Pertanyaan umum seputar kuliah ke Jepang…

Melanjutkan studi ke luar negeri (ke Jepang, misalnya) merupakan impian dan keinginan banyak orang di tanah air. Banyak yang berupaya mencari informasi selengkap-lengkapnya dengan membaca tulisan-tulisan yang tersebar di berbagai media sosial semisal blog, facebook dan lainnya. Tak jarang pula, para “scholarship hunter” ini bertanya langsung kepada para mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di luar negeri mengenai trik dan tips bisa melanjutkan studi ke “negeri impian”. Saya pribadi, biasanya dengan senang hati membalas atau menanggapi pertanyaan baik melalui email, facebook ataupun blog di waktu luang saya. Tulisan ini melengkapi tulisan-tulisan sebelumnya di blog ini dengan tema: Melanjutkan Sekolah ke Jepang. Klik saja link berikut ini:

1. Ingin S2 ke Jepang? Baca ini dulu sebagai wawasan

2. Beberapa tips mencari Professor di Jepang

dan lainnya, silakan dicari saja artikel terkait.

Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang sering diajukan kepada saya dan ada baiknya jika saya share di sini jawabannya agar memudahkan bagi rekan-rekan yang punya pertanyaan mirip untuk menemukan jawabannya. Anggap saja ini sebagai tulisan untuk sama-sama menambah wawasan dalam berkomunikasi.  Jika ada yang dirasa kurang atau terlalu subyektif, mohon maaf dan mohon dimaklumi… karena ini juga berdasarkan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman saya  pribadi. Semoga bermanfaat.

1. …saya tertarik untuk lanjut sekolah S2 ke Jepang… saat ini saya sedang kuliah / telah lulus dari universitas A dengan jurusan B di tanah air. Kira-kira universitas di Jepang yang punya jurusan yang sesuai bidang saya apa ya?…

Ini pertanyaan yang paling sering saya dapatkan. Jujur saja ketika membaca pertanyaan ini saya hanya bisa geleng-geleng kepala. Bukan bermaksud meremehkan pertanyaan atau si penanya, namun karena saya sendiri tidak punya informasi yang dimaksud, kecuali yang bersangkutan bertanya lebih spesifik ke bidang jurusan ilmu kelautan, biologi laut atau alga di Jepang yang memang ada kaitannya dengan bidang saya sendiri. Jepang punya begitu banyak perguruan tinggi negeri dan swasta dengan berbagai bidang… dan saya sendiri gak mungkin bisa hapal atau tahu semua universitas dan bidang yang dimilikinya. Biasanya saya menjawab:

“…Mohon maaf saya tidak punya informasi / jawaban atas pertanyaan Anda. Anda bisa mencoba mencari melalui Google atau search engine lainnya mengenai informasi universitas dan berbagai jurusan/lab yang mereka miliki. Tinggal browsing satu per satu dan temukan mana yang tepat buat Anda….”

Jika Anda mau sedikit saja mencoba mengetikkan kata kunci di mesin pencari seperti Google, Anda akan mendapatkan banyak sekali info yang mungkin akan menjawab pertanyaan Anda. Contohnya jika saya ketikkan kata kunci: “List of University in Japan” di Google maka akan ada ribuan artikel yang berkaitan dengan kata kunci itu. Tinggal mau atau gak baca satu-satu.

Misal, salah satu daftar universitas di Jepang juga bisa diakses melalui ini: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_universities_in_Japan

Saya yakin, kepada siapapun pertanyaan di atas ditanyakan, jawabannya mungkin akan mirip dengan yang saya berikan. Intinya adalah mau berusaha untuk mencari secara mandiri dan juga banyak dan sering membaca.

