Beberapa tips tentang mencari Professor di Jepang…

Bissmillah…

Tulisan ini insya Allah akan melengkapi beberapa tulisan terdahulu mengenai langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk dapat melanjutkan studi ke luar negeri (khususnya ke Jepang) bagi rekan-rekan yang membutuhkannya. Penjelasan di sini berlaku sangat umum, sehingga perbedaan dalam kondisi “real”-nya kemungkinan masih akan ditemui. Rekan-rekan tinggal menyesuaikannya saja.

Salah satu hal penting dalam proses aplikasi untuk lanjut studi ke Jepang adalah mencari Professor / pembimbing potensial yang bersedia menerima kita untuk bergabung bersama grup atau laboratoriumnya. Banyak yang bingung atau sering melakukan kesalahan minor dalam proses pencarian professor ini, terlebih saat proses komunikasinya.

Berikut akan saya coba jelaskan kira-kira langkah apa saja yang perlu ditempuh agar komunikasi dengan Professor dapat berjalan dengan lancar.

Siapkan study plan dan research plan / research proposal

Ini langkah penting yang sepertinya perlu sekali disiapkan sebelum mengkontak Professor yang kita inginkan. Karena akan bagus sekali kalau kita bisa menyertakan rencana studi dan rencana penelitian kita bersamaan dengan E-Mail perdana saat mengontak Professor tersebut. Biasanya Professor akan meminta gambaran study plan dan research plan yang kita miliki. Maka menyiapkan rencana studi dan rencana riset yang baik kiranya perlu dilakukan.

Apa bedanya antara study plan dengan research plan?

Study plan (rencana studi) adalah gambaran aktivitas apa saja yang akan kita lakukan dan apa tujuan yang ingin kita raih selama proses studi kita itu. Misal, jika Anda apply untuk S2, maka selama 2 tahun apa saja yang ingin Anda tempuh/lakukan berkaitan dengan bidang studi Anda (misalnya: ikut kelas utk dapat SKS, belajar teknik ini dan itu, nulis dan publikasi paper dan lain-lain), sertakan timeline (kronologis waktu) selama proses masa studi yang akan Anda tempuh itu.

Sementara Research plan (rencana penelitian) adalah gambaran detail dan spesifik kira-kira selama masa studi Anda (misal S2), penelitian apa yang ingin Anda lakukan dan apa harapan dari penelitian itu nantinya. Sertakan juga timeline kegiatan risetnya kira-kira seperti apa.

Untuk dua hal ini, Anda tidak perlu membuat terlalu banyak tulisan. Singkat, Jelas, dan Padat serta gunakan bahasa Inggris yang baik. Sekiranya maksimal 5-7 halaman untuk masing-masing berkas di atas adalah ukuran yang pas, mengingat banyak Professor potensial yang seringkali tidak punya waktu banyak untuk membaca sehingga pembahasan / penggunaan kata-kata yang bertele2 bisa mengakibatkan tidak minatnya beliau terhadap calon pelamar, padahal bisa saja ide/gagasanya bagus sekali, namun penyampaiannya yang tidak pas.

Originalitas ide/gagasan adalah kuncinya dan seberapa besar impact penelitian itu nantinya yang akan membuat sebuah research plan/proposal menjadi sesuatu yang menarik. Untuk itu Anda perlu banyak membaca literatur dan berbagai sumber mengenai update terkini dalam bidang yang ingin Anda tekuni.

Siapkan juga CV yang lengkap dan bagus sehingga calon Professor potensial pun bisa melihat gambaran diri Anda seperti apa.

Mencari Professor potensial

Anda bisa mencari calon Professor potential melalui banyak cara. Antara lain:

a.)   Melalui jurnal-jurnal ilmiah internasional atau situs penyedia jurnal-jurnal internasional tersebut (semisal http://www.sciencedirect.com). Jika Anda memiliki print out atau file jurnal ilmiah yang menurut Anda sesuai dengan bidang yang ingin Anda tekuni nantinya, maka Anda bisa melihat halaman terdepan paper/jurnal dan menemukan alamat E-Mail correspondent-nya atau melihat dalam urutan penulis jurnal itu, nama siapa yang paling belakang. Biasanya nama Professor ada di urutan paling belakang. Sementara E-Mail correspondent-nya bisa jadi adalah E-Mail penulis pertama dan utama yang merupakan mahasiswanya, tapi tak jarang email correspondentnya adalah si Professor itu sendiri. Selanjutnya Anda tinggal membuka Google dan mengetikkan namanya disertai dengan afiliasinya di institusi mana untuk memastikan bahwa orang yang dimaksud adalah benar-benar Professornya. Sebagai contohnya:

Misal Anda menemukan jurnal / situs ini yang kira-kira bidangnya cocok dengan Anda (ini hanya contoh, sesuaikan dengan bidang Anda!)

Anda bisa melihat bahwa penulisnya ada dua yaitu Yoshihito Takano dan Takeo Horiguchi (Professor-nya). Afiliasinya adalah Hokkaido University. Email korespondensinya ada di bagian bawah halaman pertama.

Maka Anda tinggal mencari profil dan lab-nya di internet dan mempelajarinya.

b.)  Langkah kedua, Anda bisa mencari Professornya dengan mencoba mengunjungi alamat situs2 universitas di Jepang dan browsing satu-persatu halamannya hingga menemukan profil Professor atau Lab-nya. Anda bisa mencoba dengan memasukkan kata kunci di Google misalnya: List of University in Japan dan yang senada.

Biasanya alamat websitenya tersedia dalam bahasa Inggris, namun ada juga yang hanya menyediakan bahasa Jepang, tinggal menginstal plug-in google translator atau semacamnya untuk mendapatkan gambaran translasi halaman web-nya ke dalam bahasa Inggris atau lainnya.

Cara ini terkadang menyita waktu banyak, karena kita perlu browsing dan membaca profilnya apakah sesuai atau tidak. Terkadang tidak semua universitas di Jepang memiliki bidang yang kita inginkan.

c.)   Langkah yang ketiga… Anda bisa bertanya ke kakak kelas/teman/dosen dan lainnya yang sedang berada di Jepang apakah mereka memiliki info mengenai Professor potensial yang sesuai dengan bidang Anda atau tidak. Terkadang cara ini juga dapat membuahkan hasil yang bagus.

d.)  Langkah lainnya yang bisa Anda tempuh adalah dengan berkenalan dengan Professor saat ada konferensi / seminar internasional / proyek kunjungan mereka ke Indonesia. Sekiranya bidangnya tidak sesuai dengan Anda, tidak ada salahnya jika bisa mendapat kontak (kartu nama) beliau dan bertanya nantinya apakah beliau mengenal rekan Professor yang memiliki bidang yang ingin Anda tekuni. Terkadang mereka akan dengan senang hati mengenalkan dengan koleganya, meski tak jarang juga mereka tidak memiliki kenalan dengan bidang yang Anda maksud. Tapi tak ada salahnya mencoba, bukan?!

Sekiranya Anda telah menemukan Professor potensial yang cocok dengan bidang yang ingin Anda tekuni, tinggal mencoba mengkontak sang Professor dengan alamat E-Mail yang tercantum dalam jurnal atau website Lab-nya dengan menyertakan rencana studi dan proposal penelitiannya.

Menjalin Komunikasi dengan calon Professor potensial

Salah satu langkah penting namun sering disepelekan dan akhirnya berbuah pada kegagalan mendapatkan Professor di Jepang adalah: Proses komunikasi.

Komunikasi yang kita lakukan dengan calon Professor biasanya berlangsung melalui E-Mail (komunikasi pasif / tertulis), sehingga ada tata krama atau aturan umum yang perlu kita ikuti.

Usahakan selalu menuliskan email dengan format berikut: Salam pembuka, introduksi (misal pengenalan diri secara singkat), bagian inti (apa tujuan mengkontak, misal tertarik dengan bidangnya dan ingin melanjutkan studi ke Jepang), Penutup (misalnya dengan menyebutkan bahwa Anda menyertakan file rencana studi dan proposal riset) serta salam penutup.

Usahakan semuanya dalam format penulisan yang jelas, singkat, dan padat (efektif dan efisien).

Kira-kira E-Mailnya seperti ini (silakan disesuaikan):

SUBJECTS: Asking the possibility to enroll as graduate student in your laboratory

Dear Professor (Sebutkan namanya…),

My name is Danang Ambar Prabowo. I graduated from Departement of Marine Science and Technology (Marine Biology and Diversity Laboratory), Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University) in Indonesia.

I completed my bachelor program (B.Sc) in 2009 and joined short visiting research course in the bioorganic chemistry laboratory, Faculty of Agriculture, Utsunomiya University, Japan in 2008. I am very eager to continue my study for a higher degree.

My thesis is about optimizing of agrolyzer (Urea, Triple Super Phosphate (TSP), and ZA) for the growth of Chlorella sp. in laboratory culture. The research is intended to find the best combination of the three agrolyzer to meet the fastest and highest mass culture for the current strains. Further use of this research is mean to be applied for the discovery of potential microalgal bioactive compound and bio energy development using photobioreactors (PBR).

Currently I work independently on my small-scale project in developing photobioreactor for the mass culture of microalgae by implementing the result of my former research activities. Unfortunately, there are only few phycologist in Indonesia who worked in this field, hence the information, basic skills and research design needed are difficult to be acquired. My supervisors recommend me to continue my study this knowledge and skills from abroad and I am looking for possibilities to join your laboratory as graduate student.

I have read from the website of your university that there is a chance to enroll for master degree through the Japanese Government Scholarship in 2010, and I am eager to try my best for it.

I should be grateful and feel honored if I you would give me the chance to join into your laboratory.

I enclose a Curriculum Vitae, study plan and my research proposal (in PDF file), please let me know if you are interested and require any further details or documents. I hope to hear from you in the near future.

