstra juga.

Namun biasanya pembukaan seleksi diadakan akhir tahun atau antara bulan Januari-Mei. So, mulailah mencari dan mengumpulkan info dari sekarang. Setelah menemukan infonya… jangan lupa membaca seluruh ketentuan syarat detailnya dan penuhi syarat-syarat itu tanpa kecuali. Meski kadang butuh usaha dan pengorbanan ekstra untuk memenuhinya.

Mungkin demikian gambaran umumnya yang bisa saya jelaskan. Jika ada yang kurang jelas, silakan bisa ditanyakan. Jika ada rekan-rekan lain yang ingin menambahkan, dipersilahkan juga dengan sangat. Jika ada yang keliru mohon koreksiannya.

Note Tambahan:

Saya sering sekali mendengar/membaca keluhan seperti ini:

“… saya hanya orang pelosok, IPK saya kecil, saya gak punya dana, saya orangnya kuper, saya gak bisa bahasa Inggris, saya gak punya prestasi apa-apa, saya minder, bla, bla, bla… Apa mungkin saya bisa???”

Pokoke seluruh keluhan tentang kondisi dirinya keluar. Hanya satu tanggapan yang akan saya berikan:

“Hanya Anda yang tahu jawabannya… Sesungguhnya Allah itu sesuai dengan prasangkaan hamba-Nya”

Saya bukan ingin sekedar “menyindir”… namun berusaha menyadarkan setiap orang yang membaca tulisan ini dan masih memiliki pikiran seperti itu:

“Selama Anda berani dan mau mencoba, insya Allah akan ada jalan”.

Saya termasuk “alumni” orang-orang yang dulu sering tidak PD dengan kondisi diri dan selalu merasa minder dibandingkan orang lain yang “terlihat” lebih “hebat”. Padahal… tanpa saya sadari… orang-orang yang telihat “hebat” itupun memliki pikiran yang sama tentang diri saya… bahwa di mata mereka saya pun bisa “terlihat hebat”. Ternyata Allah memberikan semua orang kesempatan yang sama untuk mencoba… yang membedakan kemudian adalah niat, kemauan, dan aksi yang kita ambil setelahnya!

Jangan jadikan kondisi diri Anda sebagai alasan untuk membuat diri Anda sendiri ragu. Jangan sampai Anda memelas untuk dikasihani karena kondisi Anda itu. Tahukah Anda bahwa kebanyakan orang jatuh bukan karena orang lain… tapi karena dirinya sendiri yang menjatuhkan. Mengeluh gak akan menyelesaikan masalah. Cari solusinya, karena Allah memberikan masalah sepaket dengan solusinya. Syaratnya adalah mau mencarinya atau tidak.

Jangan mendramatisir keadaan Anda dan… please jangan lebay !! No offense…🙂

Hehehe… Ganbare…

“Man Jadda wa Jadda… Siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan berhasil…”

(Jazakumullah mas Ahmad Fuadi (pengarang buku 5 Menara) atas obrolan semangatnya waktu itu)

144 thoughts on “Ingin S2 ke Jepang? Silakan baca ini dulu sebagai wawasan :D

  1. assalamualaikum,,, luar biasa jejak antum kak, sungguh indah… ini jadi motivasi besar bagi ana.. jazakallah sudah membuat blog ini.. sangat bermanfaat. very wibowo (Universitas Lampung agroteknology 11) arigatho gozaimas

      • Assalamu’alaikum mas danang. Thanks a lot atas untaian-untaian semangat dan motivasi untuk beasiswa jepangnya di blog ini.Saya suka kata-kata ini “Allah memberikan semua orang kesempatan yang sama untuk mencoba… yang membedakan kemudian adalah niat, kemauan, dan aksi yang kita ambil setelahnya!” apakah bisa berdiskusi via email untuk beasiswa jepang ini? jikalau boleh, saya ada keinginan dan tekad kuat untuk meneruskan studi di jepang. tp ada beberapa pertanyaan yg ingin saya tanyakan seputar beasiswa s2 jepang. thanks a lot

  2. Salaamun’alaikum. .
    kereeeen Kak!!!
    saya sudah jauh-jauh hari mencari-cari informasi terkait proses studi di jepang, terhitung 1,5 tahun yang lalu! persis seperti yang kakak paparkan!

    kalau memang “jodoh” saya disana, insya Allah menyusul kakak2 kelas yg sudah lebih dulu berangkat ke sana!

    mohon doanya ya kak!!
    salam silaturahim
    Salim

  3. Kang Danang,
    Apakah tidak ada referensi prof. Untuk T.Industr di sana. Untuk bahasa apakah saya harus kursus lagi untuk mendapat sertifikatnya TEFL/IELTS?mohon di bantu Kang.
    Terima kasih atas waktunya Kang.

    • Saya sendiri tidak punya referensi Professor bidang Tk. Industri. Sehingga Anda harus mencoba mencarinya secara mandiri melalui situs universitasnya masing2 (Anda bisa mulai lewat Google, misal: University of Tokyo, atau List of University in Japan… dll). TOEFL adalah syarat standar yang saat ini hampir selalu ada dalam seleksi beasiswa. Jika memang diperlukan untuk ikut kursus silakan ikut kursus utk dapat sertifikat TOEFL yang resmi.

  4. Pingback: Don’t dramatize your situation anymore.. « Handrie Noprisson

    • Saya sendiri tidak punya referensi Professor. Anda bisa mencari secara mandiri dengan mengunjungi berbagai website universitas di Jepang satu persatu dan kemudian mencari Professor yang sesuai dg bidang Anda. Anda bisa google situs2 tersebut.

      • terima kasih akhi danang,
        sebenarnya saya adalah mahasiswa baru semester 1, kuliah di teknik nuklir, impian saya adalah bisa ke kuliah pascasarjana di Jepang sekaligus mengunjungi reaktor2 nuklir di sana.

        saya ragu dengan kemampuan saya akhi.
        saya sempat membaca bahwa, “kalau mau mendapatkan hal besar, maka lakukanlah hal yang besar”.
        bagaimana akhi supaya saya bisa melakukan hal yang besar tersebut?
        terima kasih sebelumnya akhi Danang.

    • Setelah nemu Professornya, kontak beliau apakah bisa bergabung dengan Lab-nya. Biasanya Professor akan minta rencana studi atau rencana riset kita seperti apa. Jika menurut beliau oke, maka kita bisa bergabung dg lab-nya. Namun kadang E-Mail kita tidak digubris dll.

      TAPI… mencari Professor itu hanya salah satu langkah saja. Berikutnya yang harus dipikirkan setelah professor sudah positif mau nerima kita, adalah mencari beasiswanya. Jadi harus ikut seleksi lagi. Tidak berlaku otomatis dapat Professor akan dapat beasiswa. Tidak selalu demikian.

      • asslalamu’alaikum mas danang
        sy minta saran untuk menghubungi prof masako ema watanabe di nagoya univ. sy sudah cari di web resmi nagoya gak ketemu googling juga gak ketemu. barangkali mas danang ada cara yang lain?