Hal lain yang perlu dipahami adalah, tidak semua jurusan yang ada di tanah air itu ada juga di Jepang. Jadi kita harus open minded dan legowo jika kita tidak menemukan jurusan yang berkaitan dengan keilmuan yang kita miliki. Bukan berarti kemudian mustahil untuk lanjut studi ke Jepang, tapi mungkin perlu diperluas minat keilmuan kita agar mendapat jurusan yang pas di Jepang. Misal, Anda adalah lulusan pendidikan keguruan anak usia dini… atau tentu Anda akan sangat sulit menemukan jurusan yang sama di Jepang… bahkan mungkin gak ada di Jepang (saya juga ndak tahu ya…). Maka untuk membuka peluang untuk tetap bisa memilih jurusan yang berkaitan di Jepang… Anda perlu memperluas bidang keilmuan yang ingin dipelajari… misal psikologi atau edukasi… Meskipun Anda juga perlu menyadari bahwa kebanyakan jurusan / bidang yang ditawarkan untuk mahasiswa asing di Jepang adalah bidang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam (sains) dan teknologi. Bidang sosial yang ditawarkan mungkin cakupannya tidak sebanyak bidang sains. Dan bisa saja Anda tidak akan menemukan bidang yang Anda cari karena memang tidak semuanya ada di Jepang.

Silakan mulai browsing dan mencari informasi yang Anda perlukan.

2 …saya lulusan bidang A. Kira-kira di Jepang bidang apa ya yang cocok dan bagus buat S2 saya…

Eeeto… ini pertanyaan yang juga sering diajukan ke saya. Biasanya saya langsung menjawab:

Wah ya seharusnya Anda sendiri yang lebih tahu bidang apa yang cocok dan bagus untuk S2 Anda.

Tapi saya mencoba memahami maksud penanya, mungkin si penanya ini masih belum mendapat pemahaman yang lengkap, baik dan jelas apa “urgensi untuk lanjut kuliah S2”. Kebanyakan orang yang saya temui atau mengirim email ke saya tertarik untuk lanjut sekolah ke Jepang dengan niat dan harapan yang “melenceng” dari tujuan menuntut ilmu itu sendiri. Misalnya… ingin lanjut ke Jepang karena termotivasi buat “jalan-jalan, menikmati budaya Jepang, merasakan gengsinya kuliah di luar negeri dan sebagainya…”

Padahal jika itu tujuannya, tidak perlu susah-susah untuk lanjut S2 ke Jepang. Di Jepang dan negara maju lainnya, S2 dan S3 merupakan jenjang prestisius dan spesifik yang biasanya hanya akan ditempuh oleh mereka yang ingin menempuh karir sebagai peneliti atau pengajar (dosen). Bidang ilmu yg akan dipelajari akan sangat spesifik. Berbeda dengan anggapan kebanyakan orang di tanah air tentang S2 dan S3.

Sebenarnya ya sah-sah saja, itu kan hak pribadi, namun terlihat kurang etis dan salah kaprah serta salah arah kalau maksud untuk lanjut studi S2 ke Jepang adalah untuk mendapatkan hal di atas (jalan-jalan, dsb)… sementara tujuan utama untuk belajar berada pada urutan ke sekian. Padahal menuntut ilmu harus menjadi prioritas utama ketika memiliki rencana untuk lanjut sekolah ke Jepang. Sementara tujuan2 lainnya bisa ditempatkan pada prioritas sekunder.

Back to the question…

Pertanyaan di atas jadinya lucu dan bikin greget karena ini mengesankan bahwa sebenarnya si penanya belum memahami bidang yang ia tekuni dan pelajari selama S1 dengan baik dan benar.

Padahal jika si penanya mampu untuk menghayati dan menemukan minat dalam bidang keilmuannya selama S1, akan sangat mudah menentukan arah ke depannya seperti apa. Misal, Anda lulusan S1 dari jurusan Biologi… kira-kira dari semua hal yang Anda pelajari selama S1 itu apa yang menarik minat Anda untuk ditelusuri lebih jauh dan Anda ingin menjadi ahli di bidang itu… misal ada Taksonomi, Biologi Molekuler, Ekologi dan lainnya. Jika Anda sudah menemukan kecenderungan minat akan hal-hal seperti ini… tinggal kemudian memperkaya wawasan Anda dengan banyak membaca artikel ilmiah baik jurnal ataupun artikel di internet dan mulai browsing-browsing informasi universitas di Jepang.

