Balada “asterisk oh asterisk”…

Bissmillah…

Ternyata sudah cukup lama juga saya tidak mengupdate blog dengan tulisan atau foto. Dulu ketika multiply (MP) masih ada, paling tidak dalam satu bulan bisa ada 2-3 tulisan yang dihasilkan. Tapi lambat laun sepertinya produktivitas saya untuk menulis (menulis apa saja) semakin menurun. Tersibukkan dengan rutinitas di kampus yang lumayan padat sepertinya. Padahal mungkin ada banyak sekali hal yang bisa saya share dan barangkali bermanfaat bagi banyak orang.

Sepertinya kebiasaan lama menulis harus kembali ditumbuhkan agar pikiran dan hati juga fresh jadinya.

***

Mengingat kembali kejadian beberapa waktu yang lalu, mengingatkan kembali pada saya betapa pentingnya mengambil sikap dalam kondisi yang tenang dan pikiran yang jernih dan bukan pada kondisi yang sebaliknya. Bagaimana pentingnya berpikir positif dahulu terhadap segala hal sebelum ada kejelasan. Seperti kejadian sederhana yang saya alami beberapa waktu lalu.

Pagi itu saya terbangun dari tidur selepas sahur dan sholat subuh. Badan dan pikiran masih terasa penat dan letih akibat beberapa hari begadang mengolah data penelitian yang begitu banyak. Teringat dua hari sebelumnya saya mengirimkan draft abstract conference ke sensei melalui E-mail. Dan Sensei berjanji akan mengoreksi dan mengirimkan koreksi atau komentarnya sesegera mungkin agar bisa diserahkan ke panitia konferensi tepat waktu. Tapi dua hari telah berlalu dan tiada satupun E-Mail yang saya terima dari beliau, padahal deadline submission abstractnya tinggal beberapa jam lagi. Saya beranggapan, mungkin Abstract-nya sudah oke, dan bisa langsung saya submit secara online.

Namun pagi itu, dengan badan yang masih letih dan sedikit pusing akibat begadang semalaman… tiba-tiba saya shock ketika membuka notifikasi E-Mail di HP, sebuah E-Mail dari sensei:

“Dear Danang… You can not become responsible researcher. I checked and changed some parts. Please re-think and submit the abstract…”

Sekonyong-konyong saya terbelalak dengan kata-kata “You can not become responsible researcher”

“…Kamu tidak bisa menjadi ilmuwan yang bertanggungjawab…” demikian kira2 terjemahannya.

Berbagai pikiran negatif mulai bermunculan, berbagai prasangka dan kekhawatiran mulai membayangi. Saya sudah takut duluan kalau-kalau Sensei tiba-tiba marah besar karena melihat abstract yang saya tulis dan kirim ke beliau tidak memenuhi standar yang beliau inginkan, sehingga akhirnya mencap saya sebagai orang yang gak bisa jadi ilmuwan yang bertanggung jawab terhadap penelitian saya.

Duh, gusti Allah… apa gerangan yang terjadi? Pagi-pagi terbangun dengan kondisi masih letih dan mendapatkan E-Mail seperti ini. Sudah kebayang kalau ini benar terjadi, maka saya harus menempuh jalan yang berat untuk klarifikasi dan lain-lain.

Istri saya yang melihat saya tiba-tiba tertegun lama menatap layar handphone bertanya:

“Ada apa Mas?”

Saya hanya menjawab: “Ndak apa-apa, lagi cek E-Mail aja”

Saya bergegas ke kamar mandi, mencuci muka dengan air dingin dan gosok gigi seperti biasanya. Berusaha menenangkan diri, berusaha berpikir positif dahulu sebelum ada titik terang.

Di depan layar computer sambil mencari dokumen asli abstract saya, saya mengucap bassmalah, berharap agar apa yang saya takutkan tak terjadi. Saya download attachment koreksi abtsract dari sensei dan saya bandingkan dengan abstract asli yang saya miliki. Perlahan saya membaca keduanya. Dan saya hampir tidak menemukan koreksi yang terlalu signifikan dari Sensei. Yang berarti abstract saya secara umum oke-oke saja.

Wah jangan-jangan sensei marah nih… karena suatu pekerjaan di lab yang mungkin tidak saya sadari terlalaikan oleh saya. Kalau benar, maka ini betul-betul gawat. Membuat sensei marah adalah “BIG NO” di Jepang. Soale senseilah yang menjadi tumpuan saya dalam studi. Tanpa support sensei, bisa runyam study saya 5 tahunan ini. Glek!