Thank you very much in advance,

Sincerely,

Danang Ambar Prabowo

Email di atas saya tulis ketika tengah mencari jalan untuk lanjut S2 ke Jepang tahun 2008-2009 silam. Alhamdulillah setelah beberapa kali proses pencarian Professor, akhirnya ada yang berkenan untuk menerima saya lanjut S2 pada tahun 2010 dan bisa lanjut S3 mulai 2012 di tempat yang sama.

Kesalahan minor yang sering dilakukan ketika menulis E-Mail adalah:

  • Bertele-tele dalam menuliskan E-Mail perkenalan, misalnya dengan menyebutkan hal-hal yang tidak ada kaitannya secara langsung dengan rencana studi Anda. Misalnya menceritakan bahwa bisa lanjut studi ke Jepang adalah IMPIAN Anda sejak kecil… well… memiliki impian studi ke Jepang memang bagus… tapi dalam kasus ini (menjalin komunikasi dg Professor) sepertinya tidak perlu untuk disebutkan saat ini…

Lainnya, misalnya Anda menceritakan bahwa Anda tertarik ke Jepang karena budayanya, iklimnya, dan lainnya yang tidak secara langsung berkaitan dengan riset / studi Anda. Kecuali bidang studi Anda adalah Kebudayaan Jepang / Sastra Jepang, maka hal di atas perlu dihindari, karena bisa mengkesankan bahwa Anda sebenarnya “kurang” bisa fokus ke studi dan riset utamanya. Perlu diingat bahwa kita ke Jepang untuk studi dan bukan jalan-jalan… jikapun kita memang tertarik dengan suasana Jepang… anggap saja itu adalah hal yang sifatnya tambahan / bonus saja. Tunjukkan bahwa kita itu memang berminat untuk studi dan serius dengan bidang kita selama di Jepang nantinya.

  • Penggunaan bahasa yang kurang baku (baik struktur kalimat atau katanya). Bagi yang kira-kira lemah dalam hal ini, alangkah baiknya jika sebelum mengirim Email, Anda minta bantuan teman / dosen atau lainnya untuk mengecek tulisannya apakah oke atau tidak. Anda bisa juga melihat berbagai contoh tulisan surat/Email di internet. PEDE memang bagus… tapi kalau terlalu PEDE dengan tulisan bahasa Inggrisnya sampai lupa untuk re-check struktur dan lainnya… bisa-bisa itu nantinya membuat kesan Anda kurang baik di mata Professor, karena beliau akan menilai bahasa Inggris Anda kurang bagus.

Kadang saya menemukan ada adik kelas atau rekan di Facebook yang menulis status dalam bahasa Inggris, tapi strukturnya kacau balau dengan alasan yang penting PEDE hehe… (tenses-nya yang seharusnya past tense jadi digabung dengan future dan lainnya… kesannya jd kurang mengena hehe… tapi kalo kita bantu koreksi malah berpotensi salah persepsi dan akhirnya berdebat gak perlu hehe… yang satu niatnya baik ingin mengoreksi tapi disalahartikan oleh yg satunya lagi sebagai bentuk “penghinaan” di forum umum karena dianggap gak bisa berbahasa Inggris… hehe).

Terkadang tidak selalu berhasil mendapatkan Professor dalam percobaan pertama mengirim E-Mail. Terkadang tidak dibalas atau terkadang balasnya bisa lama sekali. Ada banyak faktor tentunya mengapa demikian. Misal: Si Professor memang terlewat membaca E-Mail Anda, atau beliau sedang tidak ingin / tidak bisa menerima mahasiswa asing / baru di lab-nya, bisa jadi beliau sedang berada di luar, dan lainnya… Yang penting terus mencoba.

Sekiranya Anda mendapatkan balasan positif bahwa calon professor potensial bersedia menerima Anda di Lab-nya, maka langkah selanjutnya adalah menjaga komunikasi yang aktif dan positif. Tentunya tidak setiap hari mengirimkan E-Mail ke beliau. Tapi paling tidak secara berkala mengirimkan E-Mail yang isinya adalah progress apa yang sedang Anda lakukan selama ini.

Mengapa haru menjalin komunikasi aktif? Karena terkadang ada jenjang waktu antara kita mendapatkan Professor yang mau menerima kita di Lab-nya dengan waktu pendaftaran kuliah / seleksi beasiswanya. Nah selama jeda waktu itu kita perlu tetap menjalin komunikasi yang positif.

Seperti apa? Tentu sebisa mungkin yang berkaitan dengan riset/studi Anda. Misalnya Anda menulis laporan kegiatan ilmiah yang sedang dilakukan dan mengirimnya ke beliau. Tujuannya agar memberikan kesan positif kepada Professor. Dan banyak cara lainnya yang bisa ditempuh. Terkadang Professor sendiri yang akan memberikan bahan bacaannya dan Anda diminta untuk membaca dan membuat review berdasarkan bacaan lainnya.

PENTING SEKALI saya sampaikan juga di sini… bahwa Professor pun manusia biasa, ada kelebihan dan kekurangannya. Penting juga untuk bisa mengetahui sebanyak mungkin tentang beliau, tidak hanya terkait dengan bidang penelitian, namun jika memungkinkan juga berkaitan dengan pribadinya (sifat manusiawinya sehari-hari). Hal ini bisa Anda lakukan dengan bertanya dengan orang Indonesia yang mungkin sedang menempuh di Universitas tempat Professor itu berada.

Ini seringkali penting untuk dilakukan karena terkadang masalah yang muncul setelah tiba di Jepang adalah kurang cocoknya mahasiswa asing dengan Professornya. Tentu masalahnya bisa muncul dari keduanya, tapi tak jarang juga kondisinya disebabkan oleh sifat sang Professor. Misal mahasiswanya sudah rajin, aktif, dan pintar… tapi sifat bawaan Professornya kurang mendukung (misalnya Professornya melepas mahasiswanya untuk melakukan apa saja secara mandiri atau kebalikannya… si Professor sangat tegas dan “kejam” hehe). Jika si Professor terlalu melepas mahasiswanya, ini bisa jadi masalah bagi mahasiswanya karena progress studinya jadi gak terkontrol sehingga outputnya kurang bagus… jika Professornya terlalu tegas (strict), bisa jadi mahasiswnya tertekan dan stress… akibatnya studi jadi gak nyaman dan hasilnya juga kurang baik.

So… sebelum memutuskan untuk mengkontak Professor sebagai salah satu langkah untuk memulai studi ke Jepang… kumpulkan info sebanyak-banyaknya terkait dengan bidang/Professor yang ingin Anda temui kelak. Harapannya agar tidak ada masalah di kemudian hari dan agar proses studinya berjalan dengan sebaik-baiknya.

Semoga tulisan kali ini bermanfaat…🙂

Ganbarou!

140 thoughts on “Beberapa tips tentang mencari Professor di Jepang…

  1. setelah saya search beberapa univ. di sana yang memiliki program yang sesuai dengan tujuan, banyak. nah, itu semua sama atau beda (negri atau swasta), lalu apakah beasiswa yang ada itu memiliki persyaratan trtntu tentang kriteria univ?

    oiya ka, ada lagi, jika kita menargetkan beasiswa apakah kita harus punya sensei dulu? atau kita cari beasiswa dulu? ka Danang dulu tahapannya bgm ?

    jazakalloh.

    • Saya kurang tahu kualitas jurusan antar universitas di Jepang itu seperti apa, tapi saya rasa akan banyak orang yang menyarankan utk masuk Universitas negeri di Jepang, kecuali antum masuk universitas swasta yang top di Jepang misalnya Waseda University, Keio University, dll…

      Terkadang pemberi beasiswa mensyaratkan kriteria Universitasnya, oleh karenanya silakan dibaca benar2 persyaratan masing-masing program seleksi beasiswanya.

      Antum bisa memulai dari mana saja. Bisa kontak Sensei-nya atau cari beasiswa-nya dahulu. Yang jelas dua-duanya sangat diperlukan untuk studi ke Jepang. Saya dulu juga memulai dari dua tahap tersebut, dan macam-macam pengalamannya. Misal ketika saya coba kontak Prof-nya dahulu: ada Professor yang menolak, ada yang gak balas email saya, ada yang mau menerima di Lab-nya tapi ternyata gak ada beasiswanya, ada beasiswanya dan si Professor juga bersedia menerima di Lab-nya… tapi saya gak lolos seleksi beasiswanya… akhirnya ya gak berangkat hehe…

      Ketika mencari dahulu beasiswanya… kasusnya: saya daftar beasiswanya… eh lha kok… gak ada Prof yang mau nerima atau email saya gak di balas hingga batas akhir seleksi Beasiswanya… akhirnya juga gak berangkat… hehe… macam2 pengalaman selama 2 tahunan nyari jalan ke Jepang.

      Alhamdulillah akhirnya ada Program Beasiswa yang satu Paket dengan pilihan Professornya, jadi jika si Prof oke dengan saya, maka saya otomatis dapat beasiswanya. Jenis beasiswa ini kadang ditawarkan oleh beberapa Universitas di Jepang dalam jumlah dan ketentuan terbatas (jadi harus sering update dan browsing kemana2). Misal program saya OIMAP (Okinawa International Marine Science Program) menawarkan S2/S3 melalui beasiswa Monbusho untuk mereka yang ingin mendalami bidang khusus Biologi dan Kimia Kelautan di University of the Ryukyus (Tahun saya adalah tahun OIMAP terakhir dibuka).

      Contoh lainnya misalnya yang sedang buka adalah Kyushu University yang membuka program serupa khusus mereka yang ingin mendalami bidang yang berkaitan dengan pertanian: http://agr.kyushu-u.ac.jp/english/international/graduate/entry/

      Intinya… terus mencoba jika belum berhasil… insya Allah nantinya akan ada jalan🙂

  2. Assalamualaikum wrwb

    Mantap tipsnya ka Danang, mau tanya:
    Jika masih S1 di Indonesia kira” mencari profesor itu pada saat menjelang kelulusan y?,
    Jika mendaftar untuk sebuah beasiswa S2 apakah harus mencari profesor dahulukah?
    Apa perbedaan Research Student dengan Graduate? yang mana lebih dahulu?

