Hal-hal yang perlu diwaspadai ketika mendaftar studi ke luar negeri…

Bissmillah…

Kali ini saya ingin berbagi hal yang menurut saya cukup penting untuk disampaikan kepada rekan-rekan semua yang sangat bersemangat dan menggebu-gebu untuk bisa ke luar negeri dalam rangka studi penuh (S2 / S3) ataupun yang sifatnya untuk jangka pendek (short term research, exchange student, konferensi atau semacamnya…).

Tulisan ini mungkin nantinya akan membantu rekan-rekan semua menghindari masalah-masalah yang akan timbul di kemudian hari setelah mendaftar program ke luar negeri seperti yang saya sebutkan di atas.

Mari kita mulai…

  • PASTIKAN… sekali lagi pastikan… ketika rekan-rekan semua mengambil berkas dan formulir pendaftaran untuk kegiatan ke luar negeri, rekan-rekan membacanya secara menyeluruh dan detail… gak hanya 2-3x tapi berulang kali hingga rekan-rekan yakin dengan 100% bahwa apa yang akan rekan-rekan ikuti nantinya rekan-rekan sekalian juga memahaminya. Jika ada bagian yang tidak paham, Anda bisa coba tanyakan ke kakak kelas, dosen, teman, atau bahkan panitia yang mengadakan seleksi.

Jangan hanya lantaran SEMANGAT dan SENANG ada seleksi keluar negeri atau konferensi lantas teman-teman lupa diri dan terlanjur kegirangan hingga gak membaca detail aturan atau kesepakatan yang harus dipenuhi dan ditandatangani.

Jangan sampai, karena gengsi belaka bisa ke luar negeri Anda nekad menandatangani kesepakatan yang sebenarnya akan membuat diri Anda kesulitan nantinya. Misal, ada program yang mensyaratkan bahwa biaya hidup dan masalah finansial menjadi tanggungan pelamar dan pelamar sepakat dan setuju untuk tidak meminta beasiswa dari pihak kampus baik dari kampus asal di Indonesia ataupun kampus di Jepang selama mengikuti program di Jepang… nah lho… kalo begini kan nantinya bisa repot…

Dengan membaca secara detail dan berulang kali serta berkonsultasi atas hal-hal yang kurang dimengerti setidaknya Anda sudah melewati tahap pertama dalam berhati-hati untuk langkah selanjutnya.

  • PASTIKAN… apakah program ke luar negerinya memberikan beasiswa atau tidak. Masalah finansial di luar negeri itu sangat berbeda dengan masalah finansial yang dihadapi di Indonesia dan ini JANGAN PERNAH dianggap sepele. Misal… jika di Indonesia dengan uang 1-2 jutaan Anda bisa hidup selama 1 bulanan… maka jangan harap di Jepang (misalnya) akan berlaku hal yang sama… sebagai gambaran, di Jepang biaya rata2 minimal yang dibutuhkan untuk 1 bulan itu bisa mencapai 5-6 juta rupiah, dan bisa lebih mahal lagi jika tinggal di kota besar.

Biaya sebesar itu untuk apa? Di Jepang misalnya, ada banyak hal yang harus Anda bayar secara rutin (selain juga karena standar harganya yang juga memang tinggi), misalnya iuran Listrik, Air, Gas, tempat tinggal, telefon, asuransi kesehatan, dan tentunya biaya makan sehari2 serta lainnya…

So… masalah finansial ini harus menjadi perhatian penting dan utama sebelum memutuskan untuk ke luar negeri. Tanyakan ke kakak kelas, dosen, teman, atau panitia mengenai hal ini sebagai gambaran awal.

Sering kali ada alumni luar negeri (Jepang misalnya) “nekad” menyemangati adik-adiknya untuk berani datang ke Jepang dengan biaya apa adanya dulu.