  5. Maksudnya kontak prof itu terus gabung lab itu gmn ya? Hasil riset apa ya? Saya sekarang baru sem1 jurusan international business management. Apa prosedurnya sama?

    • Karena Anda masih tingkat 1 kuliah, maka akan ada banyak hal yang mungkin belum Anda pahami dan akan mulai Anda pahami seiring dengan berjalannya kuliah S1 Anda.

      Kontak professor yang saya maksud adalah mencari Professor yang bersedia menjadi pembimbing kita selama S2 nantinya di Jepang yang sesuai dengan bidang keahlian Anda (Anda akan menjadi anggota laboratorium yang dia pimpin).Yang saya maksud dengan hasil riset adalah, hasil riset selama Anda kuliah S1 (skripsi) nanti sebaiknya sesuai dengan bidang S2 yang akan Anda masuki (Proposal Riset S2).

      Umumnya mahasiswa asing yang lanjut S2 ke Jepang basis S1-nya adalah Sains dan Teknologi. Bidang sosial dan ekonomi ada juga, namun mungkin tak sebanyak bidang sains / teknologi / teknik.

      Prosedur ke Jepang yang saya uraikan ini hanyalah prosedur umum yang biasanya perlu ditempuh, namun prosedur khususnya tergantung masing2 panitia seleksi beasiswanya, misal ada tes tulis, TOEFL, wawancara, presentasi, syarat minimal IPK, dll… masing2 berbeda tergantung seleksi mana yang Anda daftar dan ikuti.

  6. assalamualaikum mas danang untuk U to U monbu harus memang ada kerjasama ya sama univ nya?, soalnya kampus saya kerjasamanya sama univ2 yang ada di eropa aja. terima kasih

    • Saya rasa pengertian U to U bisa lebih luas lagi, tidak hanya dalam bentuk kerjasama antar universitas. Saya rasa pengertian program U to U itu lebih kepada prosedurnya. Dalam U to U seleksi langsung dilakukan / dibuka oleh Universitas di Jepang tanpa melalui proses seleksi di kedutaan Jepang. Sementara G to G biasanya seleksi dilakukan lewat kedutaan Jepang.

      Jadi jika Anda ingin menempuh proses seleksi U to U ini, maka Anda perlu mencari info universitas mana saja di Jepang yang sedang membuka seleksi ini dan kemudian mendaftar.

  7. asslmkm,,
    trmksih bnyk, infox sgt membantu,,
    sy sgt ungin bs melanjutkan S2 ke jepang, tp sayangnya keinginan ini baru ada setelah sy lulus sarjana, shg sy merasa sedikit terlambat, apalagi kemampuan bhs inggris sy yg sy rasa krg memadai,, sy mohon saran, apakah kendala yg sy paparkan di atas dapat menghambat keinginan saya S2 di jepang??

  8. Halo Kak Danang, salam kenal
    terima kasih atas tulisannya dan beberapa tulisan lain di blog kakak, jujur saya sudah berulang kali membacanya, sangat membantu dalam usaha saya untuk mengejar bisa studi di Jepang, apalagi ketika semangat saya Jepang sedang down blog kakak sungguh inspiratif.
    Baru2 saja saya mendapat balasan dari seorang professor di Ryukyus University, dalam emailnya beliau welcome untuk saya bergabung di labnya. ada beberapa hal yang jika boleh ingin saya tanyakan ke kakak, apa bisa saya menghubungi kakak via email?
    terima kasih atas perhatiannya.

  9. Bismillah,
    Mas Danang, Baarakallahu fiikum.
    Beberapa kali saya mengulangi membaca artikel jenengan yang satu ini. Yang ingin saya tanyakan, apakah mas danang sudah mulai mengontak Profesor Lab sejak tahun ke-3? Karena saya baca CV mas Danang, jenengan lulus tahun ke-5, sementara di artikel ini dikatakan butuh 2 tahunan untuk memperoleh sensei yang cocok.
    Saya sekarang tingkat ke-2 dan alhamdulillah sudah mulai melaksanakan sedikit demi sedikit apa yang jenengan sarankan. Untuk sementara, saya juga sudah menentukan Universitas impian saya di Jepang, berikut lab dan profesornya. Saya sudah mulai baca-baca jurnal beliau. Yang ingin saya tanyakan, apakah perlu saya mengontak beliau mulai dari sekarang? Mengingat saya sudah mempunyai alamat email beliau dan terhubung juga di jejaring Research Gate.
    Jazakumullah khair.

    • Saya mulai tergugah untuk mencari Professor sejak tahun pertama kuliah saya di IPB. Prosesnya lama karena waktu itu saya tidak kenal orang yang bisa saya tanya mengenai prosesnya seperti apa. Sehingga saya mulai dari nol semuanya. Misalnya mulai mencari tahu gimana ya kira2 bisa dapat kontaknya Professor, gimana menyusun kalimat dan kata2 yang pas (saya selalu khawatir E-Mail saya ditolak gara-gara bahasa Inggris saya yang kacau), gimana daftar beasiswa dan lainnya… zaman saya kala itu… info mengenai beasiswa dan cara2nya tidak semudah sekarang didapat, karenanya… proses saya cukup lama untuk dapat Professor dan Beasiswanya… karena jalan yang saya tempuh adalah Trial and Error… coba-coba banyak hal…

      Di tahun ke-3 kuliah saya, Allah memberikan jalan kepada saya untuk ikut program Exchange ke Jepang lewat IPB. Dari situ baru saya mulai terbuka tentang studi di Jepang itu seperti apa dan bagaimana langkah-langkahnya. Tahun 2008 saya kembali ke tanah air (IPB) utk menyelesaikan studi S1 saya, dan dari bekal pengetahuan sebelum dan saat berada di Jepang saya mulai mencari Professor yang cocok dengan bidang saya nantinya. Saya lulus IPB di tahun ke-5 saya (1 tahun di Jepang). Dan selama itu ada banyak sekali Professor yang saya hubungi. Ada yang menolak, ada yang gak balas emailnya, ada yang mau menerima tapi ternyata gak ada beasiswanya dan macem2… jadi… mendapatkan Professor itu hanya salah satu syarat/langkah saja untuk studi ke Jepang… ada banyak hal lain yang perlu dipenuhi… misal mulai dari kelengkapan berkas, syarat akademis, lulus ujian masuk (misalnya di beberapa universitas di Jepang ini salah satu syaratnya)… dan paling penting… ada / lulus seleksi BEASISWA-nya… karena gak otomatis dapat Professor di Jepang juga otomatis dapat beasiswa kuliahnya.

      Saran saya… Antum bisa coba mulai kontak, belajar membangun komunikasi dan jaringan, sambil nyari beasiswanya, mulai dari sekarang🙂

      • baarakallahu fiikum,
        senang rasanya bisa mendapat sharing dari mas Danang meskipun belum pernah berjumpa sama sekali.
        kalau untuk membangun komunikasi sejak sekarang, apa iya sudah harus bicara mengenai research plan? Sementara saya masih tingkat ke-2. Kira-kira bahasan apa yang perlu dan pantas saya bangun sejak sekarang ini?
        mohon maaf banyak bertanya.