In Shaa Allah, Anda akan menemukan bidang yang Anda cari. So, keep on improving and keep on looking…

3… saya minat bidang A. Kira-kira di Jepang ada enggak universitas yang menawarkan beasiswa untuk jurusan A atau yang terkait…

Umumnya beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Jepang (Monbukagakusho) sifatnya umum berlaku untuk semua jurusan. Maksud saya, yang memberikan beasiswa bukan jurusan atau universitas tertentu tapi pemerintah Jepang. Anda daftar beasiswa, ikut seleksinya dan dalam waktu yang bersamaan juga nyari bidang/professor yang mau menerima Anda sesuai dengan minat Anda. Ini yang umumnya berlaku dan program ini biasanya disebut dengan beasiswa Monbukagakusho dengan rekomendasi kedutaan Jepang (karena seleksinya melalui kedutaan Jepang atau istilahnya, Government to Government / G to G).

Kecuali ada kasus khusus, misalnya universitas di Jepang memiliki program penerimaan mahasiswa internasional dan juga membuka seleksi untuk beasiswa Monbukagakusho, maka prosedur seleksinya langsung ditangani oleh universitas yang bersangkutan. Semua informasi mengenai syarat dan prosedur seleksi biasanya akan dipublish oleh universitas terkait dan bisa saja syarat2nya berbeda dari yang diajukan oleh pihak kedutaan Jepang. Biasanya program seleksi seperti ini sifatnya spesifik untuk bidang tertentu (tidak semua jurusan/bidang di buka). Seleksi seperti ini juga bisa disebut dengan university recommendation atau University to University (U to U)

Sangat jarang sekali seorang Professor yang kita minati atau terarik dengan bidangnya memiliki beasiswa mandiri untuk calon mahasiswanya. Biasanya Professor akan memberi rekomendasi/surat pengantar atau semacamnya dan menyarankan untuk mendaftar beasiswa melalui kedutaan Jepang di Indonesia. Jadi, sebaiknya tidak tiba-tiba kontak Professor di Jepang dan langsung minta beasiswa tanpa sebelumnya baca-baca dahulu info sebanyak-banyaknya.

Kasus lainnya adalah beasiswa yang bukan dari pemerintah Jepang, misal perusahaan Jepang seperti Panasonic, Ajinomoto, dll atau beasiswa swasta. Yang seperti ini lebih spesifik seleksi dan peruntukannya. Silakan cari-cari saja melalui infonya di internet. Ada banyak yang posting kayaknya. Juga sekarang ada beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk lanjut kuliah ke luar negeri… misal Beasiswa Unggulan DIKTI, LPDP, dll… silakan browsing-browsing aja ya… (Google is your friend hehe),

Nah, berkaitan dengan pertanyaan di atas… saya hanya bisa menjawab: “Maaf, detailnya saya kurang tahu”. Karena memang saya sudah gak update dengan informasi seputar beasiswa di Jepang. Kalau dulu waktu zaman menjelang lulus S1 saya sering banget update dengan mencari info dan ngecek rutin situs kedutaan Jepang atau situs2 universitas di Jepang atau baca-baca blog orang lain. Kadang kalau ada teman atau kakak kelas yang posting di fesbuk tentang beasiswa juga saya forward di timeline. Tapi, sekarang udah jarang. So, teman2 kudu berusaha mencari secara mandiri ya informasi-informasi yang diinginkan.

4… Universitas di Jepang yang bagus itu yang Negeri atau Swasta…

Secara umum, dua-duanya bagus saya rasa karena secara umum juga kualitasnya merata. Tapi mungkin untuk lebih pastinya perlu cek satu-satu juga ke situs universitasnya. Baca-baca, banding-banding, istikharah, terus coba daftar. Semoga berhasil.

5… Lalu gimana cara mulai daftar beasiswa, kontak professor, dll untuk bisa lanjut studi ke Jepang?

Ada banyak tulisan tentang ini. Silakan dicari dan dibaca. Di blog saya ini ada beberapa, kalau mau mencarinya. Misal:

https://danangambarprabowo.wordpress.com/2012/11/12/beberapa-tips-tentang-mencari-professor-di-jepang/

https://danangambarprabowo.wordpress.com/2012/09/06/ingin-s2-ke-jepang-silakan-baca-ini-dulu-sebagai-wawasan-d/

Dan lainnya… tinggal dicari dan dibaca🙂

6… saya gak bisa bahasa Jepang… kemampuan bahasa Inggris juga masih pas-pasan… kira-kira bisa diterima gak ya kuliah di Jepang?