“Yang penting datang ke Jepangnya dulu… dan semangatnya dulu… nanti di Jepang nyari part time itu mudah kok… jadi bisa kuliah sambil nyari uang…”

Sayangnya kata-kata ini bisa jadi sumber masalah nantinya. Soalnya, hal ini justru seringkali gak bisa dilakukan, missal karena perubahan aturan mengenai batasan jam kerja atau izin kerja bagi orang asing di Jepang dan lainnya. Bisa saja hal di atas berlaku bagi sebagian orang, bisa juga tidak.

Selain itu… part time sambil kuliah itu kalau saya pribadi… bukanlah hal yang mudah. Pasti ada keterbatasan yang akan dihadapi nantinya. Misal tuntutan studi (riset, nulis paper, konferensi, tugas dari Professor, dll) harus dibagi dengan jam kerja part time yang kadang melelahkan dan akhirnya menganggu efektifitas studi. Pastinya akan ada banyak masalah terkait finansial yang muncul di kemudian hari jika Anda tidak memikirkan baik-baik.

Meminta bantuan dari orang Indonesia yang ada di Negara tempat kita berada nantinya mungkin bisa dilakukan dan pasti akan dibantu sebisanya. Tapi ingat juga bahwa mereka juga punya prioritas manajemen finansial masing-masing (missal untuk keluarganya atau masa depan mereka). Jadi bergantung pada orang lain usahakan jangan menjadi solusi utama. Meski saya yakin orang Indonesia di mana saja insya Allah akan saling membantu jika diperlukan sekuat tenaganya masing-masing.

Gak sedikit yang akhirnya tidak bisa menyelesaikan studinya karena masalah yang bermula dari masalah finansial.

Saya tidak mengatakan bahwa tanpa dukungan finansial gak mungkin bisa survive studi di Jepang… mungkin-mungkin saja… tapi persiapan dan pertimbangan terbaik sepertinya akan lebih menjamin kelancaran proses studi atau aktivitas kita selama di luar negeri nantinya.

  • Jika Anda dapat beasiswa… pastikan berapa besarnya dan bagaimana sistemnya

Ada salah satu rekan saya yang berangkat ke Jepang nekad dengan beasiswa yang ukurannya tergolong besar di negaranya, tapi di Jepang itu ukurannya tergolong pas-pasan atau bahkan kurang. Ini bisa terjadi karena beberapa hal:

  1. Karena kurang informasi mengenai biaya hidup yang dibutuhkan selama di Jepang
  2. Karena sudah terlalu seneng bisa berangkat ke Jepang… jadinya gak lagi cross check… di benak yang ada adalah: Pokoke bisa ke Jepang (gengsi)

Mendapat beasiswa saja gak cukup, Anda juga perlu tahu system pemberian beasiswanya seperti apa (missal per bulan atau dirapel per berapa bulan sekali atau lainnya).

Jadi pastikan bahwa beasiswa yang didapat memang sekiranya bisa mencukupi untuk hidup di Jepang. Atau paling tidak jika ingin tetap berangkat dengan beasiswa yang (mungkin) kurang mencukupi standar minimal di Jepang, lakukan perencanaan secara matang agar nantinya tidak ada masalah di kemudian hari dan menyesal.

Mungkin 3 hal di atas yang ingin saya sampaikan secara umum kepada rekan-rekan semua yang ingin melanjutkan studi atau semacamnya ke Jepang atau Negara lainnya. Kumpulkan info sebanyak-banyaknya… baca sebanyak-banyaknya kemudian rencanakan sebaik-baiknya sambil diiringi do`a dan ikhtiar.

Bukan ingin menakut-nakuti… tapi saling mengingatkan untuk waspada sebelum terlambat.

Semoga bermanfaat.

Jika ada yang ingin ditanyakan silakan langsung di bagian comment saja ya.

NB: Mohon maaf kalo banyak salah ketik kata, soalnya system auto correction di computer saya gak saya matikan selama mengetik ini.