      • Tidak harus membicarakan research plan, tapi bisa dimulai dengan keinginan atau ketertarikan antum terhadap bidang si Professor. Namun memiliki research plan itu perlu karena cepat atau lambat Professor akan menanyakan. Kebanyakan Professor gak punya banyak waktu untuk basa-basi dan pengennya to the point. So sebisa mungkin segera temukan minat Anda dan mulailah banyak2 membaca berbagai literatur terkait bidang Anda itu. Jangan menunggu tk 3 atau 4 utk memulai membuat proposal riset, sebisa mungkin dari sekarang.

      • baarakallahu fiikum,
        semoga Allah Ta’ala memberkahi setiap jejak mas Danang,
        Insya Allah saya berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan impian-impian ini, mohon doa’nya juga semoga Allah mudahkan langkah saya.
        Sekali lagi terima kasih mas Danang,
        Jazakumullahu khair

  10. Assalamu’alaykum.
    K’Danang, saya ingin bertanya, bila mendapatkan email penolakan dari seorang Professor, apakah kita harus membalasnya lagi atau tidak perlu?
    Terima kasih sebelumnya kak.

    • Waalaikumussalam wr. wb.
      Dua-duanya bisa dilakukan. Tidak wajib membalas email tersebut.
      Namun, sekiranya bisa membalas E-Mail beliau dengan tujuan mengucapkan terima kasih telah membalas email dan memohon maaf sekiranya telah merepotkan tentu akan lebih baik. Paling tidak kita menunjukkan etika yang baik sebagai orang Indonesia.

  11. Assalamualaikum..
    perjalanan pendidikan mas danang emang 2 jempol deh. jadi salah dsatu inspirasi buat sy, senang rasanya bisa hubungin langsung walaupun lewat cyber hehe,,
    sy berminat sekali ms untuk melanjutkan kuliah di jepang khususnya, sekarng sy lg memenempuh s1..
    mau tanya nih mas, kalau untuk fakultas ekonomi bisnis ada tdk ya program beasiswa dijepang , manajemen terutama..
    setelah membaca postingan, jd tambh yakin.. untuk soal beasiswa insyaallah sy persiapkan matang2 dg niat yg benar2..
    thanks a lot before…

    • Waalaikumussalam wr. wb.

      Terima kasih atas apresiasinya.
      Untuk detail jurusan yang ada di Jepang, Anda bisa melihat infonya langsung dengan mengunjungi situs masing2 Universitasnya. Karena saya sendiri kurang hapal mengenai hal ini.
      Jepang memang mengutamakan jurusan berbasis sains dan teknologi, namun tidak menutup kemungkinan untuk jurusan berbasis sosial dan ekonomi juga ditawarkan untuk mahasiswa asing.
      Silakan mulai google saja ya.

      • syukron ms, bantu doa y ms, semoga ane juga bisa sampai ke negeri matahari terbenam itu..hehe
        jazakallah..

  12. assalamu’alaikum.
    wah kagum saya ama mas danang, benar2 mengagumkan. saya sangat termotivasi dengn perjalanan jejak mas danang. semoga ini awal untuk membuka lagi semangat melanjutkan kuliah ke luar negeri.
    wassalamu’alaikum.

  13. Kak Danang,perkenalkan saya Aji.
    Terima kasih artikel yang kak Danang tulis.itu sangat inspirational sekali..
    Apakah ada email atau facebook yang bisa dihubungi?karena saya salah satu scholarship hunter dan ingin sekali sharing dan berdiskusi dengan kak Danang..(jika tidak keberatan)

  14. Selamat tahun baru mas danang..🙂
    saya lulusan s1 teknik informatika. saya punya pertanyaan seputar proposal penelitian untuk apply beasiswa di jepang. Saya sudah lihat judul2 thesis alumni di hokkaido univ. jepang utk graduate school computer science. Dan judulnya menurut saya aneh2/unik2. Misal salah satu judulnya “Implementation and Extension of Distinctive Pattern Mining from Segmented Database Sequences Based on LCM-ZDD Method” atau “A Study on Basic Operations of Fuzzy Multisets Based on Homomorphisms”, menurut saya agak sulit untuk kepikiran judul2/topik seperti itu tanpa sebelumnya mengikuti perkuliahan di program graduate tsb karena level subjek/materi perkuliahannya saja sudah beda.

    Pertanyaan saya adlh apakah saat kita buat proposal penelitian topiknya/judulnya harus sudah se-detail itukah? atau kita hanya perlu buat proposal secara garis besarnya saja?
    Mohon pencerahannya. Terima kasih.

    • Jika bisa detail akan lebih bagus. Tapi jika tidak, rencana riset secara garis besar juga saya rasa tidak apa2. Nanti jika ada Professor yang sudah positif mau menerima di lab-nya, biasanya akan beliau arahkan secara lebih detail selama proses komunikasi. Oleh karenanya semua komponen diperlukan dalam aplikasi studi ke Jepang: Proposal riset / rencana study, ada calon Professornya, dan ada dana untuk kuliah (beasiswa/biaya sendiri/lainnya).

      Sebenarnya, perkuliahan mahasiswa master / doktor di Jepang tidak memberikan materi yang mendalam (paling tidak dalam kasus saya), semua kuliahnya sangat umum sekali dan hanya 2-5 kali pertemuan saja selama 1 semester. Selebihnya kita sendiri yang harus inisiatif belajar secara mandiri secara mendalam. Karena tugas mahasiswa S2 apalagi S3 sudah spesifik lagi, yaitu mempersiapkan diri untuk menjadi peneliti.

  15. Salam kenal mas Danang, saya Anton.
    Terima kasih atas tulisan inspiratifnya mas.
    Saya juga sedang hunting beasiswa ni buat monbusho 2013 dan sekarang masih survei jurusan apa yang menarik dan sesuai dengan minat/jurusan saya.
    kiranya kalau Mas Danang ga keberatan saya mau minta tolong dikirimkan salinan proposal/study plan yang pernah mas buat. Pastinya akan sangat membantu saya nantinya kalau sudah dalam tahap penyusunan proposal.
    Alamat email saya nio_blessed@yahoo.com
    Terima kasih atas perhatiannya.

    • Salam kenal kembali.
      Terkait dengan riset plan, sifat dari riset plan itu sangat spesifik dan biasanya tertutup, karena berkaitan dengan ide dan gagasan baru sebuah penelitian atau ada ikatan kontrak proyek penelitian yang sifatnya harus dirahasiakan hingga proses penelitiannya selesai. Oleh karenanya saya sendiri tidak bisa membagi salinan proposal/study plan saya tersebut karena saat ini penelitiannya sedang berjalan.