Bisa atau tidak, saya juga gak bisa jawab.

Namun perlu diketahui, untuk dapat lolos seleksi beasiswa studi ke Jepang ada syarat-syarat seleksi yang harus dipenuhi (silakan cek situs Kedutaan Jepang bagian Pendidikan mengenai syarat2 seleksi beasiswa ke Jepang). Mustahil… atau kemungkinan besar Anda tidak akan lolos seleksi kalau tidak bisa memenuhi syarat yang diminta.

Biasanya, bahasa Jepang tidak menjadi syarat wajib untuk lanjut S2 atau S3 di Jepang, kecuali memang diminta harus bisa. Namun, kemampuan bahasa Inggris adalah bagian penting yang harus dikuasai. Lha, kalau ndak bisa bahasa Inggris, nanti gimana lagi mau komunikasi di negeri orang? Pakai bahasa Tarzan? Hehe… *kidding…

Biasanya kemampuan bahasa Inggris ini harus dibuktikan dengan sertifikat bahasa Inggris seperti TOEFL dengan batas nilai tertentu. Kalau bahasa Inggris kita masih belum memenuhi syarat atau skor TOEFL kita masih dibawah ketentuan… tak ada cara lain selain mempersiapkan diri dengan lebih baik, misal ikut les atau kursus. Mahal? Ya mungkin saja, tapi bukan berarti gak mungkin. Ada banyak orang Indonesia yang awalnya kesulitan dalam hal ini tapi dengan usaha yang maksimal akhirnya bisa lolos ke Jepang juga meski membutuhkan waktu dan perjuangan yang gak sedikit. Silakan saja browsing kisah-kisah mereka dan jadikan pemicu semangat.

7… saya dari keluarga ekonomi lemah, saya anak desa… sepertinya mustahil untuk bisa sekolah ke luar negeri, tapi mungkin gak ya?

Wah… saya sebenarnya gak bisa berkata apa-apa kaitannya dengan kondisi ekonomi… Biaya sekolah dan hidup sehari-hari di Jepang memang sangat tinggi sekali. Oleh karenanya ada beasiswa studi dan karena itu pula kita perlu mendaftar dan mendapatkannya.

Hanya, saya berprinsip bahwa bagaimanapun sulitnya kondisi ekonomi… setiap orang punya kesempatan yang sama untuk berprestasi dan juga sekolah keluar negeri dengan beasiswa. Seleksi beasiswa ke Jepang misalnya, tidak mensyaratkan kondisi ekonomi tertentu yang harus dimiliki oleh pelamar, kaya atau miskin akan diberlakukan sama. Yang dilihat adalah kualitas diri Anda dalam memenuhi syarat2 yang diminta.

Bagi teman-teman yang mungkin merasakan tekanan ekonomi, saya bisa memaklumi bahwa jalan untuk berprestasi di kampus akan terasa berat tantangannya, tapi bukannya mustahil. Ada banyak sosok-sosok inspiratif di tanah air yang meski berasal dari keluarga kurang mampu ataupun dari daerah terpencil sekalipun ternyata bisa mematahkan anggapan banyak orang akan ketidakmampuan mereka dan akhirnya berprestasi luar biasa. Toh, tak menjamin juga mereka yang berasal dari keluarga kaya raya prestasinya pasti bagus. Fasilitas yang serba ada justru tak jarang membuat mereka bisa terlena dan malas. So, semuanya punya kesempatan yang sama untuk berprestasi.

Mungkin gak ya? Mungkin saja kenapa tidak?! Allah itu sesuai dengan prasangkaan hamba-Nya. So, berprasangkalah yang terbaik kepada Allah, mintalah yang terbaik dari-Nya… dan usahakan untuk berprestasi dan coba hadapi tantangan yang ada dengan sebaik-baiknya. In shaa Allah, jalan akan Allah berikan. Termasuk studi ke Jepang🙂

8… Bisa gak ya mengajukan proposal bantuan dana ke Jepang atau melakukan sebagian penelitian S1 atau S2 di Jepang, semacam short term begitu? Jadi sambil menyelesaikan kuliah di Indonesia, kita numpang penelitian di Jepang sambil nyari peluang untuk lanjut sekolah di sana nantinya.