16 thoughts on “Hal-hal yang perlu diwaspadai ketika mendaftar studi ke luar negeri…

  1. om saya msh fresh graduate mau nnya om perbedaan signifikan antara sifat dan budaya dicjepan dgn negara kita,perjuanagan om bisa sampai ke jepang.mksh om udh mau bls,semoga klrg serta om sehat selalu..amin

  2. Great, saya merasa bersemangat mas. meskipun saya belum berminat ke jepang namun tulisan ini mulai membuka beberapa wawasan saya untuk persiapan ke luar negeri. many thanks🙂 regards

  3. mas danang, saya mahasiswa bahasa jepang di sumatera utara . ada tawaran mudah agar bisa kuliah di jepang lewat Nissei Nihongo Gaku …?? gmn tanggapan mas..

    • Saya pribadi tidak tahu tentang lembaga itu, mungkin saja itu lembaga resmi, mungkin juga tidak, ini benar2 saya tidak tahu. Tapi saya pernah mendengar bahwa ada yg memang menempuh sekolah di nihonggo gakko (sekolah bahasa Jepang) selama 6 bulan smp 1 tahun dan kemudian ikut tes ujian masuk universitas di Jepang. Sebaiknya ditanyakan kepada orang yang sudah pernah ikut langsung melalui lembaga itu untuk dapat info sebanyak2nya. Jika ada brosur atau website atau kontak lembaganya silakan ditanyakan langsung secara detail hingga Anda merasa yakin untuk mengambil langkah selanjutnya,

  4. Assalamualaikum..
    Maaf menganggu mas, saya mahasiswa biologi yang tertarik untuk melanjutkan studi ke Jepang, kebetulan setelah melihat blog mas saya semakin terpacu dan ingin mencari beasiswa kesana, apalagi mas-nya juga mendalami bidang algae yang menyerempet keilmuan saya.hehe. Untuk mas sendiri saat ini menempuh pendidikan dimana ya mas? Apa ada kenalan professor di bidang biologi khususnya fisiologi hewan yang bisa direkomendasikan untuk saya hubungi untuk dijadikan ‘penjamin’ disana? Terimakasih sebelumnya.🙂

    • Waslaikumussalam.
      Saya sendiri blum ada kenalan prof yg dicari. Tp anda bisa cb browsing2 situs kampus2 di jepang lewat google lalu baca2 profil atau info lab yg sesuai dg minat anda kemudian cb bangun komunikasi dg professornya, ini pastinya butuh waktu. Anda jg bs baca2 tulisan2 saya sbelumnya ttg tips mencari prof di Jepang. Dicari saja di arsip blog ini.

  5. Salam kenal. Saya dan suami rencananya akan lanjut S3 di Jepang. Maunya sih 1 lab agar ada teman diskusi. konsekuensinya beasiswa dari DIKTI hanya bisa untuk 1 orang (DIKTI tidak memperbolehkan suami-istri berada dalam 1 lab dan universitas yang sama). Bagaimana mnrt Mas Danang, apk kr2 beasiswa trsbt mencukupinya. Rencana kami akan kuliah di Waseda. Thanks..

    • Sebenarnya sya kurang tahu detail ttg beasiswa dikti dan ketentuannya. apakah cukup 1 beasiswa dikti untuk berdua atau tidqk itu banyak faktornya. jika dua2nya kuliah maka harus memperhitungkan biaya kuliah untuk 1 orang lagi karena yg 1 sudah dibayar oleh DIKTI.Biaya kuliah di Jepang lumayan tinggi belum lagi jika tinggal di wilayah Kanto / Tokyo dimana Waseda University berada yg termasuk wilayah berbiaya hidup tinggi. Jadi sepertinya perlu direncanakan dg matang mengingat beasiswa DIKTI tidak turun perbulan tapI dirapel setiap beberapa bulan sekali.

  6. Assalamualaikum wr wb.
    Mas saya juga tertarik ingin sekali bisa belajar ke jepang, disini saya ingin minta saran dari mas danang, saya masih di tingkat 2 jurusan teknik sipil. kebetulan Alhamdulillah saya mendapatkan program beasiswa percepatan sampai S2 dalam waktu 4 tahun. sekiranya saya ingin belajar ke jepang kira2 apa saja yang harus saya persiapkan dan yang harus saya lakukan. Afwan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s