    Syukron, Salam sukses🙂

    • Jika Anda membaca tulisan2 saya tentang proses studi S2 ke Jepang, maka proses mencari Professor bisa dimulai dari kapan saja, jauh2 hari akan lebih baik persiapannya. Misal saya mulai sejak Tk 1 S1 saya nyari info dan jalan ke Jepang. Tapi tergantung masing-masing orang saja.

      Silakan baca tulisan saya yang di link ini: https://danangambarprabowo.wordpress.com/2012/09/06/ingin-s2-ke-jepang-silakan-baca-ini-dulu-sebagai-wawasan-d/ dan tulisan saya yang lainnya (mohon mencari2 di tulisan2 lama saya).

      Research student itu program tanpa gelar (tujuannya meneliti) dan biasanya hanya dalam waktu singkat. Graduate student itu program pasca sarjana utk mendapatkan gelar. Ada program yang memakai jenjang research student, ada juga yang tidak. Tergantung masing2 programnya bagaimana pengaturannya. Biasanya dijelaskan secara seksama jika ada info pembukaan beasiswa.

  3. assalammualaikum…mas,saya ahmad zaelani dari UNPAD, punten saya mau nanya mas, jadi begini mas saya sudah dapat sensei dari osaka tapi kata senseinya saya harus mencari beasiswa terlebih dahulu sebelum daftar di osaka,kita dah kontak2 lewat email dan sedang membahas topik riset saya nanti. yg ingin saya tanyakan ada tidak ya mas beasiswa di Indonesia atau jepang yang mengajukannya tidak memerlukan letter of acceptance dlu, diganti dengan rekomendasi dari sensei gtu???saya bingung sekali dengan hal ini..terima kasih mas

    jazakallah

    • Kemungkinan besar beasiswa yang bisa diapply adalah beasiswa Monbusho (MEXT) yang bisa coba di apply di kedutaan Jepang di Jakarta. Pembukaan pendaftaran biasanya mulai Maret / April dan setiap pelamar akan melalui proses seleksi. Coba saja kunjungi situs kedutaan Jepang terkait beasiswa ini.

  4. salam mas…saya irawan
    saya mau nanyak dikit ni mas
    seperti nya kisah mas sama seperti saya…

    ada prof yang mau merekom saya klu saya tidak lulus ujian…tp
    dia tidak ada beasiswa u saya…

    gmn itu ya mas…saya masih binggu uey

    • Kalo begitu Anda harus cari beasiswanya secara terpisah. Salah satunya mungkin bisa coba apply beasiswa di kedutaan Jepang (buka setiap tahun pada bulan Maret/April). Silakan langsung google aja situs kedutaan Jepang Jakarta utk info lebih lanjut.

    • JASSO itu beasiswa yang sifatnya untuk jangka pendek di Jepang (waktunya 1 tahun atau kurang dari itu seperti program student exchange, riset singkat, atau program khusus kunjungan ke Jepang). Sementara jika tujuan Anda ke Jepang adalah studi S2 atau S3 untuk dapat gelar (misal M.Sc. atau Ph.D), beasiswa JASSO ini gak bisa dipake.

      Beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Jepang utk studi gelar namanya Monbukagakusho atau MEXT scholarship. Semua beasiswa pasti meminta calon peserta dapat memenuhi IPK minimal (biasanya 3.00 atau ada yang lebih). Silakan baca ini misalnya: http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html

  5. in case mas,klu saya tidak sampai 3..berrti saya di nyakan tidak lulus apa???
    walaupon saya sudah ada loa dari si sensai???

    OMG

    • Jika syaratnya menyatakan bahwa IPK minimal adalah 3.00, dan IPK kita tidak masuk ke sana, maka pada kebanyakan kasus, biasanya panitia seleksi akan langsung mengeliminasi kita di tahap seleksi administrasi. Soalnya yang daftar beasiswa ini tiap tahunnya ada ratusan, jadi panitia tentunya hanya akan menyaring mereka yg memenuhi syaratnya saja. Tapi tentunya Anda masih bisa mencoba membuktikannya sendiri, gak dilarang dan gak salah utk coba.

      Syarat IPK minimal 3.00 itu saat ini adalah syarat minimal yang diajukan oleh banyak program beasiswa, tak jarang malah minimalnya bisa 3.50. Belum lagi syarat TOEFL atau sejenisnya yang lumayan tinggi.

      LOA itu hanyalah keterangan pelengkap dan pendukung saja, dalam beberapa kasus LOA memang dibutuhkan, tapi tidak menjamin dapat LOA atau ada rekomendasi Professor di Jepang otomatis kita bisa dapat beasiswa. Tetap harus melalui prosedur seleksi administrasi (berkas dan dokumen akademis). Saya pernah mengalami dapat LOA dari Professor di University of Tokyo yang sudah sangat welcome dengan saya, tapi nyatanya saya tetap gak lolos seleksi utk dapat beasiswa meski IPK saya > 3.00 dan TOEFL >550. Ada banyak pemburu beasiswa lainnya yang memiliki prestasi yang lebih baik dari saya dan mereka yang keterima. Tapi saya tetap nekad untuk terus mencoba dan cari berbagai jalan lainnya.

  6. rempong juga berrti ya mas…

    1 lg mas….klu ujian exam entrance itu gmn ya??
    saya belom pernah dengar,klu master ada test semcm itu…

    • Entrance Exam itu ujian masuk Universitas. Ada universitas di Jepang yang memakai entrance exam ada juga yang enggak. Biasanya universitas Top di Jepang seperti University of Tokyo, Kyoto University, Osaka University, dan lainnya memberlakukan entrance examination ini. Baik untuk S1. S2 ataupun S3.

      Alhasil… jika sudah lolos seleksi beasiswa tapi gak lolos ujian masuk ini, jadinya gak bisa kuliah di universitas tersebut. Dan kita harus kembali ke tanah air. Kalo ga salah ada yg pernah mengalami hal ini.

      Bentuk ujian masuk ini berbeda-beda tergantung universitasnya. Ada yang ujian tulis, ada yang bentuknya presentasi, ada wawancara dan ada gabungan dari itu atau bentuk tes lainnya. Untuk ini silakan mencari info di universitas bersangkutan yang kita ingin masuk.

      Misalnya, dalam kasus saya, ujian masuknya berupa presentasi penelitian S1 dan rencana penelitian ke depan di hadapan beberapa Professor di Jepang kemudian wawancara. Santai banget sih waktu itu. Tapi saya gak tahu gimana kondisi entrance exam di univ lainnya.

  7. itu kmpus mana mas??
    saya sedang apply d kmpus waseda

    tp sensai saya bilang….klu kmu gk lulus ujian..kmu boleh dptkan beasiswa d luar yang boleh mensupport km….

    trus saya masih confuse dengan sistem kul dsana

    apa bedanya reserch student dengan master???

    klu mas tw ttng waseda entarace….mohon d bage tw ya…heeh

    • Waseda University adalah universitas swasta terbaik di Jepang, jadi maklum saja jika ada entrance examination, karena banyak yang pengen masuk ke sana. Ujiannya saya kurang tahu seperti apa, karena setiap universitas punya ketentuannya masing-masing, silakan tanyakan ke senseinya.

      Tentu saja kalo kita gak lolos ujian dan gak dapat beasiswa yg sudah kita apply kita bisa apply beasiswa lainnya (misal beasiswa lokal yang jumlahnya lebih kecil daripada beasiswa monbukagakusho atau beasiswa sejenis lainnya). Mohon dipastikan beasiswanya, karena kadang beasiswa lokal itu hanya memberikan biaya kehidupan sehari2 tanpa memberikan biaya kuliah setiap semesternya (biaya semester 250-300 ribu yen/semester) atau sebaliknya, mereka hanya memberikan biaya kuliah tanpa biaya kehdiupan sehari2, ada yang memberikan beasiswa dalam jumlah besar namun seleksinya lumayan juga. Untuk lebih detail ini silakan tanyakan lebih jelas ke senseinya, jika memang beliau bilang seperti itu.

      Research student adalah program 3-6 bulan yang biasa ditempuh oleh mahasiswa asing sebelum mulai menempuh program Master atau Doktor-nya. Selama 3-6 bulan itu mahasiswa yang bersangkutan biasanya belajar bahasa Jepang atau belajar mengenal tata kerja di lab atau kegiatan lainnya yang direkomendasikan oleh Sensei misal langsung menjalankan riset dari Sensei. Program research student ini gak selalu ada, tergantung universitasnya atau tergantung program yang ditawarkan. Misal program Master saya berlangsung tanpa adanya research student, jadi datang ke Jepang langsung mulai S2.

      Silakan googling aja tentang Waseda University, mungkin ada info yang lebih lengkap tentang hal yang Anda cari.

  8. trus mas,klu saya minta pengakuan dari sensai,untuk bisa lanjut s3 trus bisa apa???
    apa ada kebijakan dari sensai u itu???

    saya sih gpp..klu 4-5 tahun…heheh

    • Kalo itu ya tinggal Anda tanyakan saja ke Sensei langsung. Kalo prestasi selama S2 oke, mungkin saja ada jalan utk S3. Kalo ada beasiswa lg mungkin saja bisa lanjut S3. Tinggal Anda tanyakan langsung ke sensei Anda.

  9. 1 lg mas..

    klu si sensai secara personally ud nerima saya..berrti tinggal memenuhi syrat untuk masuk kmpus gitu???in case..lg2 masalah cgpa ni mas..kecil…
    apa beliau mau nerima saya gitu???