Saya beralih membuka halaman webiste konferensi tentang tata aturan penyerahan Abstract. Membacanya perlahan dan berulang-ulang. Tapi kayaknya saya tidak menemukan hal yang salah. Atau karena sedang kalap dan bingung saja sehingga ada bagian yang terlewat.

“Astaghfirullah…” saya menghela napas panjang… saya hampir saja pasrah kalau esok pagi harus ketemu sensei dalam kondisi beliau sedang marah.

Saat hendak menghempaskan lembaran kertas abstract… saat itu juga tak sengaja saya melihat satu simbol kecil yang letaknya berbeda antara Abstract koreksi sensei dengan abstract asli saya.

Sebuah simbol asterik ( * )… yang begitu kecil dan hampir tak terlihat… sepertinya ini yang dipermasalahkan…

Di abstract asli saya, saya meletakkan simbol asterik tersebut di belakang nama saya pada deretan authors.

“…Danang Ambar Prabowo*, Ooshi Hiraishi, and Shoichiro Suda…”

Sementara di abstract koreksi sensei, letaknya di belakang nama sensei.

“…Danang Ambar Prabowo, Ooshi Hiraishi and Shoichiro Suda*…”

Kayaknya ini penyebab awal kesalahpahaman ini… soalnya di tata aturan penulisan tanda asterik memang harusnya diberikan di belakang nama Author yang bertanggungjawab terhadap penelitian. Dan saya benar-benar tak menyadari kalau memang seharusnya penanggung jawab penelitian adalah Sensei. Saya pikir tanda asterik itu juga menunjukkan presenternya… jadi dengan lugunya tanpa pikir panjang saya membubuhkannya di belakang nama saya…

Alhamdulillah… saya menarik napas lega. Sepertinya ini hanya salah paham persepsi saya saja. Ditambah lagi email sensei yang secara tata bahasa inggris memang bisa membuat shock dan spot jantung!

“You can not become responsible researcher”…

Mungkin saya akan lebih tenang dan lebih cepat paham kalau Ndoro Besar alias Sensei menuliskan:

“You can not be the responsible author in this research”…

Hehe… bukan sok menggurui dalam penulisan bahasa Inggris… tapi kadang… ketika sudah lama tinggal di negeri sakura ini… kita juga harus pandai-pandai menangkap maksud orang Jepang dalam komunikasinya menggunakan bahasa Inggris… yang kadang bisa membingungkan dan bisa salah arti dan menyinggung perasaan… hehe…

Maklum, terkadang dalam tata bahasa Jepang ada kata-kata atau ungkapan yang lumrah disampaikan ke orang lain, namun karena dalam bahasa Inggris gak ada padanan katanya jadi seringkali pemberian maknanya jadi gak tepat dan bisa jadi kasar atau kurang sopan hihi… hampir mirip2 dengan google translate kadang… sampai-sampai rekan saya di lab sebelah menyebutnya dengan Japaenglish language haha…

Alhamdulillah… pelajaran yang bisa saya dapat dari kejadian kecil ini:

  1. Jangan baca email penting langsung saat bangun tidur dengan kepala pening, tidak fokus, apalagi sedang gak mood… kalau perlu mandi dulu biar fresh… atau lanjutin tidur aja… (tapi siapa yang bisa tidur kalau kepikiran terus yak?!)
  2. Jangan panik, tetap positif thinking dulu, cari segala kemungkinan positifnya dahulu untuk klarifikasi biar clear… misal pahami benar2 kata2nya… apa benar maknanya demikian atau sebenarnya berbeda…
  3. Bagi teman-teman yang sedang mencoba mengontak Professor, mungkin perlu juga memperhatikan kata-kata atau kalimat balasan sang Professor. Banyak Professor di Jepang yang sangat fasih berbahasa Inggris secara baik dan benar. Tapi ada jg yang mungkin kurang fasih. Sehingga jika balasannya kira2 terkesan aneh… coba lihat dari berbagai sisi apakah memang itu yang beliau maksud atau lainnya.

Alhamdulillah masalahnya clear… soalnya keesokan harinya saat ketemu Sensei… (sempat cemas juga kalo-kalo ia benar marah…)… beliau berkata:

“Good job for the Abstract… I think your result is interesting” sambil tersenyum…

Belum sempat membalas kalimat sensei…

“And now show me your progress report for the other conference…”

GLEK! -____-

Based on true event of a desperate graduate student on his long-long (and very winding) journey to become Ph.D…

4 thoughts on “Balada “asterisk oh asterisk”…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s