      Namun intinya, proposal riset itu adalah rencana penelitian yang ingin Anda jalankan nantinya di Jepang (Ada pendahuluan, kira-kira apa yang diharapkan dari penelitian itu dan apa saja metode yang ingin ditempuh untuk penelitian itu termasuk alokasi waktu, biaya, dll dan diakhiri dengan pustaka), jika Anda sudah pernah membuat rencana/proposal riset di S1 maka kurang lebih seperti itu hanya saja dalam bahasa Inggris.

      • Wah saya tidak kepikiran ternyata riset plan sifatnya dirahasiakan. Mohon maaf sebelumnya.🙂
        Tapi dari penjelasan mas saya sudah ada gambaran apa saja yang harus saya tulis di proposal nantinya. Terima kasih banyak.

  16. subhanallah..
    mas kalau buat yang student exchange itu gimana? saya juga kuliah di IPB tingkat 1. saya juga sudah melihat video mas yang luar biasa itu..
    mohon penjelasnnya mengenai student exchange mas, terimakasih🙂

    • Bisa dicoba apply. Meski sebaiknya antara S2 dan S1 masih satu bidang.
      Saya pernah coba apply S2 dg bidang yang berbeda dengan S1 saya, (S1 saya basisnya Biologi Laut, dan waktu itu saya coba apply S2 dengan bidang penginderaan jarak jauh kelautan, masih satu tema, yaitu kelautan) tapi nyatanya gak berhasil. Professor yang saya hubungi kebanyakan menolak menerima saya karena khawatir nantinya saat S2 saya akan mengalami kesulitan dalam belajar.

  17. assalaamualaikum ka danang
    saya haya itk 49, salam kenal..
    terimakasih untuk kisah-kisah dan tipsnya..
    saya kan masih tpb, nanti mau lanjut S2 juga ke jepang kayak ka danag
    tapi haya belum tau di itk akan bagaimana? apa saja yang akan saya pelajari dll..
    minta infonya sekitar apa saja studi yang berhubungan dengan itk di S2 nanti? agarsaya bisa lebih menspesialisasinya dari sekarang..syukron.

    • Waalaikumussalm wr. wb.
      Insya Allah seiring dengan waktu perkuliahan nantinya Anda akan mengenal ITK dengan lebih baik.
      Semua bidang di ITK memiliki potensi untuk dapat dilanjutkan ke jenjang S2 dan S3. Tinggal tergantung Anda sendiri nanti minatnya kemana dan ingin menjadi apa dengan gelar S2 atau S3-nya nanti. Serta mau mencari tahu info secara mandiri untuk dapat lanjut ke Jepang.

      ITK nantinya hanya akan memberikan bekal dasar berupa keilmuan, sementara untuk dapat lanjut S2 itu sangat tergantung dari usaha Anda mandiri untuk mencari dan mendapatkannya.

  18. asalmualaikum. ka danang, saya ani. ka danang sy sring melihat video ka danang yang S2 k jepang, hal itu membuat sy tergugah untuk kuliah k jepang juga. ka, sy ini mash smester 3, jd blum tau ap”… hal ap yang pertama yg sy lakukan ya ka?mf menggangu waktu kk.

    • Jika Anda menelusuri blog ini, Anda akan menemukan tulisan yang akan menjawab pertanyaan Anda. Kalau gak salah tentang hal yang perlu dipersiapkan untuk lanjut studi ke Jepang. Silakan ditelusuri saja ya.

  19. subhanallah,, this blog really encourage me to reach my dream,, “Man Jadda wa Jada” (Negeri 5 Menara) Bismillah,, selama dijalan Allah semoga Allah juga memudahkannya.”Faidza azamta fatawakal illalllah”
    Fightiiing🙂

  20. Harapan yang sama ……….
    ingin menimba ilmu ke negeri sakura,,,,mudaH2AN karna dukungan dan motivasi dari kakak n doseN SAYA yang sudah menyelesaikan S2 N S3 NYA di jepang…..saya mampu n bisa merasakan hal yang sama……..
    Allah huakbar…………
    ga” ada kata tidak mungkin…………….

  21. Assalamu’alaikum kak, saya sebentar lagi (insya allah) mau lulus SMA, saya mulai suka jepang dan berniat untuk study dsana! Masalahnya saya ingin ngambil jurusan sastra jepang tapi orang tua saya ingin saya masuk jurusan “IT”, apakah nanti saya bisa mendapatkan beasiswa ke jepang, dan lebih baik jurusan sastra atau “IT” ! Terima kasih, dan selamat malam kak..

    • Waalaikumussalam. Saya sendiri tidak bisa menjawab hal ini. Itu tergantung dari diri Anda sendiri ingin belajar apa dan menjadi apa nantinya. Mengenai beasiswa juga tentunya tergantung dari usaha dan do`a Anda ketika mengikuti seleksinya. Semoga berhasil.

  22. Assalamualaikum Wr.Wb.
    Mas,saya masih mahasiswa s1 yang lagi nyari beasiswa buat ngelanjitin s2 di jepang insaallah.
    Yang mau saya tanyain adalah kehidupan sebagai seorang muslim di sana seperti apa ya?apa sulit?
    Thx

    • Waalaikumussalam wr. wb.
      Kehidupan muslim di sini tidak sulit, Alhamdulillah. Jepang cukup kondusif dan toleran terhadap pemeluk agama Islam. Komunitas muslim juga hampir selalu ada di banyak wilayah Jepang. Tinggal kitanya saja nanti bisa atau tidak untuk menjaga diri (misal makanan, minuman, waktu sholat atau pergaulan serta lainnya).
      Wallahualam.

  23. kang danang,,
    makasih yah info’nya😀

    jadi makin semangat belajarnya, mudah”an saya bisa juga mendapatkan kesempatan untuk belajat d jepang. amiiin ya allah

    semangaaatttttt…….

  24. Dear Mas Danang,
    Kebetulan saya juga ada keinginan untuk melanjutkan studi ke Jepang. Dan kebetulan menemukan blog dengan artikel yang informatif ini. Setelah membaca artikel yang ada di blog ini, saya jadi makin mengerti apa saja yang harus dipersiapkan untuk tujuan saya tersebut.
    Tapi ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, pertama untuk kontak ke profesor. Sebaiknya saat pertama kali mengirimkan email ke calon profesor, apakah perlu mencantumkan proposal riset atau tidak? Karena saya pernah membaca tulisan lain yang menyatakan bahwa langsung mencantumkan proposal riset itu kurang baik.
    Yang kedua, kalau boleh saya ingin meminta contoh cara penulisan study plan untuk diajukan ke calon profesor.
    Mungkin cukup sekian saja dulu, terima kasih.

    • Jika anda membaca tulisan2 saya yang lain dI blog ini maka Anda akan menemukan kalo saya menyarankan untuk langsung mengirimkan proposal riset atau study plan. tapi ya itu semua tergantung Anda sendiri. mana yang baik menurut Anda silakan diikuti.

      Contoh proposal riset atau study plab bisa Anda google saha ada banyak. Tinggal disesuaikan.