    • Mendapat sensei yang mau menerima di Lab itu seperti yang saya sampaikan, hanyalah salah satu pelengkap dari syarat2 lainnya. Syarat2 dari panitia yang lainnya juga harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang mereka minta. Saya gak bisa jawab pertanyaan apakah beliau mau nerima atau tidak, itu adalah wewenang dari Sensei dan pihak panitia seleksi. Silakan diikuti saja proses seleksinya dan cari tahu sendiri bagaimana hasilnya.

  10. Assalamu’alaykum.
    Beberapa waktu yg lalu saya juga sempat mengirimkan email kepada beberapa professor, dan alhamdulillah ada yg merespon positif. Saya ingin bertanya kak, mengingat kesibukan prof dan deadline aplikasi yg udah mepet, apakah baik bila kita langsung meminta beliau untuk merekomendasikan kita ke univ nya utk dpt beasiswa monbu U to U? atau sebaiknya kita menjalin relasi yg baik dahulu baru kemudian meminta beliau untuk merekomendasikan?
    Mohon sarannya kak.
    Terimakasih

    • Waalaikumussalam,
      Saya rasa tidak ada salahnya mencoba bertanya baik-baik apakah beliau bersedia untuk memberikan rekomendasi. Gunakan bahasa yang baik dan sopan, serta siapkan saja studi plan / research plannya Anda sekiranya beliau minta. Kalaupun beliau menolak/tidak bisa memberikan rekomendasi karena suatu hal, saya rasa juga gak apa2. Namanya juga mencoba.

  11. salam mas…

    sensai saya brusan mail saya…dia minta saya frame reserch plan saya u dsana and also…dia gk tw buat surat rekom…dia mau saya buat semacam drft

    yang jadi permasalahan nya adalah:
    apa bedanya rekom dengan loa ya??

    trus adakah contoh loa or rekom gitu…itu memudahakan saya mengirim mail kpd beliau…

    terima kasih

    • Rekomendasi ya tentunya surat yang mengusulkan diri Anda untuk dapat ikut / berpartisipasi pada suatu hal, misalnya rekomendasi Prof. yang mengusulkan Anda pada panitia seleksi beasiswa agar dapat dipertimbangkan mendapatkan beasiswa tersebut.

      Sementara LOA (Letter of Acceptance) adalah surat yang menyatakan bahwa Anda diterima untuk bergabung pada suatu institusi atau menjadi anggota suatu laboratorium / grup penelitian.

      Berbeda kan? Terkadang LOA juga digabung dengan pernyataan rekomendasi, jadi gak ada format bakunya.

      Mungkin jika Anda google contoh surat rekomendasi / LOA Anda akan menemukan contohnya. Saya sendiri kurang tahu seperti apa yang dimaksud, karena biasanya Prof yang langsung membuatkan.

  12. salamualakum

    mas…saya mau nanyak nie
    klu saya mau ikut beasiwa mombusho u to u gmn ya???
    sedakan aplikasi dedline sudah hampir di ujung???

    • Beasiswa monbusho U to U itu seleksinya dibuka dan dilakukan oleh universitas tertentu yang ada di Jepang, biasanya ada informasi pembukaan seleksinya dan apa saja syarat2nya di universitas tersebut di websitenya. Untuk ikut jalur ini tentunya tinggal mengikuti pola aturan seleksi yang ditentukan oleh universitas tersebut.

      Perlu diingat tidak semua universitas di Jepang membuka seleksi beasiswa melalui jalur U to U, jadi perlu di cek dahulu ke situs universitasnya.

  13. salam mas,saya mau nanyak
    sesei saya saya rekom ke JSPS…mas tw itu apa???beasiswa or grant??

    setau saya ini program untuk PHD
    terima kasih

    • JSPS itu kepanjangannya: Japan Society for the Promotion of Science (http://www.jsps.go.jp/english/). Ini lembaga yang memberikan dana / grant / beasiswa untuk tujuan penelitian atau kerjasama riset baik itu institusi atau personal dengan ketentuan dan prosedur tertentu (Silakan baca2 link di atas), detailnya saya sendiri tidak tahu banyak.

      Yang saya tahu kebanyakan dana yang diberikan itu utk mereka yang telah menyelesaikan Ph.D dan sedang berstatus Post Doc (bekerja sebagai peneliti) di suatu universitas / institusi di Jepang. Dalam kondisi khusus sekali, dana tersebut bisa dialokasikan untuk membiayai kuliah seorang mahasiswa S1, S2, atau S3 (tergantung dari kebijakan Professornya), misalnya Lab si Professor tersebut sedang dapat grant dari JSPS utk proyek penelitian dan si Professor “membayar” mahasiswanya untuk membantu mengerjakan proyek tersebut.

      Detailnya bagaimana prosedur tentang JSPS itu sendiri, saya kurang tahu, tapi dari senior2 yang pernah dapat aplikasinya lumayan tinggi syaratnya. Silakan merujuk ke link yang di atas dan bertanya langsung ke Sensei-nya.

  14. boleh gk mas bge senior yang memakai jsps ini???
    mail nya klu bisa….
    terima kasih
    saya sudah contatct ppi jepang..tp belom ada blasn

    • Senior2 yang saya maksud itu bukan mahasiswa Indonesia, mereka post doc dari negara lain yg waktu itu ketemu di konferensi. Jadi saya kurang tahu kontak mereka. Mereka hanya menyampaikan bahwa JSPS itu lebih diutamakan untuk peneliti yang sudah berpengalaman (sudah lulus S2 atau S3) oleh karenanya syaratnya tinggi.

  15. assalamualaikum, mau nanya, kalo kita mau lanjut s2 tapi jurusannya beda dengan s1 kita gimana ? walaupun bidangnya masih dalam engineering tapi jurusan yg mau diambil beda, apa masih bisa ??

    • Waalaikumussalam wr. wb.
      Hal ini tergantung dari Prof. atau panitia yang memberikan beasiswanya, apakah bersedia untuk menerima Anda dengan latar belakang jurusan / bidang yang berbeda. Cara yang bisa Anda tempuh untuk mengetahui apakah bisa atau tidak, tentunya dengan apply langsung sesuai rencana Anda tersebut. Yang pasti Anda harus menyiapkan alasan yang sangat kuat dan rasional yang dapat meyakinkan calon Prof atau panitia bahwa bidang yang akan Anda ambil adalah pilihan yang tepat meski berbeda dari bidang S1 anda sebelumnya.

  16. assalamu’alaikum,
    mas danang,
    saya ulya dari unnes,
    apakah selain univ yg mas sebut itu bisa mendapatkan beasiswa ke tokyo of university?
    sukron,

    • Waalaikumussalam wr. wb.
      Ada, beasiswa monbukagakusho / monbusho yang seleksinya lewat kedutaan. Bahkan bisa milih universitas mana saja, tidak hanya University of Tokyo.
      Namun untuk bisa masuk ke Univ Tokyo akan ada ujian masuk lagi selain proses ujian di kedutaan.
      Untuk info lebih lanjut tentang beasiswa ini silakan langsung google kedutaan Jepang Jakarta.

  17. salam kenal mas…. Mas, saya tamatan dari pendidikan kimia tapi pengen ngelanjuti study dibidang kimia bahan alam. Mas, bisa rekomnedasikan kira2 universitas yang punya jurusan ini?

    • Kayaknya ada banyak universitas yg punya bidang ini. Tinggal browsing2 saja ke situs universitasnya masing2. Bisa mulai dari mencari di google. Silakan baca juga tulisan saya tentang tips2 study ke Jepang, ada banyak hal yg mungkin perlu diketahui/dipersiapkan.

  18. Lihat koment pada semangat-semangat Semua, Tapi Nasib berkata bukan saya jadi malas mau kuliah cukup s1 sajalah ketimbang mau S2, S3, S4, Dan S Teler kerena terbatasnya Dana dan mulai bosan kerena S1 saja belum kelar-kelar bahkan lebih miris lagi ada teman dari Elektro angatan 2002 sampai sekarang 2013 belum juga lulus..

    • Tentunya setiap orang berhak-nya untuk bersemangat terhadap impian-impian yang ingin dicapainya. Karena semangat itu adalah langkah awal yang perlu dimiliki sebelum langkah-langkah selanjutnya.

      Jika Dana adalah masalahnya, maka mencari beasiswa adalah salah satu jawabannya. Kebanyakan mereka yang lanjut kuliah S2-S3 di Jepang atau negara lainnya adalah mereka yang gak mampu secara dana untuk membiayai kuliahnya secara mandiri, termasuk saya. Mustahil bagi saya untuk bisa kuliah di Jepang yang biayanya begitu mahal. Oleh karenanya kami mencari beasiswa dan berjuang untuk mendapatkannya. Ada banyak teman saya selama S1 yang juga kesulitan dana, namun mereka pantang menyerah mencari biaya kuliah, mulai dari mencari beasiswa, ngajar privat, atau jualan donat. Dan merekapun tetap bersemangat untuk meraih cita-citanya.

      Jika masalahnya adalah kuliah S1 belum beres-beres… tentunya masalahnya saya rasa bukan karena orang lain. Coba introspeksi dan evaluasi diri, karena biasanya lama kuliah itu bisa jadi karena alasan yang ada pada diri sendiri, yang kadang kita sendiri sadar atau tidak menjadi penyebabnya. Teman yang Anda maksud itu hanyalah contoh kecilnya saja, karena ada banyak orang yang mampu untuk lulus cepat atau tepat waktu dengan berbagai kondisinya. Bisa jadi ia punya alasan tersendiri mengapa belum lulus juga. Wallahualam. Saya sendiri lulus kuliah S1 saya sekitar 5,5 tahun saat teman-teman seangkatan saya sudah pada lulus. Namun saya tetap bersemangat untuk mengejar impian-impian saya hingga kini. Lagian ukurannya bukanlah seberapa cepat atau lambatnya lulus… tapi seberapa bagus “kualitas” kita setelah lulus nantinya. Seberapa banyak pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan yang kita miliki setelah lulus, itu adalah yang penting.