Bisa atau tidak ini juga banyak faktor yang harus dilihat. Saya sendiri belum memiliki pengalaman mengajukan proposal bantuan dana ke Jepang, jadi bisa saja jawaban yang akan saya berikan ini menjadi kurang tepat. Biasanya dana penelitian itu berasal dari dana proyek. Maka tergantung ketentuan atau MOU proyeknya juga seperti apa, dan ini biasanya hanya Professor atau orang-orang terkait yang tahu.

Pada dasarnya, sah-sah saja memiliki ide untuk mengajukan bantuan dana penelitian (research grant), namun kita juga harus tahu tata aturan pengajuannya. Tentunya gak etis dan gak logis kalau kita kontak Professor yang baru kita kenal, tiba-tiba langsung menyodorkan proposal meminta bantuan penelitian. Sama halnya kalau tiba-tiba kita disodori map untuk minta sumbangan, kita pasti gak serta-merta ngasih kan ya? Pasti kita ingin tahu lebih banyak tentang si penarik sumbangan. Begitu juga dengan Professor. Bisa jadi dia memang tidak ada dana atau tidak ada proyek yang berkaitan dengan penelitian kita atau bisa juga dia memang tidak mau memberikannya. Yang umumnya dilakukan adalah mencoba mengajukan dana bantuan ke perusahaan-perusahaan Jepang. Tapi karena saya sendiri belum pernah melakukannya jadi kurang tahu bagaimana prosedurnya. Yang pasti mengajukan bantuan dana penelitian memang tidak mudah karena pasti ada screening yang ketat.

Sebelum mencoba mengajukan proposal ke pihak Jepang, kenapa tidak coba ke pemerintah/ instansi atau perusaahan di Indonesia dulu? Saya rasa ada banyak peluang dan kesempatannya.

Mengenai short term research… ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, ada short term research yang memang merupakan bagian dari program MOU pemerintah Jepang atau universitas di Jepang dengan pihak di Indonesia. Program seperti ini sifatnya tertutup antar instansi yang memiliki MOU dengan Jepang. Misal student exchange program yang ditawarkan untuk kampus-kampus tertentu di tanah air karena ada kerjasama dengan kampus di Jepang. Prosedurnya biasanya dapat didapatkan dari bagian program kerjasama internasional di kampus-kampus terkait dan hanya berlaku untuk mahasiswa di kampus tersebut. So, silakan cek kampus Anda masing-masing.

Kedua, short term yang sifatnya tawaran tertutup dari peneliti Indonesia yang memiliki kerjasama riset dengan peneliti di Jepang. Misal, Anda kenal baik atau jadi bagian dari tim atau bahkan menjadi mahasiswa bimbingan peneliti/dosen di Indonesia… dalam kasus tertentu, ada kemungkinan Anda untuk bisa ikut proyek riset Jepang-Indonesia dan “mencicipi” suasana riset di Jepang dalam waktu singkat. Untuk ini, karena sifatnya privasi dan tertutup, maka ketentuannya yang tahu hanya mereka yang terlibat dalam proyek ini.

Ketiga, short term yang sifatnya terbuka, artinya semua orang bisa mencoba daftar seleksinya. Meski jarang ada info untuk program seperti ini, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa dengan program ini Anda bisa melakukan penelitian singkat di Jepang.

Keempat, coba bertanya ke Professor di Jepang yang memiliki bidang yang relevan dengan Anda apakah ia mau dan bisa menerima peneliti untuk kunjungan singkat atau tidak. Tentu, sekali lagi Anda harus membangun komunikasi yang baik dulu dengan Professornya, tidak tiba-tiba langsung nanya ingin ini dan itu.

Kelima, ini yang PALING PENTING… perlu Anda ketahui juga… tidak semua program short term research itu didukung oleh beasiswa atau bantuan dana lho. Jadi ketika mencari info atau mendaftar short term… pastikan semua aturannya dibaca dan pastikan apakah ada support dana selama short term atau tidak. Jangan sampai kita terlalu senang untuk ke Jepang tapi ternyata gak ada bantuan beasiswanya. Dan sangat penting untuk memiliki dukungan dana yang cukup selama tinggal di Jepang yang memang terkenal sangat tinggi biayanya.