  25. Assalaamu’alaikum.
    Akh, afwan kalau pertanyaan ini terdengar klise. Saya lulusan S1 jurusan Desain Komunikasi Visual (Desain Grafis) dan scholarship hunter juga. Baru sekali gagal daftar beasiswa master ke Turki, hehe. Ini lagi coba cari-cari lagi sambil pedekate ke beberapa profesor jurusan sebelah (Teknik Informatika) yg bidangnya game technology.
    Yang saya bingung, kan bidang ilmu saya cenderung ke art, dan kebanyakan beasiswa luar negeri di negara-negara maju pemberi beasiswa (seperti Jerman, Jepang, Belanda, dll) itu priority sectors-nya teknologi dan sains. Cari beasiswa yang linier dengan bidang saya ini trus mulai dari mana ya? Bener-bener jarang soalnya. Yang Turki kemarin itu kok ya kebetulan ada (krn tipe beasiswanya yg ngasih pemerintah dengan menyediakan ratusan bidang studi dari kampus-kampus pilihan tertentu).
    Mohon saya dibantu dicerahkan.
    Jazakallah khairul jaza’.

    • Anda bisa coba nyari beasiswa yang memang spesifik untuk bidang tertentu (misal hunting di situs2 universitas di Jepang satu per satu) atau Anda bisa coba mendaftar beasiswa Monbusho di kedutaan Jepang yang sifatnya umum untuk jurusan apa saja.

      Untuk beasiswa yang Monbusho, Anda harus mencari dulu calon Professor potensial di Jepang yang mau menerima Anda sesuai dengan bidang yang Anda miliki. Setelah dapat Professornya dengan melampirkan surat resmi dari beliau (misal Letter of Acceptance/LOA) Anda bisa mulai daftar untuk seleksi beasiswa Monbusho di kedutaan Jepang yang buka setiap April setiap tahunnya.

  26. Assalamu’alaikum
    kaka danang, saya mahasiswa tingkat akhir di kampus saya. Dan saya berkeinginan lanjut untuk sekolah keluar, ada dua negara yang ingin saya tuju salah satunya jepang. Saya sudah ada beasiswa yang saya targetkan, tapi masih sedikit info mengenai beasiswa tersebut, mungkin kakak pernah tau. Beasiswa HITACHI untuk tahun 2014 apakah kakak pernah mendengar? dan jika pernah apakah pernah mengetahui kelebihan serta kekurangan beasiswa tersebut?
    sekarang saya juga masih search untuk profesornya, mohon doakan kak untuk kelancaran usaha saya
    Terima kasih

  27. oh begitu kak, terima kasih.
    saya ingin bertanya lagi, kalo kita mengkontak profesor apakah tidak apa2 menkontak yang kedudukanya associate profesor? apa harus profesornya?
    terima kasih

  28. alhamdulillah ,,,, bermanfaat sekali saya akan coba,,,,
    klo study tentang pendidikan ada g di jepang ??soalnya basic saya di pendidikan dan saya terlanjur cinta dengan pendidikan

  29. Assalammualaikum, Kak Danang
    Terimakasih banyak atas artikelnya sangat bermanfaat sekali bagi saya yang tak tahu apa-apa mengenai beasiswa.
    Perkenalkan nama saya Estu, saya saat ini masih kuliah di Jurusan Sistem Informasi yang baru mau menginjak semester 3.
    Saya ingin sekali melanjutkan S2 di Jepang nantinya untuk bekal cita-cita saya yaitu menjadi seorang dosen. Amin.
    Dari semester 3 ini saya memutuskan untuk tidak mengikuti suatu ormawa misalnya himpunan atau bem karena saya ingin benar-benar fokus terhadap akademik.
    Saya ingin bertanya apakah pengalaman/ aktivitas dalam organisasi juga mempengaruhi diterimanya beasiswa?

    • Jika berdasarkan kriteria secara umum seleksi beasiswa, tidak ada syarat seleksi yang berkaitan langsung dengan riwayat pengalaman / aktivitas organisasi, apakah Anda ketua BEM, pengurus biasa, ataupun jabatan lain di organisasi, setahu saya tidak ada kriteria seleksinya, kecuali panitianya memberikan kriteria khusus mengenai hal ini.

      Namun, pengalaman berorganisasi akan berpengaruh secara tak langsung dalam perkembangan diri Anda yang menurut saya tak kalah pentingnya sebagai bekal berinteraksi dalam kehidupan sehari2 maupun selama menjalani proses seleksi beasiswanya, misalnya bagaimana berinteraksi dengan dewan juri saat wawancara atau bagaimana bekerja dalam tim ketika nantinya berada di lab atau interaksi sosial di Jepang, misalnya saja. Skill komunikasi dan pengembangan sikap dan sifat diri inilah yang biasanya didapat dari pengalaman berorganisasi.

      Bagi saya pribadi, berorganisai adalah hal yang penting selain skill dan prestasi pribadi, terbukti sangat berguna pengalaman berorganisasi selama S1 di kampus dulu, baik dalam ruang lingkup kerja di lab, interaksi sosial dengan orang lain, ataupun ketika berada dalam tekanan dan menyelesaikan masalah2 yang ada.

  30. Assalamualaikum Danang-san, Hajimemashite,olivia desu, yoroshiku douzo ^^ saya adalah salah satu dari sekian banyak pemuda yang terinspirasi dan termotivasi dengan video motivasi dari kakak. Saya juga mulai menuliskan mimpi2 saya seperti kakak mulai saya duduk di bangku sma ^^ Alhamdulillah saya juga sudah bisa mencoret salah satu mimpi saya untuk menuju negeri sakura melalui program exchange student. Sekarang saya sudah mulai masuk perguruan tinggi di jurusan agribisnis dan saya akan berusaha untuk bisa meraih mimpi saya selanjutnya untuk kuliah S2 di jepang, setau kakak apakah ada prof dan beasiswa untuk agribisnis di jepang?

    • Saya sendiri belum ada kenalan Prof. bidang agribisnis. Anda bisa mencoba membaca profil2 pengajar/Prof. di situs universitas yg ada di Jepang. Tinggal google dan sediakan waktu untuk membaca dan mencari. Sukses selalu🙂

  31. asslamualaikm kak.. Kak perkenalkan sy agus camaba di ITB, sy msuk ke fkultas SITH-sains kak, kak yg sy ingin tanyakan krna di fakultas sy ada dua jurusan , biologi dan mikrobiologi, menurut kakak dr ke dua jurusan trsbut yg mana yg msh bisa berkembang hingga tahun2 ke depan? Mengingat saya ingin seperti kakak,

    Kak .. Boleh sy panggil mas danang ?

    Mas danang, mimpi sy dr smp smenjak 6 bulan sblm smp di acara motivasi yg ada vidio kakak tentang “Tuliskan mimpi” itu alhamdllah kak berkat seizin allah hanya 1 yg mbeleset.. Mbleset nya pun diganti yg lbh baik.. Trmksh kak, smg phala tercurah kpda mas danang sekeluarga

    Agus Eka Prasetyo
    Calon mhsiswa thun pertma

  32. Assalamu’alaikum. Mas danang, saya mahasiswa penginderaan jauh, UGM. mau nanya, profesor yang bagus di bidang penginderaan jauh kelautan itu siapa ya? dari universitas mana? mohon bantuannya. terima kasih.