      Salah satu kalimat yang selalu memotivasi saya hingga kini adalah:
      “Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.” (alm. Ust Rahmat Abdullah)

      Jadi kuncinya adalah: Tetap optimis dan tetap berjuang sekuat tenaga untuk melakukan yang terbaik.

  19. assmlkm

    sy mau nany ka.tentng reasearch plan yg kita buat.itu penelitian yg akan d lakukan d jepang sana y ka?pas udh s2 nanti atau pas jd research studenntny?

    sy tertarik mencoba daftar beasiswa.yah meskipun belum tentu bisa dapet beasiswa.tp sy rasa g ad salahny nyoba selagi bisa.tp sy total g ngerti sama sekali tntng syarat2ny,seperti format reasearch plan misalnya.mksh

    • Waalaikumussalam
      Iya tentunya penelitian yang ingin kita jalani di Jepang nantinya. Bisa jadi untuk research student, bisa jadi untuk S2-nya.
      Format research plan mungkin bisa dilihat di google. Ada banyak dan gak ada format yang baku. Yang penting sistematis, aplikatif, dan real.

  20. Assalamu’alaikum Mas,
    Perkenalkan nama Saya Andri, saat ini sedang mencoba menghubungi Profesor salah satu Uni di Jepang.. Profesor tersebut meminta saya mengirimkan schedule plan saya ke Beliau, itu bentuknya gimana ya Mas? apa schedule kita selama studi nanti atau cukup menjelaskan kapan kita bakal memulai perkuliahannya Mas?kalo memang Mas Danang dulunya pernah membuat, apa bisa di share ke saya bentuknya?

    Terimakasih Mas,

    • Waalaikumussalam wr. wb.

      Yang dimaksud dengan schedule adalah rencana studi dan penelitian Anda di Jepang nantinya berdasarkan kronologis waktu. Misal jika Anda apply untuk S2 (2 tahun) maka schedule yang perlu Anda buat adalah selama 2 tahun itu studi atau penelitian apa yang akan Anda lakukan, misal:

      Oktober – Januari : Belajar bahasa Jepang / mengambil kuliah lainnya
      Februari – April : Mulai penelitian

      Agustus (tahun terakhir) : Persiapan sidang S2

      Sesuaikan dengan bidang studi Anda dan jelaskan secara detail dan konkrit.

  21. assalamu’laikum,kak. saya niza masih kelas 2 SMA di Medan. insya Allah saya lulus SMA tahun 2014. kira2 kak, beasiswa S1 di jepang ada tidak untuk saya yang akan/baru lulus SMA? terus kak, cari e-mail prof.nya dari info universitas yang dituju ata ada cara gampang lainnya? terima kasih

  22. bermanfaat infonya mas.. tapi kapan seleksi penerimaan beasiswa untuk panasonic foundation n apa aj persyaatannya.
    jazzakumullah

  23. Aslm mas, saya ingin bertanya, apakah mas danang punya contoh Letter of Acceptance dari kampus di Jepang? Saya telah menghubungi Profesor di Jepang dan Beliau Alhamdulillah menerima saya untuk bergabung di Lab nya, namun beliau menanyakan format LoA nya… kalo ada bisakah dikirimkan ke email saya?
    terimakasih

  24. Assalamualaikum wr. wb.

    Setelah melihat tulisan anda, semangat saya terbakar lagi untuk studi ke Jepang.

    Ada dua pertanyaan dari saya, jika berkenan tolong dijawab :
    1. Apakah JLPT bisa pengganti nilai TOEFL? (Saya lulus JLPT untuk level 1 (1kyu))
    2. Apakah EJU bisa pengganti nilai IPK ?

    Dengan pertimbangan beasiswanya adalah mombusho.

    Walaikum salam wr. wb.

    Salahuddin Muhammad Iqbal,
    Mahasiswa PENS semester 6

  25. maaf,mungkin ini pertanyaan bodoh,
    tapi kalau boleh tau ip yang diambil itu ip terakhir atau ip akhir semester aja?
    terus waktu kita mengirimkan e-mail pertama kali ke profesor itu hanya perkenalan saja atau lengkap dengan cv research,n study plan?
    Thx

    • Tentunya yang dimaksud adalah IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) atau IPK terakhir saat Anda lulus S1. Jika Anda membaca tulisan saya di atas dengan seksama saya telah menyebutkan mengenai pentingnya menyertakan rencana studi/riset atau data pendukung lainnya.
      Tentu akan lebih baik jika selain perkenalan juga menyertakan CV, rencana riset dan data2 yang mendukung🙂

  26. assalmkum,, mas mau tanya,, untuk permulaan,,hehee skrg masih di jepang atau sudah pulang ke indo?
    kalo di jepang mash kuliah atow udh kerja?
    ini aja dulu,, argto Gsmz

  27. assalamualaikum kak,sya Ayyin
    biokimia47 ipb,mau tanya. Buat yg
    research student,sya research
    plannya klau pkai uslan penelitian
    bwt skripsi nnti bisa gak diajuin? Jdi
    pngennya ngajuin uspen sbgai research plan,trus klau
    dterima,pnelitiannya dsana. Kyk gtu
    bsa kak? Trma ksh.

    • Waalaikumussalam
      Maksudnya penelitian S1-nya di Jepang begitu ya?
      Program research student itu adalah program untuk jenjang S2 atau S3. Jadi ini bukan program untuk penelitian menyelesaikan S1, (Justru S1-nya sudah harus selesai dahulu) baru kemudian daftar.

      Biasanya research student itu diselenggarakan 3-6 bulan sebelum memulai jenjang S2 atau S3 di Jepang. Kegiatannya bersifat lebih santai misal belajar bahasa Jepang ataupun belajar dan mengenal kehidupan lab dalam kurun waktu singkat itu untuk bekal nanti ketika sudah masuk ke Program S2-S3.

      • oh,begitu ya kak.. hehe,sejujurnya ini karena bingung cari dana penelitian kak. jadi saya kira bisa penelitian pakai beasiswa program research student itu,kayak dana hibah penelitian dikti gitu.
        dulu kakak ikut research student setelah atau sebelum lulus S1?

      • Program S2 saya khusus yang diselenggarakan oleh kampus saya di Jepang kala itu, jadi tanpa melalui research student dahulu. Tapi langsung masuk jenjang S2.

        Biasanya research student itu sebelum S2 6 bulan.

        Yang 1 tahun saya ke Jepang sebelumnya itu juga program khusus, namanya short term research exchange selama 1 tahun. Yang buka seleksi adalah Utsunomiya University untuk 1 orang dari IPB (biasanya bulan Desember-Februari seleksinya dan infonya ada di bagian international rektorat IPB). Untuk program ini harus dipastikan dahulu apakah ada beasiswanya atau tidak… karena kadang ada yang keburu senang diterima dan berangkat eh… pas tiba di Jepang ternyata gak ada support beasiswa… akhirnya balik lagi ke Indonesia.

  28. Pak Danang terimakasih atas segala tips nya, lambat laun saya mengerti. hanya saja ada yang masih mengganjal dihati yaitu, ini mungkin emang agak sedikit memperlihatkan kebodohan saya, hehehe… beberapa kali mencoba mencari tahu tentang sosok profesornya tapi gak berhasil. adakah tips nya pak? terimakasih…

    • Mencari sosok pribadi professornya atau foto2nya gampang2 mudah. Karena hal seperti itu biasanya memang tidak dipublish ke publik oleh yang bersangkutan. Alternatifnya google saja namanya. Mungkin akan muncul foto-fotonya. Atau bisa saja websitenya dalam bahasa Jepang sehingga Anda tidak paham. Solusinya pakai google translate saja.

      Anda bisa juga melihat hasil kerja sang Professor dengan melihat jumlah dan judul serta abstrak publikasinya (jurnal, dll). Tapi untuk mengetahui sosok sifatnya solusi yang paling memungkinkan adalah mencari mahasiswa Indonesia yang kuliah di universitas tempat calon Professor berada kemudian minta tolong untuk mencari info tentang yang bersangkutan.

      Atau coba komunikasi lewat email langsung dengan Professornya. Dari gaya bahasa mungkin bisa ketahuan.

  29. Assalamualaikum
    Kak, mau tanya juga nih
    di Jepang kebanyakan yang ada beasiswanya selalu yang jurusan teknik ya?
    kalau ekonomi ada tidak ya?
    soalnya saya sudah cek web dan cek situs kedutaan jepang ya teknik itu.
    Lalu, saya ingin bertanya juga
    saya kan masih semester 6, salahkah kalau saya ingin mencoba mendaftar yang S2?
    Dulu, kak Danang waktu ingin mencoba mendaftar S2, itu posisinya kak Danang sudah lulus S1 kah atau masih semester brp?

    Terima Kasih
    Eka-UWKS

    • Waalaikumussalam wr. wb.
      Saya rasa beasiswa ke Jepang juga membuka untuk jalur selain teknik atau sains. Tapi memang benar Jepang merupakan negara yang lebih dikenal sebagai tujuan studi bidang teknik, teknologi atau sains. Ilmu sosial dan ekonomi meskipun ada namun mungkin tidak terlalu difavoritkan bagi mahasiswa asing. Wallahualam.

      Saya dulu mulai coba apply ke Jepang dan banyak negara lain sejak tingkat pertama kuliah S1 saya. Saya berusaha mencoba banyak hal untuk mengetahui bagaimana sih caranya bisa lanjut kuliah ke luar negeri. Awalnya masih banyak coba-coba saja dan banyak ditolak (kalo diterima juga kan saya masih jauh dari masa kelulusan S1 saya). Baru saat akhir semester 6 saya menseriusinya dan saat semester 7 saya lolos exchange ke Jepang 1 tahun (saya cuti kuliah dari IPB antara semester 7-8), dari exchange 1 tahun itu saya mendapat banyak wawasan dan pengalaman tentang studi ke Jepang. Sepulang dari Jepang sembari menyelesaikan masa akhir S1 di IPB, saya apply S2 ke Jepang dan kemudian lolos, Alhamdulillah.