9… Bisakah saya mencari kerja sampingan (part time job) untuk mendukung biaya kuliah saya di Jepang nanti?

Bisa-bisa saja mencari part time job… untuk mendukung beasiswa yang sudah Anda dapatkan. Tetapi untuk mencukupi semua kebutuhan sehari-hari dan sekolah di Jepang… sepertinya akan sangat sulit. Terlebih jika Anda harus membagi waktu dengan aktivitas kuliah. Kebanyakan alumni Jepang atau yang masih aktif kuliah di Jepang tidak menyarankan untuk mengandalkan part time job sebagai sumber dana selama tinggal di Jepang. Sebaiknya berusaha dapat beasiswa. Hal ini karena meski Anda punya part time job, perlu Anda ketahui bahwa ada batasan maksimal jam kerja yang diperbolehkan bagi mahasiswa / orang asing yang tinggal di Jepang. Yang artinya berarti pendapatan Anda juga sangat bergantung dari jam kerja tersebut. Namanya juga kerja sampingan… maka selayaknya tidak diandalkan sebagai sumber utama penghidupan.

10… Bisakah membawa istri / suami dan anak ke Jepang sambil saya kuliah? Jadi saya kuliah dengan beasiswa dan rencananya istri/suami akan ikut sambil nyari kerja sampingan dan nyari kesempatan sekolah juga.

Bisa-bisa saja, tapi mohon dibaca juga ya poin no 9 sebelumnya mengenai part time job. Jika salah satu dari pasangan suami-istri punya beasiswa yang memadai, in shaa Allah tiada masalah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan sekolah jika ditambah dengan hasil part time job.

Namun yang harus diperhatikan adalah… apakah Professor di Jepang mengizinkan untuk membawa suami / istri / keluarga ke Jepang selama kuliah? Ini harus dipastikan terlebih dahulu. Tanyakan terlebih dahulu ke calon Professor Anda. Secara umum, Professor di Jepang tidak akan keberatan. Tapi ada kasus-kasus tertentu dimana ada Professor yang tidak memperbolehkan mahasiswanya membawa keluarga selama menempuh studi dengan berbagai alasan. Jadi pastikan dahulu ya. Professor adalah penjamin Anda selama di Jepang dan membuat masalah dengan Professor karena keteledoran kita untuk tidak bertanya atau “ngeyel” dengan aturannya adalah hal yang kurang bijak. Maka carilah calon Professor di Jepang yang juga baik kepada mahasiswanya.

11… saya muslimah, saya pakai jilbab lebar. Saya tertarik sekolah ke Jepang… tapi saya takut diskriminasi orang Jepang / orang asing terhadap muslimah… 

Hmmm… saya rasa Anda perlu membuka pikiran Anda lebih luas dan tidak membatasi diri dengan info-info yang belum tentu benar. Jepang merupakan negara non-muslim yang saya perhatikan sangat toleran terhadap orang asing. Ya mungkin diskriminasi ada, tapi mungkin tak terlalu tampak ataupun hanya kecil. Di tanah air saja diskriminasi juga ada kan ya? Pola pikir seperti ini sebaiknya tidak membuat kita takut untuk melihat dunia luar, termasuk datang ke Jepang untuk sekolah? Kenapa saya bisa bilang demikian? Karena sudah ada ratusan atau ribuan muslimah berjilbab lebar (bahkan bercadar) yang telah tinggal di Jepang dalam keadaan aman dan tentram.

Tentu, Anda nanti awalnya akan risih ketika orang Jepang memperhatikan pakaian Anda ketika berjalan di taman, tempat belanja dan sebagainya, tapi anggap itu wajar karena itu tak ada dalam kebudayaan orang Jepang. Sama halnya kalau kita melihat orang Jepang mengenakan Kimono berjalan di jalanan Indonesia… pasti kita juga akan memperhatikannya dan mungkin menganggap aneh. Tapi ini kan bukan alasan untuk takut. Meski ya berhati-hati memang perlu.