  33. Assalamu’laikum..
    Saya mhswa S1 thn akhir jrsn tknik sipil di salah satu universitas Aceh. Kak danang trimakasih atas tulisan pengalaman.a yg sngat inspiratif bgi kmi semua, smg Allah slalu mencurahkan rahmat dan berkah-Nya kpd kak danang. Amin..
    Kak danang yg mw sy tnykan bgaimana urutan yg shrusnya sya lakukan dluan, kontak prof atau mncri beasiswa S2.
    Bgaimana jika tdk/blm ktmu kontak prof tp beasiswa udh dluan tembus atau sbaliknya.
    Mhon bimbingannya kak danang.
    Trimakasih sebelumnya.😀

  34. salam kenal akh,
    saya tertarik untuk belajar d jepang adalah tentang penanganan sampahnya.
    (misal membiasakan membuang sampah pada tempat sampah, memisahkan sampah berdasarkan jenisnya) dari pernyataan antum ini sangat jelas kalo d jepang sudah ada petunjuk teknis dan lain sebagainya yang sudah dipahami oleh masyarakat jepang.
    ada pertanyaanya yang semoga bisa membantu saya untuk bisa dterapkan di bandung khususnya dan indonesia secara luas
    1. adakah manual book cara pembuangan sampah ? karena ada banyak jenis sampah yang harus d buang..
    2. bagaimana sistem penjadwalan angkut sampah d sana?
    3. jika da manual booknya yang wajib dimiliki oleh warga. bisakah d kirim k bdg..? lebih baik kalo versi indonesia hehe

  35. Assalamu’alaikum, kak danang.
    Hajimemashite, watashi wa namae wa Jaya desu
    yoroshiku onegaisemasu…
    Hontoni Arigato gozaimasu danang-san, saya dari SMK kelas XI jurusan Teknik Komputer & Jaringan, Terimakasih atas artikel dan Video Inovasinya, saya sangat termatifasi dg Video tsb. waktu perpisahan SMP, dan mulai sekarang saya akan mencari informasi lebih banyak lagi, dan saya ingin meminta izin, bolehkah saya COPAS artikel ini ke blog agar saya bisa menyebarkanya ke teman2 dan pastinya saya akan mengikutsertakan sumber pada Judul dan akhir artikel,…….. Sekali Lagi Terimakasih

  36. Assalamualaikum wr wb ..
    Saya Ekky Ilham, BDP 49
    Saya sangat terinspirasi dengan video kakak waktu pertama kali masuk IPB dan dari situ saya jadi memiliki motivasi untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
    saya pernah mendengar dari dosen kalau jalan masuk untuk studi di luar negeri salah satunya adalah dengan student exchange, yg ingin saya tanyakan adalah bagaimana tips untuk dapat menembus student exchange, apakah sama seperti yang kakak uraikan diatas?
    kemudian untuk departemen apa saja yang tersedia dibidang perikanan?

    Syukron

    • Waalaikumussalam wr. wb.

      Student exchange itu biasanya merupakan kerja sama antar universitas, di Jepang dan Indonesia. Jadi syarat dan ketentuannya tergantung dari kerjasama tersebut. Misal di IPB itu ada beberapa program student exchange ke Jepang (Utsunomiya, Hokkaido, TUAT, Tsukuba, Ehime, Okinawa-Ryukyus dll). Sifatnya pertukaran tidak selalu berkaitan dengan bidang S1 kita. Ada yang sifatnya adalah pertukaran budaya dan belajar bahasa Jepang saja. Jikapun ada yang sifatnya riset… kadang tidak sesuai 100% dengan bidang S1 kita, jadi harus dipelajari tentang programnya.

      Info tentang ini bisa ditanyakan ke bagian kemahasiswaan atau bagian internasional rektorat IPB, kalau tidak sudah dipindah ya.
      Sistem seleksinya juga berbeda-beda, biasanya tidak sama dengan seleksi untuk S2. Untuk sistem seleksinya juga bisa bertanya ke pihak di atas. Umumnya sih: Prestasi akademis (IPK >3.00, nanti akan dirangking berdasarkan urutan yg daftar), kemampuan bahasa Inggris (TOEFL), prestasi lainnya, organisasi, proposal dll.

  37. Saya seorang pegawai kehutanan, selama ini cukup sedikit lembaga yang menawarkan s2 kehutanan. Apakah ada informasi mengenai beasiswa s2 kehutanan atau ilmu lingkungan di jepang? Terima kasih.

    • Umumnya beasiswa di Jepang itu tidak spesifik untuk suatu jurusan tertentu saja. Umumnya jalur yang ditempuh:
      1. Daftar ke jurusan / lab kehutanan di universitas di Jepang
      2. Daftar beasiswanya

      Jadi ada dua jalur berbeda yang harus ditempuh.

      Kecuali, pada kondisi khusus, suatu jurusan membuka program tertentu disertai dengan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Untuk kasus ini memang jarang ditemui untuk semua jurusan sehingga alternatifnya banyak orang yang menempuh cara di atas.

  38. Awsome bgt sih, trimakasi kak danang, banyak yang aku catat dari sini benar2 menginsiprasi lagi dan menaikkan lagi motivasi yg sudah terkubur hihihihihi
    (Mery, Kimia ITS 2011)

  39. HAI K’DANANG…
    perkenalkan nama saya sallo,asal saya dari papua.
    wah jujur saya salut bangat sama semgat juang kk n niat baik kk yg bisa berbagi info buat orang lain,kiranya Tuhan selalu memberkati kk beserta keluarga.

    K, aku mau nanya ni kira kira mahasiswa antropologi bisa ga ikut tes beasiswa ke jepang ???
    wkt sma aku sekolahnya jurusan pariwisata jadi kami belajar bhs jepang juga n sempat ingin kuliah satra jepang di jogja or manado tetapi orang tua saya tidak mengizinkan akhirnya sy membatlakan niat saya dan sy kuliah di papua dengan mengambil jurusan antropologi akan tetapi saya begitu suka sangat negara jepang,budayanya dan sangat ingin memperdalam bhs jepang saya…sy sekarang adalah mahasiswa akhir semester,pada bulan agustus 2014 saya akan wisuda,apakah saya bisa melanjutkan study S2 ke Jepang ?

    makasih ya kak.
    maaf banyak bertanya.

  40. jadi urutannya gimana ka? cari beasiswa baru cari profesor atau sebaliknya? kemudian untuk pembuatan proposal risetnya waktu yang tepat itu kapan ya ka? di tingkat 3 atau tingkat 4 kah?
    terus kalau mau s2 di jepang itu memang wajib cari profesor dulu ya ka?