  30. assalamu’alaikum .. ka mau tanya,
    saya baru masuk kuliah kan yaa tapi D3 sjmp niatnya mau lanjut S1 gizi,
    mau coba” cari beasiswa ke luar. itu bisa dan ada gak ka? kalo dari d3 ke s1?
    makasih :]

  31. assalamu alaikum

    k’ mw nanya nih…, klo lulusan s1 matematika itu ,apa bisa lnjt s1 bdg matemtika keuangan di jepang gtu?hehe, apa ad batasan umurnya..(yah umrnya skrg 23 )
    oia..skalian apa ad beasiswa untuk itu?

    • Waalaikumussalam wr. wb.
      Bisa atau tidak tentunya tergantung proses seleksinya dan juga tergantung kebijakan panitia dan pemberi beasiswa. Jadi ya 50-50 kemungkinannya. Tapi ya dicoba saja agar tahu jawabannya. Batasan umur beasiswa rata2 sih 24-26 tahun, tapi itu juga bisa berbeda, tergantung beasiswa apa.

      Beasiswa spesifik untuk suatu bidang sih sangat jarang. Biasanya beasiswanya bersifat umum, jadi untuk semua jurusan dengan syarat ya lulus seleksinya.

  32. assalamualaikum,,
    Kak danang, mhn infonya, bgmn dg focus study microalgae u neutraceuticals di jepang?apa kakak ada recommend?
    Krn sebanyak yg sy tau focus microalgae adlh sbg bioreactor.
    makasih kak,,
    warm regards,
    Nur madina, tetangga lab. Microalgae di thp ipb.

    • Waalaikumussalam wr. wb.

      Bidang neutraceutical dari Alga itu sudah ada jauh lebih dahulu dibandingkan biofuel / bioenergy dari Alga. Mungkin sejak tahun 1950 atau 1960an sudah ada penelitian ke arah sana dan masih berlanjut hingga sekarang.

      Tentunya laboratorium yang meneliti neutraceutical dari Alga sendiri juga sudah berkembang ke berbagai cabang. Jadi tidak harus dibawah departemen berbasis kelautan atau biologi. Tapi bisa saja lebih berkaitan dengan farmasi, kimia, bioteknologi atau sebagainya, karena yang diteliti bukan alganya lagi secara spesifik, tapi zat yang dihasilkannya.

      Nah kalau tertarik dibidang nuetraceutical alga tentu harus memperlebar cakupan pencarian calon Professor atau Lab-nya. Misal Lab kimia, lab berbasis farmasi, dan lainnya yang kadang mereka tidak secara langsung mencantumkan alga sebagai topik penelitiannya.

  33. assalamualaikum mas danang, ni ana dari unnes mau tanya mas,
    apakah mas danang punya teman di kyiti daigaku

  34. Pingback: Beberapa tips tentang mencari Professor di Jepang… | Orange Fresh Newer

  35. assalamalaikum kak, setelah menyelami info2 dan blog2 yg menshare ttg pengalaman beasiswa jepang hampir semua yg saya temukan adalah pengalaman beasiswa jurusan eksak, kalo misal mau mengajukan aplikasi dgn jurusan desain gtu bsa ga kak kira2? terimakasih🙂

      • Dear mr danang
        Saya lulusan s1 public relations
        Setelah saya search..sepertinya sangat jarang dan sepertinya sangat sedikit utk program s2 yg sama dengan jurusan saya sebelumny.
        Yang menjadi pertanyaan,kalau saya mengambil program studi yg berbeda dengan program studi saya sewaktu s1…contohnya management atau bussines…kalau sepertinya kasusnya bisa gak yah mas.?

        Thanx

  36. Kalau ambil program s2..tpi beda dengan juruasan sewaktu s1..bisa gak yah mas

    Dan ternyata di kampus yg saya inginkan tidak tersedia.program studi yg sama dengan program studi sewaktuk s1…
    Dimana saya sarjana komunikasi..tpi ingin mengambil program s2 jurusan bisnis

    Kalo.seprti itu bisa gak yah mas

    Thanx
    Obin

    • Bisa-bisa saja saya rasa asalkan menurut pihak kampus di Jepang / Professornya Anda bisa diterima di jurusan yang berbeda. Pada intinya kembali pada proses seleksinya nanti apakah Anda bisa memenuhi kriteria mereka atau tidak.
      Dicoba saja dulu untuk pastinya.

      • Bisa-bisa saja saya rasa asalkan menurut pihak kampus di Jepang / Professornya Anda bisa diterima di jurusan yang berbeda. Pada intinya kembali pada proses seleksinya nanti apakah Anda bisa memenuhi kriteria mereka atau tidak.
        Dicoba saja dulu untuk pastinya.

  37. Assalamu’alaikum
    kak saya ingin bertanya. begini kak saya lulusan S1 kimia murni, nah ingin sekali melanjutkan studi ke jepang. Namun setelah saya cari-cari di web kampus jepang ternyata bidang penelitian yang saya minati lebih kepada farmasi dan agriculture. Setau saya kak danang ini jurusan agriculture bukan? jika iya, saya mohon bantuan informasinya penelitian mengenai jurusan agriculture disana yang kak danang pernah tau, mohon maaf sebelumnya sebab saya sangat miskin pengetahuan tentang agriculture
    terimakasih kak
    wassalamu’alaikum.

    • Waalaikumussalam wr. wb.
      Jurusan saya bidangnya Marine Science (Ilmu Kelautan), bukan Agriculture.
      Silakan kunjungi website2 universitas di Jepang yang memiliki jurusan Agriculture. Biasanya ada info mengenai bidang riset yang sedang dijalani di sana. Wallahualam.

  38. Selamat malam mas Danang, , perkenalkan nama saya Adi Setiawan, artikel yang sangat bermanfaat sekali, saya berniat untuk melanjutkan kuliah di sini program s2, tetapi saya sekarang berstatus magang, apakah memungkinkan untuk bisa meng apply di jepang dengan status magang ya mas..?, saya berniat 1 tahun sebelum pulang ingin mendaftar di univ. di jepang apakah itu memungkinkan ?,..dan apabila diterima apakah memungkinkan apply visa di jepang..? dan persiapan apa saja yang seharusnya saya siapkan dari sekarang..? apakah saya bisa mulai mencari profesor…? tetapi program magang saya masih 2 tahun lagi..? mohon informasinya mas Danang, maaf menggangu waktunya… terima kasih banyak atas perhatiannya salam onegaiitashimasu Adi Setiawan

    • Saya copy paste-kan jawaban saya yg di Facebook ya:

      Selamat malam mas Adi.
      Saya mungkin tidak punya info banyak terkait aplikasi S2 ddengan status magang.

      Namun mungkin ada beberapa pertimbangan yang bisa menjadi acuan.

      1. Apakah tempat kerja / magang mas Adi memiliki ikatan kontrak setelah proses magang selesai, misal harus pulang ke Indonesia? Kadang karena status kita di Jepang sebelumnya (misal magang) kita tidak bisa apply masuk Jepang langsung… jadi harus nunggu hingga ketentuan membolehkan kita apply. Ada teman yang dia harus pulang ke Indonesia dulu dan tinggal selama 1 tahun sebelum bisa apply lagi ke Jepang. Jadi perizinan ini harus diperjelas dahulu dengan tempat mas Adi magang, karena mereka yang menjadi penanggung jawab selama di Jepang saat ini.

      2. Jika tempat magang di Jepang mengizinkan dan imigrasi Jepang juga membolehkan, tentunya Mas Adi bisa mencoba untuk mencoba daftar S2 di Jepang. Jika administrasinya oke, Mas Adi tinggal mengganti VISA nantinya dari kenshusei (atau status VISA yg sekarang) ke gakusei atau Kenkyuusei. Tapi ini juga harus dipastikan di imigrasinya.

      3. Jika urusan administrasinya oke… maka yang bisa mas Adi lakukan adalah mencoba cari info bidang S2 seperti apa yg diinginkan. Setelah itu mencari info bagaimana bisa terdaftar di program S2. Seringkali seleksinya beda2… ada yang tinggal nyari Professor terus minta rekomendasi kemudian seleksi berkas dan bisa langsung diterima (Biasanya yg daftar dari luar Jepang). Dan ada juga yang harus ikut seleksi ujian masuk universitas (Daigaku Shiken). Ini harus dipastikan dahulu karena setiap kampus punya kebijakan masing2. Coba tanya di daerahnya mas Adi ada gak senpai yang punya pengalaman tentang ini.

      4. Biaya kuliah dan biaya hidup. Ini yang relatif sulit dicari. Jika mas Adi ada sumber pendanaan pribadi tentunya tidak masalah. Namun jika ingin mengandalkan beasiswa, maka perlu dipertimbangkan beasiswanya dari mana. Kebanyakan beasiswa mahasiswa Indonesia berasal dari beasiswa Monbusho / Monbukagakusho… tapi beasiswa ini kebanyakan diberikan kepada mereka yang daftar dari luar Jepang di negaranya masing2. Sangat jarang sekali yang dapat dari seleksi di dalam Jepang. Beasiswa dalam Jepang sebenarnya ada, namun, biasanya lebih kecil jumlahnya, sehingga perlu dipertimbangkan juga nantinya biaya diperoleh darimana… apakah baito atau lainnya.

      Mungkin hal2 di atas yang perlu diperjelas lebih lanjut. Sebelum melangkah lebih jauh. Mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan. Wallahualam.

    • Yang diperhatikan adalah: Tujuan ngirim emailnya untuk apa? Ini harus jelas tapi jangan juga terlalu panjang. Jelas, padat, dan spesifik. Jika ingin memperkenalkan diri tinggal E-Mailnya disertakan dengan CV. Adanya proposal / rencana study dan penelitian juga akan menambah nilai penting email kita kepada Professor.