Contoh yang lebih ekstrim mungkin adalah saya dan istri yang tinggal di pulau Okinawa, Jepang yang menjadi pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di asia. Seharusnya kami takut dan khawatir kalau-kalau militer AS akan mendiskriminasikan saya dan istri yang berjilbab lebar ketika berpapasan dengan mereka. Tapi kenyataannya, selama tinggal 4 tahun di Okinawa, belum pernah ada diskriminasi atau hal-hal buruk lain yang terjadi. Saya rasa, kekhawatiran itu banyak muncul karena pola pikir yang terbentuk dari perkataan, cerita atau media yang tidak selalu benar. Kalau melihat orang Okinawa, Jepang yang kadang aneh melihat istri dengan jilbabnya berjalan di pusat perbelanjaan atau taman… itu bagi kami sudah biasa. Dan saya biasanya sampaikan ke istri untuk tersenyum kepada mereka dan setidaknya menyapa dengan “Konnichiwa”. Biasanya mereka tersenyum balik kok.

So no need to worries.

***

Mungkin ini dulu daftar pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya… jika nanti ada pertanyaan lainnya akan saya update di sini…

Anda bisa juga cek link ini untuk tambahan info dan bahan bacaan: http://www.studyjapan.go.jp/mm/cfs/002/en/

Optimis selalu… Ganbarimashou!

26 thoughts on “Pertanyaan umum seputar kuliah ke Jepang…

  1. Tulisan yang menarik, mas. Semoga saya bisa menyusul S2 di sana. Hehe…
    Denger-denger, kalau kuliah swasta di Jepang itu, harganya selangit, ya, Kang. Padahal, kalau dari jurusan saya, saya pernah cari adanya hanya di swasta, Waseda University :”

    • Jika Anda mendapat beasiswa semisal Monbukagakusho, maka biaya kuliah semuanya ditanggung oleh beasiswa termasuk kebutuhan sehari2. Oleh karenanya, saya sangat menyarankan untuk daftar dan mendapatkan beasiswa selama kuliah di Jepang.

  2. Mas/Bang/Om/terserha apa…
    Saya masih kelas X, Pengen ambil kuliah di jepang dari awal sampe phd. Saya pengen ambil Mathematics.

    Sekolah di Nasional plus, jadi inggris ga masalah. Sering nonton anime jadi bisa b.jepang DIKIT dan lagi belajar baca hiragana. (Self study)

    Ortu maunya sy ke Singapura… tp saya pengen masuk Kyoto University atau Tokyo Daigakuen…

    Tapi, ga ngerti apa-apa tentang cara masuk, syarat-syarat, dll.

    Saya pengen mempersiapkan gitu…

    Sy belum sempat baca post-post mas/bang/mbak/etc. Yg lain… tp, saya cari waktu deh…

    Makasih…

  3. mas danang ap,, saya jurusan pendidikan teknik mesin dari FKIP. Apakah bisa lanjut S2 Di jurusan teknik murni ya? apalagi di Institut technology jepang ternyata yang ada S2 malah teknik Industri, gmna menurut mas?

  4. Mas danang, sy PNS di kemenkes,sejak lulus SMU sy tertarik u sekolah di jepang,skrang sudah S1 manjemen SDM, sy mau beasiswa S2 ke jepang.tlg ksih info ap S2 harus sesuai SDM atw bs yg berhubungan dgn mjmn kesehatan, apkh setiap kementerian ad kerjasama dgn kedutaan jepang?Bgmn klo G to G?

  5. pertama tau abang Danang A.P waktu masih jadi mahasiswa tahun 1 di universitas Andalas, video motivasi nya tentang jejak sang pmimpi (kalau gak salah) benar benar menginspiraasi.. dan gak nyangka ternyata kita sama sama dari bengkulu, bedanya bang danan dari SMANLI dilla dari SMAN7. dulu sebelum sampai ke Jepang, ada baca beberapa artikel di blog ini, bang danang benar benar menekankan untuk dapat beasiswa dulu sebelum datang ke Jepang. namun sebagai pengejar mimpi, dilla punya cerita yang berbeda. datang ke Jepang tanpa beasiswa,,,, kisahnya boleh diliat di sini https://fadillaazeaza.wordpress.com/ untuk teman yang pengen tau bagaimana perjuangan kuliah di jepang sebelum mendapat beasiswa

    • Salam kenal kembali. Setiap orang tentunya memiliki jalan dan caranya masing-masing untuk meraih impiannya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menginspirasi sebanyak-banyaknya orang lain untuk turut meraih impian-impiannya. Ganbarimashou!