  41. assalamu alaikum wr.wb.
    salam kenal kak…
    terima kasih atas tulisan kakak yang banyak sekali manfaatnya…tulisan kakak merupakan motivasi yang sangat baik. saya adalah mahasiswa yang masih menempuh pendidikan D3 dan insya Allah tahun depan saya mau lanjut S1 FKM di salah satu Universitas yang ada di Indonesia…dan saya punya impian ingin lanjut S2 di jepang..tapi kemampuan saya dalam bahasa inggris dan jepang masih sangat lemah,..bagaimana caranya kak agar bisa mendapatkan beasiswa S2 untuk kesehatan masyarakat..???
    mohon maaf kak bisa saya sharing dengan lewat e-mail…
    terima kasih,,,,
    wassalamu alaikum wr.wb…

  42. Pingback: Pertanyaan umum seputar kuliah ke Jepang… | Walking the Earth

  43. Assalammualaikum..
    ありがとうございます
    terimakasih kak,karena sudah memotivasi dan memberi tahu apa saja yang harus di persiapkan sebelum belajar ke Jepang. Perkenalkan saya Meidiana masih di tingkat satu departemen KSHE, di IPB. Sebelumnya saya memohon ijin untuk mengirim email kepada kakak untuk bertanya mengenai study di JEPANG. Mohon di ijinkan. すみません.. maaf kak sudah menganggu waktunya,dan terimakasih kak karena sudah membagi pengalamannya.

  44. Selamat pagi kak Danang,

    Terimakasih atas infonya.
    Saya lulusan teknik elektro dan untuk plan selanjutnya saya tertarik untuk mengembangkan robot pertanian. Setelah saya searching tentang laboratorium yang punya ranah robot pertanian, ternyata kebanyakan adalah lab agricultural bukan engineering.

    Tapi kalau saya ambil lab tersebut berarti secara otomatis saya adalah mahasiswa agricultural di sana. Mungkin tidak saya terdaftar sebagai mahasiswa electrical engineer namun tergabung di lab agricultural?

    Terima kasih banyak..

  45. Selamat pagi Kakak Danang…😀
    Saya mahasiswa Indraprasta PGRI Jakarta, umur saya 21 tahun. Saya tahu tentang Kakak Danang dikarenakan ada salah satu teman saya yang memberitahu bahwa ada salah satu video tentang “Pembuat Jejak” karya Kak Danang yang membuat kita terus termotivasi, dan terbukti video itu membuat saya termotivasi juga kak setelah menontonnya. Dari video tersebut, sebenarnya saya mau juga berhasil seperti kakak. Tapi yang membuat saya ragu “Mungkin gak ya saya berhasil juga nantinya seperti Kak Danang ?”. Kenapa saya ragu akan kemampuan saya ? karena sebagai remaja tingkat akhir, saya merasa kurang confident, gak pernah ikut”an organisasi yang ada dikampus, gak punya pengalaman, belum bisa mengenal diri sendiri, kurang bisa mengenal kemampuan saya, pokoknya hari-hari saya kurang berwarna gitu deh kak. Saya takut aja kak nantinya, apakah saya akan tumbuh menjadi orang biasa dengan kapasitas kemampuan yang biasa-biasa saja atau tumbuh menjadi orang biasa dengan kapasitas yang luar biasa ?
    Mohon motivasi dan jawabannya ya kak😀

  46. Assalamualaikum ka Danang. nama saya Hida, saya ada rencana mau lanjut studi s2 di jepang.

    saya ingin bertanya,
    sebenernya bagaimana si sistem pendidikan s2 di jepang?
    kalau saya membaca baca beasiswa monbusho katanya harus menjadi research student terlebih dahulu, baru kemudian di tahun selanjutnya tes dulu (atau tidak – sesuai dengan ketentuan unvnya) untuk berstatus menjadi mahasiswa master.

    sementara saya membaca di sebuah forum LPDP kalau LPDP tidak membiayai program research student, namun langsung ke program masternya. ada program magister di jepang yang tanpa melalui tahap research student, risetnya paralel dengan program kelasnya. tinggal ditanyakan ke profesornya apakah perlu menjadi research student dulu atau tidak.

    saya jadi bingung ka. research student itu apakah terpisah dari program master?
    terus yang bener yang mana ya ka? harus jadi research student dulu buat bikin tesisnya atau riset untuk bikin tesisnya ketika berstatus menjadi mahasiswa master?

    Jazakillah khairan katsiran sebelumnya.

  47. Ass.Wr.Wb.
    Mas,saya mau bertanya. Apakah klo mau melanjutkan kuliah S2 di Jepang harus melewati program research student dulu? Atau ada cara lain untuk daftar kuliah seperti di Indonesia?
    Terima Kasih

    • Waalaikumussalam wr wb.
      Tergantung ketentuan dari universitas atau program yang ada. Terkadang harus melalui research student selama 6-12 bulan baru kemudian mulai kuliah utamanya. Menurut saya research student ini adalah jenjang yang bagus untuk memulai dan beradaptasi diri.

  48. Assalamualaykum..
    Alhamdulillah dengan melihat video jejak-jejak mimpi dari kak danang saya jadi termotivasi dan lebih berani untuk tampil di depan sebagai yang terbaik (Aamiin, InsyaAllah).. Sekarang sy tengah mengejar target untuk melanjutkan S2 di Jepang. Saya ingin dapat tips-tips khusus dari kakak untuk persiapan studi agar tidak muncul perasaan down..
    Syukron

  49. Assalammualaikum.

    Kak danang, saya bingung betul, bagaimana mengetahui jurusan dan uraian mata pelajaran serta jumlah SKS jurusan pendidikan, fakultas pendidikan yang ada di kampus2 jepang. Kalau Di Indonesia kan jelas, Uraian dan detail sekali di websitenya. Apa kak danag punya kenalan orang indonesia yang saat ini sedang menempuh jurusan pendidikan, faculty education di jepang.

    Syukron.

  50. salam kenal kak danang,, kak gimana awal persiapan klo kuliah di Jepang? apakah persiapan les bhs jepang dlu? dan proposal riset yang mau dibuat seperti apa kak? soalnya aku masih semster 4, mohon bantuannya kak.
    arigatou🙂

  51. assalamu’alaikum kaa Danang…,
    saya sekarang lagi S-1 di UiN Suska Riau, dan saya pengen banget bisa S-2 d Jepang, sekarang saya jga mengikuti kursus bahasa jepang karna ketertarikan saya dengan negeri sakura itu kaa, tapi saya bingung kaa dgn prodi yang akan saya ambil nanti, sedangkan S-1 saya Ekonomi Islam, apakah memungkinkan saya bisa S-2 d jepang ?? dan kira” prodi apa ya kaa, yg bisa saya ambil, yang tidak jauh dari jurusan S-1 saya kaa…..

    mohon sarannya kaa Danang ..🙂
    Jzkllah…

    • Waalaikumussalam wr. wb.

      Bisa atau tidaknya Anda sendiri yang harus mencari tahu. Termasuk program apa yang ingin Anda dalami nantinya. Ingat bahwa tujuan Anda ke Jepang itu adalah untuk studi yang paling utama dan pertama…jadi ini harus dipikirkan baik2. Bisa merasakan hidup di Jepang itu adalah dari studinya bonus.