  39. mas, kalo untuk beasiswa S2 apa harus mencari prof pendamping seperti ini? apalagi bidang saya adalah bidang yang aplikatif bukan riset atau penelitian (saya jurusan sistem informasi)
    mohon penjelasannya mas ^^

    • Kecuali programnya tidak menyebutkan harus ada prof pembimbing… Sepengetahuan saya biasanya semua program pasca sarjana baik S2 atau S3 menganut sistem advisor based. Jadi harus ada prof pembimbing. Siapa bilang bidang sistem informasi bukan bidang riset/penelitian? Ada banyak publikasi riset di bidang ini dan aplikasi di bidang sistem informasi berasal dari hasil penelitian. Ada banyak mahasiswa jurusan sistem informasi pun ada yg punya prof pembimbing kok.

  40. kak danang, saya berencana mau melanjutkan studi S2 ke jepang.insyaallah mau melanjutkan ke Waseda dengan scholarship, karena disana ada jurusan yang saya inginkan
    tapi di website yang bersangkutan menyebutkan bahwa
    “At the time of application for university admission, there is a need to guarantee that you have financial resources sufficient enough to cover all necessary costs during your stay in Japan. As it is very difficult to win a scholarship straight after entering university, you should build your study abroad plan excluding the possibility of receiving scholarships. In principle, you can only apply for scholarships after you begin your studies at university.”

    apa tidak ada jalur beasiswa yang memberikan beasiswanya sebelum kita berangkat kesana?
    terima kasih🙂

    • Kalo kondisinya demikian itu berarti programnya tidak punya alokasi khusus utk beasiswa ketika mendaftar jurusan tersebut. Jadi meskipun kita diterima di sana kita tidak otomatis dapat beasiswa berarti kita harus mencari beasiswa secara terpisah baik sebelum atau setelah terdaftar di sana.

      Saran saya, cb daftar beasiswa monbusho melalui kedutaan Jepang, ikuti seleksinya dan kira2 di saat sudah lolos tahap awalnya mulai coba daftar program di wasedanya. Jadi ada dua proses yg harus dijalani.

      Jika beasiswa monbushonya dapat maka ketika belajar di wasedanya tidak perlu khawatir ttg keuangan selama studi. Biaya hidup di Jepang sudah semakin tinggi soalnya kalo gak ada jaminan biaya mandiri atau beasiswa.

  41. assalamualikum mas danang..
    saya mahasiswa s2, inysa Allah akan wisudan akhir tahun depan.
    istri saya berencana melanjutkan kuliah s2 di jepang akhir tahun depan (insya Allah beasiswa dari kantornya)
    alhamdulillah anak saya satu, umurnya 1 tahun januari nanti.
    saya minta saran dan masukkan dari mas danang.

    apakah kita bisa bekerja di jepang dengan status menemankan istri yang sedang belajar?
    apakah kita bisa ngambil s3 (part time) dan sambil bekerja disana?

    Jzkl

    • Waalaikumussalam wr. wb. Mohon maaf baru membalas.

      Setahu saya bisa, tapi tentunya tergantung dari jenis pekerjaannnya apa.
      Untuk S3 sambil kerja, ini sangat tergantung dari Professornya. S3 di Jepang lumayan padat dan berat tuntutannya, sehingga jika S3-nya part time sambil kerja mungkin nantinya akan kualahan. Tapi mungkin saja nantinya bisa disesuaikan.

      Saran saya, utamakan dahulu untuk datang ke Jepang dengan tujuan studi (istri), ini akan lebih memudahkan ketimbang menyertakan alasan datang ke Jepang untuk bekerja (mengingat kondisi ekonomi Jepang yang kurang baik saat ini). Ambil waktu untuk adaptasi dan bersosialisasi termasuk mengakrabkan diri dengan aturan2 mengenai pekerjaan di Jepang (pajak, jam kerja, asuransi, dll). Bisa juga bertanya dengan orang Indonesia/negara lain di sana nantinya yang mungkin ada pengalaman kerja. Kemudian pertimbangkan. Akan lebih bagus jika bisa berbahasa Jepang, karena orang Jepang hampir 90% tidak bisa atau tidak mau berbahasa Inggris.

      Mungkin itu dulu Mas🙂

    • Research proposal bisa dilihat contohnya di Google… ada banyak. Jika Anda sudah lulus S1 pasti pernah buat proposal riset kan ya? Kurang lebih seperti itu. Tidak terlalu banyak. Yang penting jelas dan to the point.

  42. assalamu’alaykum mas, misal sy mw apply beasiswa, tp sy bukan lulusan ‘elligible univ.’ yg disyaratkan, kalau dalam kondisi seperti ini apa mungkin saya bisa apply dan diterima?

    • Waalaikumusssalam wr. wb. Eligibility merupakan syarat seleksi. Sebaiknya bisa memenuhi semua syarat yang diminta oleh panitia. Namun tak ada salahnya juga untuk mencoba agar tahu jawabannya sendiri… you`ll never know when you never try!

  43. assalamualaikum, mas saya mau nanya. untuk jurusan keguruan pendidikan anaka usia dini. tolong mas rekomendasiin universitas yang menerima beasiswa S2 di japan. terima kasih sebelumnya

    • Waalaikumussalam wr. wb.
      Perlu dipahami bahwa tidak semua jurusan ada di Jepang. Dan jika ada tidak semua juga cocok dengan mahasiswa asing. Biasanya bidang seperti yang mbak Yuni ini di Jepang lebih diarahkan kepada jenjang diploma atau lulusan SMA yang masuk ke sekolah khusus pendidikan, karena sifat ilmu yang diajarkan adalah keterampilan. Sepertinya sangat jarang ada universitas di Jepang yang memiliki jurusan seperti mbak. Mohon maaf saya sendiri tidak punya info yang mbak inginkan.

      Danang

  44. Assalaamualaykum, Pak Danang.. Salam kenal.. Apa kabar..
    Boleh minta saran..
    ..suami dn sy mprtimbangkan S3 di Jepang.. suami bidang akuntansi (auditing), sy bidang manajemen (spesialisasi MSDM)..
    mnrt Pak Danang.. universitas mana yg pas buat kami yg setidaknya bisa berdekatan, syukur2 satu uni..
    Apakah memungkinkn kami berdua sama2 kuliah, dg mbawa 3 anak yg masih kecil2 (5, 7, 8 thn)..
    Terima kasih infonya.. Barakallaah..

    TSPD

    • Waalaikumussalam wr. wb.

      Mohon maaf saya sendiri kurang tahu info universitas mana yang cocok untuk bidang mbak dan suami. Ada banyak sekali universitas di Jepang yang bisa dijadikan pilihan. Tapi pada umumnya “kiblat” akademik Jepang lebih ke arah bidang science and technology. Bidang sosial dan ekonomi biasanya tidak terlalu banyak ditawarkan kepada mahasiswa asing. Meski demikian jika dicari melalui website masing2 universitas mungkin saja ada yang pas.

      Mengenai mungkin tidaknya kuliah berbarengan dengan suami sambil membawa anak, ada banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya adalah Professor. Jika Professor mengizinkan membawa keluarga tentu akan mudah. Tapi ada juga Prof yang tidak mengizinkan karena banyak pertimbangan. Silakan didiskusikan saja baiknya bagaimana dengan calon Professor.

      Danang

  45. Assalamualaikumwarakhmatulloh,
    Salam kenal Mas Danang,
    Cerita sedikit, saya tidak bosan – bosanya melihat video di youtube, tentang motivasi target, ketika semangat belajar lagi menurun, sangat ampuh untuk menyulut api semangat untuk kembali membara (agak lebay) sepertinya itu vidoe anda bukan?, kalau iya itu sangat keren dan inspiratif dan terima kasih sudah membagi ilmunya.

    Well, sama seperti anda, saya juga menerapkan target untuk membuat track hidup biar tidak bingung ditengah jalan, dan Alhamdulillah sekarang sudah menginjak target ke 91, yakni kuliah di luar negeri. Masih bingung negara mana yang saya tuju, beberapa kali daftar beasiswa tapi belum rizkinya, dan saya sekarang dalam proses korespondensi dengan beberapa profesor dari beberapa negara juga, jalan beberapa hari belum ada balasan, sempat geram dan kurang sabar, karena deadline target saya untuk menyandang status mahasiswa internasional diluar negeri semakin dekat. Tapi setelah membaca tulisan diatas, jadi ada gambaran sepertinya harus lebih giat dan lebih sabar lagi.

    Karena mayoritas penulis komentar diatas mengajukan pertanyaan, saya juga ingin mengajukan pertanyaan juga,
    1. Mas, apakah kalau dijepang untuk mendapatkan calon advisor itu umumnya memakan waktu yang lumayan lama? karena tulisan mas bilang 2008 – 2009 hunting and mulai lobying, dan baru 2010 kuliah, dan berarti mas nya mulai korespondensi sebelum lulus s1?
    2. Kenapa mas danang bisa mantap dan gigih untuk memilih jepang? kenapa bukan ke negara lain?
    3. Cukup 2 dulu, mungkin kalau bingung saya akan mengajukan pertanyaan lagi, itupun jika pertanyaan2 seringan kapas diatas sudah terjawab.

    Terima kasih. Barakallah,

    • Waalaikumussalam wr wb

      Langsung saja ya:
      1. Lama atau singkat itu banyak faktor yang mempengaruhi. Namun umumnya butuh proses. Namanya juga komunikasi kan ya? Tentu professor punya penilaian dan pertimbangannya sendiri. Terkadang tidak semua email di balas, misal karena professornya sibuk atau memang tidak berminat untuk menerima mahasiswa atau hal lainnya. Terkadang juga harus kita pahami bahwa mencari Professor tidak sama dengan mendaftar beasiswa. Keduanya hal yang berbeda. Jadi kalau dapat professor potensial yang siap menerima, tidak otomatis pasti dapat beasiswa. Ya saya mulai nyari kontak professor potensial itu sejak S1. Dan mulai menghubungi mereka menjelang kelulusan S1. Komunikasi butuh waktu lumayan lama juga dan yang menolak/gak membalas juga banyak.