  6. Alhamdulillah… kegelisahan saya terjawab di poin no 11. dulu ketika saya di semester akhir, di kampus pernah ada seminar mengenai magang di jepang bagi fresh graduated. saya sangat tertarik sekali namun saya mengurungkan niat untuk mendaftar karena ketika ada yang bertanya mengenai jilbab, sumbernya bilang bahwa “lebih baik” untuk awal awal tahun magang saya tidak memakai jilbab dulu, baru mugkin setelah satu atau dua tahun dibicarakan dengan pimpinan. karena jepang sangat menjunjung tinggi yang namanya keseragaman. jadi kalau bisa jangan ‘beda’ gitu.

    tapi kalau untuk sekolah di sana sepertinya gak jadi masalah. cuman nanti mungkin lebih banyak cari cari info saja bagaimana kehidupan sebagai muslim di sana.

    jazakallah khairan katsiran atas informasinya🙂

  7. Saya mau tanya kira-kira kalo untuk S2 dari program S1 Pend. Bahasa Inggris itu enaknya ngambil apa S2-nya? yang sekiranya maish berhubungan? atau ada saran m(_ _)m

    • Saya sendiri kurang tahu. Pemilihan jurusan itu sangat erat kaitannya dengan minat, rencana ke depan serta latar belakang kemampuan/pengetahuan akademik masing-masing orang. Anda sendiri minatnya ingin apa dan ke depannya ingin menjadi apa?

  8. Permisi mau bertanya🙂
    Saya sedang menempuh pendidikan d3. Dan ingin melanjutkan ke nippon. Ada gak ya semacam perguruan tinggi yang menyediakan program transfer/alih jenjang d3 – s1. Dan bakal kesulitan tidak jika hanya bisa bahasa inggris dan kurang menguasai bahasa jepang karena buku,tulisan,slide share menggunakan tulisan katakana mungkin. Terimakasih😀

  9. Permisi mas Mau Tanya tentang S2 di jepang itu bedanya antara S2 yang u to u sama g to g apa mas.

    • bantu jawab ya, mungkin yang dimaksud adalah beasiswa monbusho ya? beasiswa U to U merupakan beasiswa yang diberikan pada universitas yang menjalin hubungan dengan universitas di Jepang, sedangkan G to G adalah beasiswa yang diberikan pada negara (Government) yang menjalin hubungan dengan Jepang

      U to U (University to University)
      G to G (Goverment to Goverment)

  10. Slamat malam Mas Danang. Perkenalkan saya Okta, dr Kupang. Sy tertarik ambil S3 disaster in nursing disana. Tokyo Medical and Dental Univ ada sih jurusannya, tp mr prof nya bilang semua ujian2 pake Bahasa Jepang. Jika berkenan, kalau tahu bisakah diperkenalkan dgn tmn2 dr Indonesia yg sdh ambil nursing disana? Mgkn ada univ yg pure english. Sy ini blm pernah bljr bahasa Japanese sama sekali soalnya. Makasih ya Mas. Kalo berkenan, bisa dikirim jawabnya ke email sy kah? Terimakasih

  11. Bro,,, mau nanya nih…
    kalo saya lulusan D3 jurusan Bahasa jepang ingin kuliah ngambil teknik di Jepang bisa gak yah?
    secara kasarnya kan IPS ke IPA gitu. tpi via Beasiswa…
    gmna tuh?

    • Sebenarnya bisa atau tidak itu ada banyak faktor penentunya. Misalnya, jenjang kuliah apa yang ingin diambil dengan gelar Anda sekarang, persyaratan dari universitas di Jepang, persyaratan dari pemberi beasiswa dan lainnya. Jadi sebaiknya dicek langsung persyaratan2 tersebut untuk memastikan lebih lanjut. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s