  52. Kak.. Saya lulusan s1 manajemen bisnis di Sekolah Tinggi yg terakreditasi B , apakah bisa saya mengikuti seleksi beasiswa s2 ?

  53. assalamualaikum mas danang… video kakak yg saya tonton pertama kali di smk sudah membuat mata saya terbuka lebar bahwa impian itu tidak mustahil untuk diraih… mas danang, saya mahasiswi sem. 3 jurusan biologi murni. Saya tertarik mengenai fungi dan biokimia. Saya berencana untuk lanjut s2 di jepang…saya ingin minta pendapat, lebih baik saya apply menggunakan program U2U atau G2G ya mas?? berhubung saya masih sem.3.
    Dan karena saya kuliah di univ swasta, kebanyakan dosen saya adalah lulusan s2/s3 dalam negeri dan jarang sekali melakukan research2, apalagi research mengenai hal2 yg saya minati diatas. Mohon pendpat nya ya mas..apa yg harus saya lakukan?? apakah dengan mengikuti research dosen yg penelitian nya berbeda dari hal yg kita minati dapat membantu kita untuk apply s2 kita ke jepang?

  54. assalamualaikum kak danang🙂
    kak saya masih semester 1 di uinsa surabaya.. kak saya mau tanya. kalau ingin mengambil beasisiwa di jepang apa bisa saya masuk disana . kan biasanya univesitas ber basic islam itu sulit mengambil sekolah diluar negri. saya sekarang mengambil jurusan hukum ekonomi. mohon bantuan infonya kak.
    arigataou gozaimasu ^^

  55. Pingback: Pertanyaan umum seputar kuliah ke Jepang | JENESYS - INDONESIA

  56. Assalamu’alaikum.
    Saya mau menanyakan, apakah untuk bisa melanjutkan master degree di Jepang harus selalu melalui entrance examination atau cukup dapat persetujuan dari supervisor disana?

    Saya sudah mengunjungi beberapa situs university di Jepang yg menyediakan progran untuk international students. Tapi saya bingung mengenai entrance examination ini. Bila berkenan mohon arahannya.

    Domo arigatou gozaimasu.

    • Waalaikumussalam wr wb.
      Tergantung masing2 universitasnya. Ada yg melalui entrance examination ada juga yang melalui seleksi personal dari Professor dan proses lainnya.

      Silakan baca tulisan2 saya sebelumnya tentang studi ke Jepang.

  57. Ka mau tanya apakah lulusan sastra jepang s1 dapat meneruskan s2 nya ke jepang?.. Kalo bisa kasih tau cara nya dong melalui beasiswa apa

    • Jalan selalu ada jika kita mau mencari dan kemudian memperjuangkannya. Beasiswa studi ke Jepang pada umumnya sama: Monbukagakusho. Silakan search informasinya di situs kedutaan Jepang Jakarta.

  58. Assalamu’alaikum kak.. Jazakumullah kak udh bikin tulisan yang sangat bermanfaat ini. Membuat saya semangat dan Insyaallah akan menyiapkan semuanya jauh jauh hari. Bersekolah di Jepang adalah impian saya. Do’akan saya ya kak semoga saya juga bisa sekolah s2 di sana. Wassalamu’alaikum wr wb.
    -Nisa, pelajar kelas 11 SMAN 1 Sindang-

  59. Assalamualaikum mas, saya mau nanya,,
    saya sekarang kuliah semester akhir jurusan sastra jepang, dan ingin melanjutkan s2 di Jepang tentunya. saya sudah banyak mencari informasi beasiswa, tapi kebanyakan untuk bidang sains, sosial dll. Kalau untuk jurusan bahasa, apalagi seperti jurusan saya sastra jepang sangat jarang. Kira-kira kalau daftar beasiswa LPDP, aichi dll, ada kemungkinan diterima gak? atau emang ada beasiswa khusus untuk s2 sastra jepang? mohon infonya mas..

    • Waalaikumussalam wr. wb.
      Sepertinya memang demikian adanya. Jepang lebih mengutamakan bidang sains dan teknologi. Sementara sastra Jepang mungkin tidak menjadi prioritas utk menerima mahasiswa asing. Mungkin lulusan sastra Jepang proyeksinya lebih ke kerja, mengingat jenjang S2 dan S3 di Jepang sangat research-oriented. Tapi, silakan dicoba saja langsung mendaftar, siapa tahu lolos. Alternatifnya, mungkin menggunakan kemampuan bahasa Jepang untuk lanjut bidang lain, misal hubungan internasional dll.

  60. Assalamu’alaikum.. Ka saya mau bertanya,

    Apabila sudah menemukan Profesor nya kita langsung kontak beliau via email atau buat proposal riset terlebih dahulu baru menghubungi profesornya?

    Rencana saya ingin melanjutkan S2 ke bagian social science namun ini berlawanan dgn pendidikan S1 saya di bidang natural science, apakah boleh seperti itu ka?

    Terima kasih atas waktu dan jawabannya ka

    • Waalaikumussalam wr. wb.
      Bisa langsung kontak sebagai penjajagan awal. Tapi akan lebih baik jika paling enggak punya rencana studi dan riset untuk diajukan ke calon Prof.

      Sebenarnya sah-sah saja saya rasa dari IPA ke IPS… selama memang “mampu” untuk beradaptasi dengan perubahan bidang studinya. Namun, perlu dipertimbangkan jika selepas studi ingin meniti karir sebagai dosen atau peneliti di Indonesia. Mengingat salah satu syaratnya adalah kesesuaian bidang yang diambil mulai dari S1, S2 dan S3. Jika bidangnya lompat2 akan sulit saya rasa. Wallahualam.

  61. assalamualaikum
    saya mahasiswa tahun ke 2, apa bisa langsung ajukan rencana studi dan riset ke calon pebimbing kita? berhubung ada beberapa universitas yang memberikan prosedur harus menyertakan gelar dan tanggal studi yang mau di lakukaan, dan lama periode saat menghubungi profesor

    • Waalaikumussalam. Sebaiknya mulai daftar menjelang lulus krn syaratnya memang demikian. Krn seandainya jika Anda mendaftar saat ini dan diterimapun kan gak bisa berangkat krn masih harus menyelesaikan kuliah.

  62. assalamu’alaikum, sblumnya syukron atas artikel ini yg memberi wawasan tmbahan ttg studi ke jepang. Kalau boleh brtanya, sy ingin lanjut studi master, prtanyaan sy adlh, setelah mncari profesor, langkah selanjutnya yg harus dilakukan apa? apakah mencari beasiswa dahulu atau mendaftar ke universitasnya dulu? mohon tips2nya. soalnya masih sedikit bingung dg alur yg harus ditempuh untuk study k jepang.

    • Waalaikumussalam. Secara general, setelah Prof bersedia menjadi calon pembimbing maka langkah selanjutnya adalah mncari beasiswa. Biasanya jika Prof Ok dan beasiswa telah positif didapat, daftar universitasnya mudah kecuali jika ada aturan harus ikut seleksi masuk universitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s