      2. Gak ada alasan khusus sih. Tahun 2007, saya pernah exchange 1 tahun ke Jepang. Mungkin dari sana kesan saya tentang jepang semakin kuat dan akhirnya milih ke Jepang. Sempat juga kok kontak Prof. di Eropa, tapi karena gak ada beasiswanya saat itu jadi saya tidak lanjut ke eropa.

  46. Pingback: Pertanyaan umum seputar kuliah ke Jepang… | Walking the Earth

  47. Assalamualaikum,
    Mas, saya sedang mencari informasi seputar profesor, mohon pencerahan. Jika di web universitas tertulis Professor, asistant prof, asosiate prof, lecturer, asistant teaching. Mana saja yang bisa memberikan izin research? terimakasih

      • Terimakasih Mas Danang sudah merespon. Alhamdulillah seharian td saya googling nama semua nya dan kebanyakan di webnya profesor tidak mencantumkan research interest. Justru beberapa yg mencantumkan research interest assistant prof nya.
        Saya kuliah matematika lulus 2007, setelah lulus 1 th bekerja di bidang pendidikan tapi kemudian saya bekerja di perbankan 5th, resign, dan menjadi enterpreneur. Sekarang saya tertarik melanjutkan studi. Kira-kira background pekerjaan saya perlu di cantumkan atau tidak?
        Melihat contoh email mas danang saling berkaitan. Sementara saya beda-beda bidang. Mohon pencerahan.

      • Research interest bisa dilihat dari publikasinya (jurnal yg ia publikasikan). Atau bisa juga dilihat dari asisstant prof. Biasanya tidak jauh berbeda. Sekiranya diperlukan, silakan cantumkan latar belakang. Tapi sekiranya justru tidak berkaitan dengan bidang yg akan dilamar, sebaiknya tidak perlu.

  48. Assalamualaikum,
    Salam kenal Pak Danang. Begini pak saya ingin menanyakan apakah proposal research untuk studi lanjut s2 yang nantinya kita ajukan harus berkaitan dengan tema research/skripsi kita di s1? Terima Kasih.

  49. Ass saya Mayjen Pur Dr.Bibit Santoso,S.IP,MH TENAGA PROFESIONAL BIDANG SOSBUD LEMHANNAS RI saya sdh umur 64th pada 15 Desember 2014 nanti kira kira masih bisa gak jadi Profesor di Indonesia saja ,yg saya kerjakan adalah buat tulisan dimajalah,buat buku bulan ini 1 dan juga buat jurnal internasional 1 mkn bulan depan buat lagi kira 2 perguruan Tinggi mana yg bisa utk menerima jadi Profesor tq

  50. terimakasih mas pas banget dengan kondisi saya, saya mahasiswa udayana sedang memepersiapkan study ke jepang, pengennya ikut monbusho bulan desember ujian N5, awal tahun mau kursus + tes TOEFL, nah masalah satu – satunya tentang cari profesor ini. dari info yg mas danang bagikan bikin semangat, mulai nanti mulai cari profesor.

  51. Assalamualaikum kak, saya mahasiswa program diploma ipb semester 5. Saya berniat untuk melanjutkan pendidikan ke jepang. Untuk melanjutkan pendidikan, apakah saya harus melanjutkan ekstensi dahulu atau bisa langsung melanjutkan ke pendidikan s2 nya?
    mohon sarannya kak.
    Terimakasih

  52. Salam kenal mas
    Saya mahasiswi tingkat akhir yang telah selesai skripsi dan menunggu wisuda. Kalau untuk permohonan research student saya menuliskan baru akan wisuda bulan oktober nanti apakah tidak bermasalah ya mas? Untuk study plan yang akan kita ambil apakah harus dijelaskan juga mengapa kita mengambil study tersebut?
    Terimakasih

  53. Mas Danang, niatan pengen banget lanjutin S3 ke Jepang. Cuma, masih kepikiran anak2 (mklum, janda dengan anak 3). Ada usul ? Atau saran ? Krn anak2 masih kecil2, gak bisa ditinggal sdr. Makasih, ya mas Danang

  54. Wah artikel bagus n bermanfaat, mas sy mw tnya, sy mw coba daftar di universitas2 di jepang, nah utk dpt loa katax dsuruh contact future supervisor, masalahx sgt susah sekali mndapatkan email prof2 disana, udh dcari di google melalui jurnal ilmiah mereka, eh ga da yg mencantumkan alamat emailx, jd saya hrus bgaimana yaa?
    Yg kedua, untuk mendaftar ada biaya aplikasi, yg mahaaaal bgt, kita kan blm ada sponsor, jd apakah biaya itu d tanggung sendiri? Dan juga, apakah saat ujian masuk kita hrus dtg di negara tujuan? Kalo ga diterima kan kita udh jauh2 dtg. Mohon pencerahanx mas, terima kasih .

    • Coba cari alamat email profnya di website universitas mereka. Misal fi jurnal kan mereka ada afilisasinya nah cb search di google saja. Saya rasa ada. Perlu dicatat bahwa yg ada di paper itu gak semuanya prof. Bisa jadi mahasiswa. Prof. biasanya namanya ada di urutan paling belakang.

      Setahu saya sebagian besar universitas di Jepang tidak ada biaya yg dikenakan untuk mendaftar aplikasi jika Anda mendaftar melalui program beasiswa misal Monbukagakusho (MEXT). Kecuali Anda daftar kuliahnya tanpa beasiswa. Universitas mana yg ingin dituju?

      Jika Anda ingin kuliah di Jepang dengan beasiswa misalnya Monbukagakusho (MEXT), urutan langkahnya adalah sebagai berikut: 1. buka website kedutaan Jepang dan cari tentang seleksi beasiswa monbukagakusho dan baca seksama syarat dan waktu pendaftarannya. 2. cari calon professor yg bersedia nerima di labnya 3. Cari info melalui calon professor / calon universitasapakah ada ujian masuk di univnya dll. Biasanya jika universitas menetapkan harus ikut ujian masuk, maka pelaksanaannya bisa didiskusikan dengan Prof jika semuanya sudah fix.

      Jadi bukan daftar kuliah dulu baru nyari beasiswa. Bukannya tidak mungkin, tapi ini akan lebih sulit lagi nantinya mencari professor. Jadi hal pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan kepastian dananya.

  55. Assalamu’alaykum… tulisannya sangat menginspirasi… semakin memotivasi saya untuk mencoba juga… saya mau bertanya.. saya dari jurusan keperawatan… di keperawatan memiliki 2 ijazah dan transkrip…. yaitu ijazah/transkrip sarjana dan ijazah/transkrip profesi… biasanya berkas yang dipakai untuk beasiswa apakah ijzah/transkrip sarjana atau profesi ya pak? saya bingung… kalau ijazah terakhir ijazah yang profesi… apakah ada dari teman pak danang yang lulus beasiswa monbusho dari jurusan keperawatan juga? terima kasih pak.

    • Waalaikumussalam wr. wb.
      Mohon maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud membuat Anda berkecil hati, namun sepertinya peluang untuk lanjut kuliah S2 di Jepang dengan latar belakang keperawatan sangat kecil. Hal ini didasari 2 hal:
      1. Jurusan keperawatan sepertinya diharapkan untuk menjadi staff profesional dalam hal skill/keterampilan. Sementara S2 di Jepang cenderung fokusnya ke bidang yang sifatnya research-oriented.
      2. Jepang merupakan negara tujuan pengembangan bidang MIPA (sains) dan teknologi. Sehingga sepertinya tidak (sangat kecil peluangnya) membuka jurusan keperawatan untuk S2 atau orang asing.

      Saya sendiri belum pernah bertemu mahasiswa keperawatan yang melanjutkan studi S2 ke Jepang. Kebanyakan yang ke Jepang adalah mereka yang training 3 tahun sebagai perawat. Tapi mungkin ini bukan yang Anda cari. Mungkin Anda bisa “berpindah-haluan” ke bidang lain (MIPA atau Teknologi) jika memang ingin studi ke Jepang. Tapi, sebaiknya benar-benar dipikirkan ke depannya Anda ingin menjadi apa?

      Bagaimanapun, ini hanyalah pandangan dari diri saya pribadi… mungkin saja ada hal yang tidak saya ketahui (saya sendiri saat ini sudah tidak berdomisili di Jepang lagi).

  56. Selamat pagi terimakasih sekali sudah menginspirasi sy..mau menanyakan komentar diatas itu mengenai keperawatan..apakah disana bisa utk bidang kesehatan..kebetulan sy di bidang kesehatan juga..apakah kemungkinan kecil..

  57. assalamu’alaikum….

    saya mahasiswi s1 jurusan pendidikan biologi , saya ingin bertanya kira-kira adakah universitas di jepang yang menerima calon mahasiswa asing ketika s1 mengambil konsentrasi pendidikan namun s2 nya ingin melanjutkan bidang biologi murni di jepang? saya sangat ingin melanjutkan studi mikrobiologi dan saya memilih jepang sebagai tempatnya. tapi, saya masih ragu karena program s1 saya pendidikan dan kelihatan tidak sinkron kalau s2 saya tidak mengambil pendidikan juga.

    terima kasih

    • Waalaikumussalam. Saya rasa bidangnya masih relevan krn sama2 biologi. Relevansi bidang S1 dan S2 saya rasa hanya salah satu hal yg dilihat oleh calon Prof atau Univ di Jepang. Ada banyak syarat lainnya juga yg dilihat saat seleksi. Silakan dicoba saja, krn itu cara satu2nya untuk mengetahui bisa atau tidaknya lanjut studi ke Jepang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s